Gennaro Gattuso, Juru Selamat AC Milan Yang Tak Terduga

Terakhir diperbarui


OLEH  DEWI AGRENIAWATI

Mayoritas fans AC Milan pasti tercengang ketika klub memutuskan menunjuk Gennaro Gattuso sebagai sukses Vincenzo Montella jelang akhir tahun lalu.

Gattuso yang minim pengalaman, dianggap kurang pas menangani I Rossoneri, yang ketika itu dianggap tak punya semangat, tak punya gairah dan terombang-ambing tanpa arah.

Namun, dalam waktu tak begitu lama Gattuso berhasil membungkam peragu. Ia bak juru selamat Milan yang kini dielu-elukan Milanisti garis keras. Formasi 4-3-3 dianggap menjadi salah satu kunci sukses kebangkitan Il Diavolo Rosso, meski taktik tersebut awalnya menuai anggapan miring dari beberapa kalangan. 

“Saya sakit perut ketika melihat Milan bermain dengan formasi ini, ini benar-benar salah,” ketus Silvio Berlusconi, melihat formasi 4-3-3 yang diterapkan Gattuso. “Formasi ini bertentangan dengan semua prinsip yang menjadikan saya presiden paling sukses dalam sejarah. Mereka tidak mendengarkan saran saya.”

Telinga Gattuso mungkin sudah biasa mendengar ocehan Berlusconi macam ini. Mantan presiden Milan ini memang kerap mengeluarkan kritik soal formasi pemain, termasuk di era Carlo Ancelotti, bahkan ketika ia memenangkan gelar Liga Champions.

Tapi ungkapan Berlusconi mungkin ada benarnya, Milan memang tidak bermain cantik. Namun terlepas dari itu, sistem yang diimplementasikan Gattiso pada medio Desember itu kini membuahkan hasil dan meski kemenangan tidak diraih lewat permainan indah, Milan mengalami peningkatan signifikan.

Tak percaya? Papan klasemen jadi buktinya. Mereka tidak terkalahkan di 12 pertandingan, dengan lima kemenangan beruntun termasuk di dalamnya. Tertinggal 18 poin di belakang Inter Milan saat menggantikan Montella tiga bulan lalu, jarak kedua tim kini memendek menjadi tujuh. Mengeliminasi saudara sekota mereka di ajang Coppa Italia akhir Desember kemarin tampaknya menjadi titik balik Milan.

Gattuso telah mengubah sekolompok orang asing menjadi sebuah tim, membuat Milan kembali bersemangat, yang tidak mereka miliki sebelumnya di musim ini. Milan tampil lebih solid sekarang, dengan Leonardo Bonucci dan Alessio Romagnoli bermain bersama setiap pekan. Mereka mencatat clean sheet di lima laga konsekutif. Davide Calabria sekarang pemain reguler, setidaknya sampai Andrea Conti kembali.

Tim juga makin sulit terprediksi dengan peningkatan permainan Hakan Calhanoglu dan Giacomo Bonaventura di sektor kiri, sementara duet Suso dan Franck Kessie di sisi kanan juga tak kalah mematikan. Gattuso bahkan berani mengandalkan pemain muda Patrick Cutrone, meski mereka punya pemain anyar Nikola Kalinic dan Andre Silva yang diboyong dengan harga tidak murah. 

Satu perbedaan yang paling dirasakan Kessie antara era Montella dan Gattuso adalah: ““Gattuso membuat kami bekerja lebih keras, terutama dalam hal taktik. Dengan Montella, kami bekerja sangat sedikit dalam latihan, namun sekarang berbeda dengan Gattuso dan Anda dapat melihat hasilnya di lapangan,” ujarnya pascakemenangan atas AS Roma.

“Atmosfer ruang ganti selalu sama, perbedaannya adalah sekarang kami bekerja lebih keras. Ini seperti sebuah keluarga di sini dan hasilnya mulai datang.

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Timnas Indonesia U-23 Kalahkan Timnas U-19, Egy Maulana Vikri Cedera
2. Arema FC Datangkan Pesaing Gustavo Lopez
3. Hasil Undian Babak 16 Besar Liga Europa: AC Milan Jumpa Arsenal
4. Ilija Spasojević Kaget Dengan Kualitas Timnas Indonesia U-19
5. Jose Mourinho: Lawan Chelsea Kian Tak Berarti