Gomes De Oliviera Puji Motivasi Pemain Madura United

Terakhir diperbarui
Komentar()
Goal / Abi Yazid
Gomes mengakui Madura United sempat kewalahan di babak pertama akibat dua pemain cedera.

Pelatih Madura United Gomes De Oliviera memuji penampilan pemainnya ketika mengalahkan Madura FC 4-1 pada pertandingan 64 Besar Piala Indonesia 2018 di Stadion A Yani, Sumenep, kemarin.

Madura United sempat tertinggal loebih dulu melalui gol Joko Prayitno pada menit ke-21. Namun Laskar Sape Kerrab bangkit di babak kedua, sehingga mampu membalikkan keadaan melalui gol Engelberd Sani di menit ke-62 dan 69, Imam Bagus (76) dan Fabiano Beltrame (83).

Gomes mengutarakan, Madura United mengalami kendala cedera pemain di babak pertama. Bahkan, mereka harus menarik keluar Mamadou Sammasa ketika laga baru berjalan dua menit. Sedangkan Junda Irwan terpaksa diganti Andik Rendika Rama di menit ke-32.

“Kami tidak menyangka Sammasa akan cedera di menit awal. Itu kesulitan yang kami hadapi di pertandingan. Tapi Engelberd bermain bagus, dan dia membantu kami meraih kemenangan,” ujar Gomes.

“Saya puas pemain kami bekerja bersama dengan baik sampai pertandingan selesai. Kami tetap menunjukkan kolektivitas, dan membawa kemenangan untuk lolos ke babak 32 besar.”

Sementara asisten pelatuh Madura FC Ahmad Nurrosadi menyatakan, mereka mengalami kesulitan mengimbangi permainan tim tamu akibat krisis pemain. Selepas babak Delapan Besar Liga 2 2018, sejumlah penggawa Madura FC sudah kembali ke kampung halamannya masing-masing, sehingga hanya mengandalkan 14 pemain.

“Beberapa pemain kami sudah mulai meninggalkan tim. Kami juga tidak banyak melakukan persiapan untuk pertandingan. Jadi, hasilnya memang seperti ini,” jelas Ahmad.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

Edy Rahmayadi: Saya Tidak Gila Jabatan . Edy Rahmayadi menolak dengan tegas mundur dari kursi ketua umum PSSI. Ia menyebut masih mampu bekerja secara baik meski saat ini memegang dua jabatan sekaligus. . Selain jadi ketua umum PSSI, Edy juga merupakan Gubernur Sumatera Utara. Alhasil, sebagian pihak menilai mantan Pangkostrad TNI tersebut diminta meletakkan jabatannya di federasi sepakbola nasional itu. . Publik dan pecintan sepakbola nasional menilai Edy tak bisa menjalankan tugasnya secara baik. Rangkap jabatan yang dipegangnya yang membuat desakan agar Edy mundur menggema. . "Saya tak gila jabatan, Pangkostrad pun saya tinggalkan apalagi hanya Ketua Umum PSSI," kata pria berusia 57 tahun tersebut. . Lebih lanjut, Edy menyampaikan sempat berpikir untuk mundur. Hanya saja hal ini bukan karena desakan dari publik, melainkan ia ingin terus menerus mendapat hinaan. . "Memang ada di benak saya akan mundur, iya, tapi bukan karena saya tak bisa menangani ini, bukan itu persoalannya. Tapi karena kepentingan pribadi saya. Saya ke ingin santai, tak ingin di bully-bully," ujarnya. . "Karena di PSSI ini, begitu menang tak ada yang menyanjung saya, malah orang yang memakai kesenangan ini. Tapi begitu kalah, Edy Out. Saya mau tenang, santai, bukan karena saya tak bisa membina. Saya bawaan lahir memang begini," tambahnya. . . #pssi #edyrahmayadi #liga1 #indonesia #instagoal

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Daftar Peringkat Ballon D'Or 2018
2. Bos PSM: Saya Makin Mengerti 'Permainan' Sepakbola
3. Gonzalo Higuain Kembali Berkostum Juventus?
4. The Jakmania Siap Bantu Bersih-Bersih Stadion GBK
5. Siapakah Brahim Diaz? Youngster Man City Menuju Real Madrid
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Torino 0-1 Juventus
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Borussia Dortmund 2-1 Werder Bremen
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Inter Milan 1-0 Udinese
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Real Madrid 1-0 Rayo Vallecano
Artikel Selanjutnya:
Giuseppe Marotta Ingin Inter Milan Dilatih Antonio Conte
Tutup