GoalPedia Piala Dunia: Ongkos Supermahal Negara Tuan Rumah

Komentar()
Getty
Menjadi tuan rumah Piala Dunia artinya harus siap mengeluarkan biaya masif, yang tak jarang menimbulkan dampak negatif di bidang ekonomi dan sosial.

“Lapangan yang berwarna kecokelatan itu diserbu cacing, dengan kerusakan di sejumlah jendela dan pintu, serta hilangnya 10 persen dari 78.000 tempat duduk.”

Demikian sepenggal kalimat yang ditulis CNN, melaporkan kondisi Maracana pada awal 2017 lalu. Publik dunia tentu terenyak dengan berita tersebut. Hanya berselang sekitar tiga tahun sejak Mario Gotze mencetak gol tunggal di final Piala Dunia 2014, kuil sepakbola kebanggaan rakyat Brasil itu berubah menjadi stadion berhantu.

Apa yang terjadi di Maracana itu memunculkan kesadaran kolektif bahwa tidak selamanya menjadi tuan rumah Piala Dunia itu menyenangkan, apalagi menguntungkan. Besaran uang yang dikeluarkan selalu menjadi isu utama. Terkait hal ini, Brasil menjadi contoh terbaik untuk menggambarkan persoalan buruk ini..

Seperti dilaporkan Bloomberg, Brasil menghabiskan dana lebih dari $14,5 miliar (sekitar Rp200 triliun) untuk menggelar Piala Dunia 2014. Hampir seluruh dana raksasa ini dihabiskan untuk renovasi stadion dan perbaikan infrastruktur pendukung.

Angka $14,5 miliar tersebut tergolong amat besar, bahkan hampir setara dengan total biaya lima edisi Piala Dunia sebelumnya! Rinciannya sebagai berikut: PD 1994 Amerika Serikat ($30 juta), PD 1998 Prancis ($340 juta), PD 2002 Jepang-Korea Selatan ($5 miliar), PD 2006 Jerman ($6 miliar), PD 2010 Afrika Selatan ($4 miliar). Total kelimanya mencapai $15,37 miliar.

GFXID GoalPedia Piala Dunia H-15 | Turnamen Supermahal

Brasil, sayangnya, tidak mendapat dampak ekonomi yang diharapkan dari investasi raksasa itu, seperti target pendapatan negara yang tidak tercapai hingga tingkat pengangguran dan kemiskinan yang tetap tinggi. Lembaga pemeringkatan ekonomi Moody’s menyebutkan, Piala Dunia 2014 hanya menaikkan PDB Brasil sebesar 0,4 persen selama sepuluh tahun ke depan.

Paling miris adalah dampak sosial yang ditimbulkan. Ratusan ribu warga Brasil digusur paksa dari rumahnya demi pembangunan stadion, jalan, bandara, dan infrastruktur lain. Angka $14,5 miliar itu juga melebihi anggaran tahunan kesejahteraan sosial Brasil untuk 50 juta penduduk miskinnya. Tidak mengherankan muncul gelombang protes besar-besaran jelang turnamen.

Ditambah dengan kekalahan 7-1 yang diderita timnas Brasil di semi-final, Piala Dunia 2014 terasa begitu menyakitkan untuk Negeri Samba. Menjadi tuan rumah turnamen terakbar justru membuat Brasil takluk di dalam dan di luar lapangan.

Tingginya ongkos Piala Dunia hingga dampak buruk yang mengikutinya membuat banyak negara kini berpikir dua kali untuk menjadi tuan rumah Piala Dunia. Sejumlah kota di Amerika Serikat diberitakan sudah menolak untuk dipilih sebagai city venue jika FIFA menunjuk negeri adidaya itu sebagai tuan rumah Piala Dunia 2026

Patut dinanti apakah Rusia (2018) dan Qatar (2022) mampu memperbaiki reputasi tuan rumah Piala Dunia atau justru memperburuknya.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

GoalPedia Piala Dunia adalah artikel berseri dari Goal Indonesia tentang fakta-fakta menarik dalam sejarah Piala Dunia yang diterbitkan sejak H-30 sampai kick-off Piala Dunia 2018. Simak daftar lengkapnya di sini!

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Mo Salah, Pogba Di Antara Ramadan & Piala Dunia 2018
2. Ronaldo Kecewa Dengan Usaha Man United Memulangkannya
3. Fabinho & Keita Datang, Seperti Apa Formasi Ideal Liverpool?
4. Cederai Salah, Ramos Dituntut €1 Miliar
5. Daftar Lengkap Transfer Top Musim Panas 2018

Tutup