Hamka Hamzah: Tuduhan Pengaturan Liga 1 Menyakitkan

Terakhir diperbarui
Komentar()
Hamka juga mengimbau agar PSSI memperbaiki kinerja wasit pada kompetisi musim depan.


WAWANCARA EKSKLUSIF   ABI YAZID    DARI   MALANG   

Bek senior Arema FC Hamka Hamzah menilai tuduhan Liga 1 sebagai liga yang sudah diatur atau "settingan" adalah hal yang menyakitkan bagi pemain. Menurutnya, calon juara saat ini yaitu Persija Jakarta dan PSM Makassar memiliki pemain yang bagus dan layak menjadi juara tanpa embel-embel tersebut.

Pemain asal Makassar ini mengaku gerah, apalagi tuduhan itu dilakukan menjelang musim berakhir. Tidak heran dia kemudian melakukan perlawanan atas tuduhan yang membuat sepakbola Indonesia menjadi gaduh.

Untuk menjadi juara, menurut Hamka klub harus mendatangkan pemain yang bagus. Salah satunya adalah Sriwijaya FC yang sempat bagus namun akhirnya terperosok terancam di zona degradasi karena kehilangan pemain intinya di putaran kedua.

"Saya sebagai pemain sangat merasa kecewa dengan adanya pernyataan seperti itu. Kami ini pemain di awal musim dikontrak oleh klub untuk menargetkan menjadi juara. Saya yakin 18 klub yang ada di Liga 1 ini menargetkan juara. Jadi kalau dikatakan settingan dari awal salah satu tim menjadi juara itu tidak masuk akal," ujar Hamka.

"Sebagai contoh kita lihat putaran pertama, yang menguasai adalah Barito Putera, Sriwijaya FC, dan Persib Bandung. Sedang Persija dan PSM ini terseok-seok di bawah, padahal kalau settingan harusnya mereka terus menerus di papan atas sampai akhir tanpa kalah, ya itu bisa dicurigai. Jadi kalau berandai-andai saat laga sisa empat pertandingan ya semua orang bisa melakukannya," tegas mantan pemain PSM dan Sriwijaya FC tersebut.

"Isu ini merebak mungkin karena akibat gencarnya komentar di media sosial. Sehingga memengaruhi pencinta sepakbola Indonesia termasuk fans klub masing-masing. Itu tidak bagus jika tidak memiliki cukup bukti karena itu bisa merusak nama baik klub," tambah pemain yang identik dengan nomor punggung 23 tersebut.

Hamka menilai, jika ada bukti tentang pengaturan skor dan kompetisi, seharusnya langsung dilaporkan sehingga tidak merebak sebagai isu liar yang merugikan. Dia  mencontohkan seperti yang terjadi di Liga 2.

"Kalau Liga 2 ini yang bagus, mereka membuktikan jika ada pengaturan skor. Ini yang saya suka karena memiliki bukti rekaman percakapan dan penawaran. Sehingga berikan bukti kepada media, dan itu akan memalukan. Terbukti ada berita Exco itu mengundurkan diri dan didenda. Tetapi kalau Liga 1 saya tidak terima, saya suka liga ini," jelas Hamka.

GFXID Hamka Hamzah Quotes Settingan

Sebagai pemain senior, Hamka sebenarnya pernah menemukan kejadian match fixing saat memperkuat Borneo FC. Hanya saja pada saat itu meskipun sudah menangkap pelaku yang mencoba mengatur rekannya dan menyerahkan kepada kepolisian, tetapi ternyata tidak ada tindakan.

"Saya tidak pernah melihat pemain saya sendiri, tetapi pernah ada dua rekan saya bercerita pernah akan diberikan janji untuk mengalah. Tetapi ternyata dibebaskan karena kami tidak memiliki cukup bukti," tegasnya.

Di sisi lain, Hamka juga menginginkan adanya perbaikan pada liga di musim depan utamanya pada kualitas wasit. Dia tidak menutup mata jika wasit seringkali menguntungkan tuan rumah.

"Saya tidak tahu soal pengaturan skor, tetapi soal laga yang dipimpin wasit tidak bagus karena menguntung tuan rumah itu sering terjadi. Saya merasakan sebagai pemain. Sehingga ke depan PSSI mungkin harus menaikkan gaji wasit yang memimpin pertandingan. Kedua tentu adalah menjaga wasit itu sendiri misalnya ada pengawalan. Ketiga adalah pemain harus terfokus bermain bola, tidak boleh ada satu orang pun di luar panpel yang berada di area sentel ban," tutupnya. (gk-48)

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Luka Modric Pemenang Ballon D'Or 2018
2. Cristiano Ronaldo Goreskan Sejarah 60 Tahun Di Juventus
3. Roberto Carlos Melamar Jadi Pelatih Bali United
4. Lucas Torreira: Unai Emery Kunci Kebangkitan Arsenal
5. Deretan Rivalitas Sepakbola Terpanas Di Seluruh Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
Giuseppe Marotta Ingin Inter Milan Dilatih Antonio Conte
Artikel Selanjutnya:
AC Milan Enggan Permanenkan Gonzalo Higuain, Lampu Hijau Bagi Chelsea
Artikel Selanjutnya:
Unai Emery Beberkan Kunci Kesuksesan Lucas Torreira Di Arsenal
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Hannover 96 0-4 Bayern Munich
Artikel Selanjutnya:
Jadwal & Informasi Lengkap Piala Dunia Antarklub 2018
Tutup