Berita Live Scores
Goalpedia

Goalpedia: Mengapa UEFA Hapus Aturan Gol Tandang Di Liga Champions & Liga Europa?

17.01 WIB 28/06/21
GOALPEDIA_Gol Tandang_COVER
UEFA memilih untuk mengubah aturan yang sudah digunakan selama lebih dari setengah abad tersebut, tapi apa yang mendasari keputusan mereka?

Badan Sepakbola Tertinggi Eropa (UEFA) melakukan gebrakan dengan menghapus aturan gol tandang di Liga Champions dan Liga Europa. Keputusan tersebut berlaku efektif mulai musim 2021/22 mendatang, dengan UEFA mengumumkan itu secara mendadak pada pertengahan Juni 2021.

Sejatinya, sistem aturan gol tandang itu telah dipakai selama lebih dari setengah abad, tepatnya gelaran 1965/66 silam, sehingga kini muncul pertanyaan “Mengapa UEFA memutuskan untuk menyudahinya sekarang?”

Goal coba menjelaskannya di sini!

Perubahan Sistem Aturan Gol Tandang

Seperti yang telah dijabarkan di atas, aturan gol tandang itu sudah digunakan selama lebih dari setengah abad, namun kini tidak akan lagi dipakai sebagai penentuan pertandingan fase gugur di kompetisi klub UEFA, termasuk Liga Champions dan Liga Europa.

Presiden UEFA Aleksander Ceferin menjelaskan bahwa aturan gol tandang sekarang bertentangan dengan tujuan awal dan menyatakan keyakinannya bahwa regulasi itu membuat tim-tim cenderung bermain negatif bukannya menyerang.

Sebuah pernyataan UEFA berbunyi: "Mengikuti rekomendasi dari Komite Kompetisi Klub UEFA dan Komite Sepakbola Wanita UEFA, Komite Eksekutif UEFA hari ini telah menyetujui proposal untuk menghapus apa yang disebut aturan gol tandang dari semua kompetisi klub UEFA (pria, wanita dan usia muda) pada fase kualifikasi kompetisi 2021/22.

"Aturan gol tandang sebelumnya diterapkan untuk menentukan pemenang pertandingan dengan sistem gugur dua leg dalam kasus di mana kedua tim telah mencetak jumlah gol yang sama secara agregat selama dua pertemuan."

Format Baru

Dengan tidak adanya lagi aturan gol tandang, mulai musim 2021/22 tim yang lolos di fase gugur apabila memiliki agregat skor imbang akan ditentukan melalui babak perpanjangan waktu 30 menit yang dimainkan di akhir leg kedua.

Jika masih imbang juga maka pertandingan diteruskan ke babak adu penalti.

Adapun aturan gol tandang belakangan menuai banyak kecaman terutama dengan adanya sejumlah pertandingan yang harus digelar di tempat netral akibat pembatasan perjalanan di tengah wabah virus corona (Covid-19).

Mengurangi Comeback Epik

Liga Champions dan Liga Europa merupakan dua kompetisi besar di bawah naungan UEFA yang menyedot animo besar dari suporter.

Mereka yang hadir langsung ke stadion maupun penonton layar televisi pasti menginginkan drama yang memihak timnya, namun peraturan terbaru ini akan mengurangi itu sebagaimana duel di lapangan bakal berlangsung lebih intens karena tidak ada lagi yang diuntungkan sistem gol tandang.

Dalam beberapa waktu terakhir telah terjadi comeback epik di kompetisi tertinggi benua Eropa itu, seperti Tottenham Hotspur yang mengalahkan Ajax di fase kritis leg kedua semi-final berkat hat-trick Lucas Moura hingga Manchester United yang membalas PSG di Paris -- semuanya terjadi di musim 2018/19 lalu.

Dan seiring peraturan terbaru UEFA ini, momen balas dendam dalam menyamakan agregat tidak lagi dihitung sebagai jalan untuk memuluskan langkah mereka karena pemenang bakal ditentukan lewat banyak-banyakan gol.