Berita Live Scores
Marc Klok

"Juara Piala Menpora & Dipanggil Timnas, Tuhan Mahabaik" - Blog Eksklusif Marc Klok x Goal Indonesia

15.26 WIB 06/05/21
Cover_Mark Klok
Marc Klok melukiskan perasaannya pada blog edisi terbaru ini setelah "mendapatkan kebaikan bertubi-tubi dari Tuhan".

Ini adalah blog pertama saya setelah bertubi-tubi mendapatkan kebaikan dari Tuhan. Saya tulis saat waktu luang pemusatan latihan timnas Indonesia. Saya ingin berbagi rasa syukur dan pengalaman kebaikan yang diberikan Tuhan pada saya.

Namun saya yakin, Tuhan lebih mudah mengizinkan hal itu terjadi kepada saya. Saya bekerja keras. Saya berinvestasi untuk masa depan saya. Investasi bukan soal uang saja. Tapi juga meluangkan keinginan, perbuatan dan usaha yang lebih keras.

Bagi saya sebagai pesepakbola, saya berinvestasi untuk tubuh saya. Membayar jasa pelatih, fisio, menggunakan alat recovery yang canggih. Kemudian, latihan dan kerja keras adalah kunci lainnya. Saat orang-orang mungkin berpikir pandemi adalah hari libur, bagi saya itu tidak. 

Ketika kabar baik itu datang -- sepakbola kembali -- saya sungguh sangat senang. Sulit hidup tanpa hal yang kita semua cinta. Jelang turnamen, saya tingkatkan kesiapan fisik. Intensitas semakin tinggi. Memang butuh perjuangan berlatih keras sendiri. Tapi mental dasar itu harus terus ditanamkan. Apa yang kita tabur, itulah yang akan kita tuai.

Mental tidak pernah berubah. Bermain di mana pun, target saya selalu ingin menjadi yang terbaik. Pola pikir saya harus selalu mengatakan tersebut sehingga menjadi suntikan semangat untuk tubuh dan pikiran saya. Semua hal-hal baik memotivasi saya. Keluarga terutama. Saya melakukannya demi keluarga dan diri saya. Saya ingin menjadi yang terbaik di Indonesia.

Piala Menpora saya manfaatkan sebagai bagian awal pembuktian dari karier saya di Persija. Saya tidak akan menyia-nyiakannya.

Saya tahu, pertandingan pertama setelah satu tahun tanpa sepakbola adalah hal yang sulit. Semua beradaptasi, tapi saya saat itu sangat bersyukur mengetahui kenyataan bahwa sepakbola Indonesia telah kembali.

Dan bermain 90 menit pada pertandingan pertama adalah sebuah rasa syukur lainnya. Tanpa cedera dan tanpa kram. Saya sedikit membuktikan hasil investasi saya selama lockdown. Pertandingan-pertandingan selanjutnya saya sangat menikmati sepakbola. Begitupula dengan tim. Kami lebih kompak dan solid. 

Saya mencetak gol penentu pertandingan dan penentu nasib Persija di fase grup saat melawan Bhayangkara. Mengalahkan Barito Putera di perempat-final, dan saya bisa saja mencetak gol langsung dari sepak pojok jika tidak dianulir (sampai saat ini saya masih penasaran!).

Saya senang dan bersyukur. Semua pertandingan sebelum final, saya mainkan 90 menit penuh. Hingga akhirnya kami berhasil ke final, dan yang lebih spesial adalah melawan Persib Bandung, sang rival abadi Persija. Inilah El Clasico-nya Indonesia. Idealnya pertandingan besar seperti itu dihadiri puluhan ribu penonton. Namun, apa daya kita semua sedang mengalami sepakbola new normal di berbagai belahan dunia.

Puji Tuhan, Persija bisa menang dan juara dengan hasil yang sangat memuaskan. Saya bisa main di semua pertandingan Piala Menpora, mengangkat trofi utama, dan mendapatkan pemain terbaik turnamen.

Sekarang, saya sedang bersama timnas. Saya tidak pernah membohongi diri saya sendiri. Ketika saya menetapkan target pada diri saya bahwa saya ingin bermain untuk Indonesia, saya tahu harus kerja keras untuk mencapai target tersebut. Tidak peduli sebesar dan sekeras apa, selama masih bisa bernapas, saya terus berjuang.

Namun sekali lagi, saya yakin, apa yang saya saya dapatkan hari ini adalah buah dari latihan dan persiapan sepanjang tahun. Saya tidak tahu apakah orang-orang melihat hari-hari tanpa sepakbola adalah hari libur, tapi saya terus melatih diri saya. Saya tidak membuat diri saya terbuai dengan waktu luang.

Saya jadikan media sosial sebagai tempat berbagi cerita. Berbagi update terbaru tentang saya kepada para fans. Saya yakin mereka juga sangat merindukan sepakbola saat pandemi. Saya ingin menjadikan media sosial saya untuk menginspirasi.

Kini, seperti mimpi. Masuk ke timnas adalah mimpi dan tujuan saya semenjak berkarier di Indonesia. Saya ingin membuat banyak senyum di wajah orang Indonesia lewat sepakbola. Saya sudah lakukan di Makassar dan sekarang saya lakukan juga di Persija. 

Saya juga berterima kasih kepada coach Shin Tae-yong dan PSSI yang telah percaya pada saya. Saya akan memberikan yang terbaik. Versi terbaik dari diri saya. 

Di tengah tim yang berisi anak-anak muda, saya juga ingin menjadi panutan dan inspirasi buat para pemain muda di timnas. Bukan hanya di lapangan, tapi juga di luar lapangan.