Jafri Sastra Ambisi Bawa PSIS Semarang Lolos Degradasi

Komentar()
Aurelius Balakosa
Jafri menjanjikan kemenangan demi kemenangan dalam upaya PSIS lepas dari ancaman degradasi.

Pelatih anyar PSIS Semarang Jafri Sastra bertekad mengembalikan kejayaan klub, dan melepaskan Mahesa Jenar dari ancaman degradasi Liga 1 2018 dengan memperbanyak kemenangan di 18 pertandingan sisa.

Jafri resmi ditunjuk sebagai pelatih PSIS menggantikan Vincenzo Annese yang dipecat manajemen tim. Sebelum membesut PSIS, Jafri dipecat manajemen Persis Solo, karena dianggap tak mampu mengangkat performa tim di Liga 2 2018.

Kendati demikian, Jafri tetap yakin bisa membantu PSIS lepas dari ancaman degradasi. Menurut Jafri, target itu menjadi tantangan tersendiri bagi dirinya.

“PSIS sedang berada dalam 'masalah', dan 'masalah' itu harus kami hadapi, bukan untuk ditinggalkan. Semua pasti berkeinginan PSIS tidak berada di jalur yang seperti sekarang,” ujar Jafri.

“Masih ada 18 pertandingan lagi yang harus kami hadapi. Kami akan bekerja sama dan bekerja keras bersama manajemen dan semua elemen di dalam tim ini, termasuk semua pemain.”

“Tim pelatih akan bekerja semaksimal mungkin berusaha agar PSIS bisa tampil seperti yang diinginkan, sehingga kami dapat meraih kemenangan lagi. Saya punya keyakinan bisa membawa tim ini keluar dari zona degradasi.”

 

Stefano Lilipaly pemain No.10 terbaik yang dimiliki Indonesia saat ini? Fano terbukti menjadi pemain yang paling bersinar untuk Indonesia pada #AsianGames2018 kali ini dengan menyumbangkan tiga gol dan empat assist selama empat kali penampilan penuh di fase grup. Pemain posisi No.10 memang diuntungkan dalam komposisi taktik yang diusung Luis Milla. Pada SEA Games tahun lalu, Septian David Maulana bersinar kala dimainkan di posisi ini. Bermain di belakang penyerang tunggal, Septian menjadi penampil terbaik Merah-Putih dengan menyumbangkan tiga gol dan dua assist. Kini, fungsi itu diambil alih oleh Lilipaly. Pemain kelahiran Belandai ini tak asing dengan peran serupa karena sejak Piala AFF 2016 telah ditugasi di posisi yang sama oleh Alfred Riedl. Bahkan, Fano sempat dimainkan sebagai penyerang palsu ketika menghadapi Palestina. Namun, posisi terbaik Fano ada pada No.10. Menghadapi Uni Emirat Arab, gelandang Bali United itu kembali diandalkan sebagai tumpuan Milla guna mengantarkan Indonesia ke babak selanjutnya. #AyoIndonesiaBisa #EmasUntukIndonesia @clearindonesia

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Kapan Undian Babak Grup Liga Champions 2018/19?
2. Dikritik Karena Kalahkan Jepang, Pelatih Vietnam U-23 Marah
3. Kaka: DNA Milan Telah Kembali!
4. Debut Cristiano Ronaldo Torehkan Rekor Penonton Televisi Di Italia
5. Jersey Motif Karpet Ini Justru Laris Manis
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
PT LIB Jalin Kerja Sama Dengan La Liga Spanyol
Artikel Selanjutnya:
Loris Arnaud Resmi Gabung PS TIRA
Artikel Selanjutnya:
Dapat Kontrak Baru, Dedi Kusnandar Berharap Bisa Bawa Persib Bandung Juara
Artikel Selanjutnya:
Jadwal, Klasemen & Hasil Lengkap Piala Asia 2019
Artikel Selanjutnya:
Bogor FC Berharap Klub Liga 2 Boleh Pakai Pemain Asing
Tutup