ICC 2017: Menikmati 'Singapore City Tour' & Pelayanan Kelas Satu Panitia Penyelenggara

Komentar()
Gunawan Widyantara
Goal berbagi pengalaman menikmati pengalaman sebagai fans sepakbola di negara Singa sekaligus melakukan peliputan International Champions Cup 2017.


OLEH  Gunawan Widyantara     Ikuti di twitter

International Champions Cup 2017 sekarang ini sedang berlansung di Singapura yang diramaikan oleh Chelsea, Bayern Munich dan Inter Milan. 

Tentu saja Goal tidak ketinggalan mendapat kesempatan meliput secara langsung karnaval sepakbola ini sekaligus menyimak bagaimana cara negara Singa menggelar turnamen pramusim dengan tamu klub-klub papan atas Eropa.

Di artikel ini kami tidak menceritakan bagaimana serunya pertandingan-pertandingan pramusim berjalan namun berbagi petualangan sebagai fans dan jurnalis dalam menikmati keseruan sebuah turnamen sepakbola. 

ICC 2017: Inter Club Indonesia & Diego Milito Party

Ketika Goal menginjakkan kaki Bandara Internasional Changi, hingar-bingar turnamen yang baru kali pertama digelar di Singapura ini (dan akan berlanjut hingga 2021) sebenarnya tidak terasa. Spanduk atau banner turnamen yang bisa membakar semangat penggila sepakbola tidak terlihat. Hal serupa dialami ketika menaiki MRT (Mass Rapid Transit) Singapura, hawa selayaknya turnamen internasional sama sekali tidak bisa dirasakan. 

Meski demikian, beda ceritanya ketika Goal meninggakan MRT menuju stadion. Tidak perlu menunggu lama, baru melangkahkan kaki keluar dari area stasiun, aroma ICC langsung terendus karena seketika itu juga fanzone tersaji di depan mata.

ICC 2017: Singapore

Tiga booth besar dengan warna kebesaran masing-masing klub bisa dinikmati oleh fans dengan beragam kegiatannya, mulai dari berfoto dengan trofi yang pernah dimenangkan hingga bermain sepakbola di lapangan kecil. Tidak jarang, fans masing-masing tim bernyanyi bersama mengagung-agungkan tim kesayangan mereka.

Menuju stadion dari area fanzone juga bukan perkara sulit bahkan bagi mereka yang kali pertama datang ke National Stadium, hal ini dikarenakan arah jalan menuju tempat yang diinginkan mudah ditemukan. 

Sebelum menuju area stadion kita harus melewati security check yang sangat ketat dari panita penyelenggara. Alat musik, flare bahkan terompet sekalipun termasuk di antara barang-barang yang terlarang masuk ke stadion.

ICC 2017: Singapore

Lebih jauh lagi, rasa-rasanya Goal tidak melihat satupun petugas dengan seragam kepolisian atau militer di area ini, sebuah pemandangan yang sungguh langka jika dibandingkan ke Tanah Air.

Ketika pemeriksaan keamanan sudah dilewati, kenikmatan menikmati pertarungan sepakbola di sebuah stadion modern berada di depan mata.

Lingkungan stadion tertata rapi dan sangat bersih hingga ke area kamar kecil stadion. Tempat duduk nyaman dengan kualitas audio yang baik ditambah dua layar lebar masing-masing satu di tribun Utara dan Selatan. Semua berpadu menghadirkan pengalaman kelas satu untuk menikmati aksi para aktor lapangan hijau top dunia.

Klasemen International Champions Cup

Meski demikian tidak semua cerita berjalan indah. Setelah di malam harinya menikmati aksi Inter dan Bayern, pada pagi hari Goal harus meliput konferensi pers sekaligus sesi latihan Chelsea. Karena letaknya yang cukup jauh, panitia penyelenggara menyediakan fasilitas transportasi bagi awak media. 

Jarak antara hotel tempat menginap Goal dan stadion sangat dekat, hanya terpaut satu stasiun MRT di Nicoll Hghway atau kurang-lebih dibutuhkan enam menit untuk tiba ke titik pertemuan yang telah ditentukan di area stadion.

Agar memudahkan dan lebih cepat lagi, kami memesan transportasi berbasis aplikasi. Tidak perlu menunggu lama, mobil yang dinanti datang menjemput namun di sinilah letak masalahnya karena secara tidak terduga, Goal mendapat program tambahan 'Singapore City Tour' sebelum benar-benar diantarkan ke stadion. 

SIMAK JUGA: Carlo Ancelotti Tak Khawatirkan Cedera Franck Ribery

Protes sempat dilayangkan pada supir karena arah laju mobil justru menjauh dari stadion, namun dia berkilah lupa arah belok hingga harus memutar lebih jauh sambil menegaskan tarif tidak akan berubah sepeserpun dari yang tertera sebelumnya. 

'Wisata keliling Singapura' di pagi hari sebenarnya bukan hal yang buruk jika kami tidak sedang mengejar waktu memburu bus, namun hal yang tidak mengenakkannya adalah setelah berputar-putar dan tiba di tujuan, kami diminta untuk membayar tiga kali lipat lebih tinggi dari tarif sebelumnya. 

Tentu saja kami dengan tegas menolak dan hanya bersedia membayar sesuai kesepakatan. Setelah urusan 'perjalanan wisata' yang tak terduga selesai, Goal langsung bergerak cepat menuju lokasi yang ditentukan namun sambil berlari kami harus menerima kenyataan, melihat bus meninggalkan lokasi.

Antonio Conte - Chelsea

Tetapi tanpa sepengetahuan Goal panitia penyelenggara telah menyediakan mini bus cadangan dan lagi-lagi kami menikmati fasilitas 'kelas satu' -kali ini di tangan yang tepat- sambil mengarah ke sesi latihan the Blues.

Kinerja pantia penyelenggara layak diapresiasi, segala perkembangan terkini terkait aktivitas klub selalu dibagikan secara berkala kepada media peliput sementara di media center, jurnalis tidak pernah kekurangan makanan ringan dan minuman untuk teman bekerja. 

Di luar kejadian tersebut, pengalaman menonton sepakbola sebagai fans dan tugas peliputan sebagai jurnalis di ICC 2017 sejauh ini menyenangkan dan kami tidak sabar untuk berpetualang lagi di sebuah laga yang dipastikan melahirkan atmosfer yang lebih kuat di National Stadium antara Inter dan Chelsea malam nanti.

Nantikan laporan kami selanjutnya,... Salam Goal!   

Footer Goal Indonesia Instagram

Artikel Selanjutnya:
Hadapi Piala Indonesia, Sriwijaya FC Panggil Pemain Veteran
Artikel Selanjutnya:
Ezechiel N’Douassel Kelebihan Berat Badan
Artikel Selanjutnya:
Adrien Rabiot Berlatih Bersama Tim Cadangan Paris Saint-Germain
Artikel Selanjutnya:
Jadwal, Klasemen & Hasil Lengkap Piala Asia 2019
Artikel Selanjutnya:
PSIS Semarang Perpanjang Kontrak Jandia Eka Putra
Tutup