Gianni Infantino: VAR Adalah Masa Depan Sepakbola Meski Belum Sempurna

Komentar()
Getty Images
Meski penggunaan VAR di Piala Konfederasi banyak dikritik, sang presiden FIFA tetap berpegang teguh pada keyakinannya.

OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Presiden FIFA Gianni Infantino memberi indikasi kuat bahwa Teknologi Asisten Wasit Video (VAR) akan tetap diterapkan di Piala Dunia 2018 kendati teknologi anyar itu menuai banyak kritik di sepanjang gelaran Piala Konfederasi 2017.

VAR mendapat sorotan tajam di turnamen pemanasan Piala Dunia itu karena kerap menimbulkan kebingungan. Seperti diketahui, analisis video tayangan ulang yang dilakukan VAR dalam sebuah insiden membutuhkan waktu yang cukup lama sebelum wasit di lapangan membuat keputusan final.

Terdapat sejumlah momen di Piala Konfederasi yang memicu perdebatan karena intervensi VAR. Di antaranya adalah penganuliran gol Eduardo Vargas saat Cile menghadapi Kamerun dan insiden salah kartu merah dalam laga Jerman melawan Kamerun.

SIMAK JUGA: Piala Dunia 2018 Dalam Ancaman VAR?

Meski demikian, Infantino menegaskan bahwa VAR adalah “masa depan sepakbola”. Ia menilai teknologi tersebut telah sukses diujicobakan di Piala Konfederasi sehingga tidak ada alasan untuk tidak menerapkannya di Piala Dunia 2018.

“Sejauh yang saya ketahui, tidak ada yang menjadi penghalang untuk terus menggunaakan VAR. Salah satu yang harus ditingkatkan adalah komunikasi antarwasit dan belajar untuk terbiasa dengan VAR,” terang Infantino dalam jumpa pers, Jumat (1/7).

“Pada akhirnya VAR akan menghadirkan keputusan yang tepat. Ini akan menguntungkan semua pihak. Musim depan akan ada sejumlah liga yang akan menggunakan VAR, yakni Serie A dan Bundesliga. VAR adalah masa depan sepakbola,” tegasnya.

Pierluigi Collina

Sementara itu, Ketua Wasit FIFA Pierluigi Collina juga menyatakan dukungannya terhadap penggunaan VAR. Ia menilai, VAR akan meringankan tekanan terhadap wasit utama di lapangan. “Salah seorang wasit Piala Konfederasi bercerita kepada saya bahwa dia menikmati laga karena dia merasa tidak tertekan,” terangnya.

Meski demikian, mantan wasit asal Italia juga merasa penerapan VAR masih bisa ditingkatkan lagi. “Baru ada 74 laga yang menggunakan VAR secara resmi. Ini bukan jumlah yang besar. Ada hasil yang positif, tetapi harus kami tingkatkan. Tentu mengejutkan jika teknologi ini langsung sempurna dalam waktu singkat.”

“Sejauh ini, kami gembira. Kami ingin menghindari momen-momen buruk yang masih diingat oleh semua orang akibat keputusan keliru dalam sebuah laga penting,” imbuhnya.  

 

Tutup