Heri Kiswanto Bingung Persela Lamongan Kalah Di Kandang

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Herkis menduga pemain mengalami penurunan kepercayaan diri yang membuat mereka mendapatkan hasil buruk.

LIPUTAN   HAMZAH ARFAH     DARI   LAMONGAN   

Tiga kekalahan beruntun, dua diantaranya di kandang, membuat pelatih Persela Lamongan Heri Kiswanto kebingungan. Hal itu diungkapkan Heri setelah Persela dibekap Mitra Kukar 3-2 di Stadion Surajaya, Senin (21/8) malam WIB.

Dalam laga tersebut, Persela sebenarnya sempat mengungguli Mitra Kukar dua kali. Namun mereka tak kuasa membendung barisan depan Mitra Kukar, dan gawang Choirul Huda akhirnya dijebol Marclei Santos enam menit menjelang pertandingan berakhir.

SIMAK JUGA: Mitra Kukar Permalukan Persela

“Saya juga sendiri tidak tahu persisnya. Kami sudah berusaha di latihan, pemain juga sudah berusaha. Saya mesti omong kepada pemain, ada apa? Kemampuan itu ada, tapi seperti hilang. Seperti ada nervous. kami sudah unggul gol, tapi selalu ada ketidaktenangan,” beber Herkis, sapaan akrab Heri.

“Memang ada kelengahan-kelengahan yang berakibat fatal yang menjadi gol. [Ivan] Carlos ada peluang, tapi tidak maksimal. Saya lihat dari pinggir lapangan, kami dapat peluang-peluang mutlak, tapi tidak berhasil.”

SIMAK JUGA: PREVIEW Liga 1: Persela - Mitra Kukar

Herkis berharap kondisi ini bisa menjadi pelajaran bagi semua pemain. Jajaran pelatih berusaha segera menemukan solusi mengenai kondisi yang menimpa tim, sehingga bisa bangkit untuk meraih hasil impresif dalam pertandingan berikutnya.

“Tentu ini secepatnya harus introspeksi, saya juga introspeksi untuk ke depan harus bisa bangkit. Saya juga berkali-kali bertanya kepada pemain,” ucap Herkis.

“Ini terkesan ada penurunan kepercayaan diri dan keyakinan. Ini yang akan kami cari solusinya agar kami segera bangkit lagi. Sebelumnya kami juga pernah mengalahkan Arema, Sriwijaya, Madura [United], serta Persija [Jakarta].”

SIMAK JUGA: Persela Bangga Punya Saddil Ramdani

Selain menampilkan Ramon Mesqueta menjalani debut, ada hal berbeda dalam skuat Persela dengan menjadikan Samsul Arif sebagai kapten tim, meskipun Huda dimainkan.

“Saya rasa setiap pemain yang dijadikan kapten pasti ada tanggung jawab lebih, 
dan saya rasa beban kalah-menang enggak ada. Tapi tadi di lapangan, kami tahu kami punya beban kalah dua kali sebelumnya, jadi mengawali pertandingan cukup banyak nervous. Secara individu tidak ada masalah, hanya beban tim, karena kalah dalam pertandingan-pertandingan sebelumnya,” tutur Samsul. (gk-43)

 

Footer Goal Indonesia Instagram

Tutup