Fokus Ke Piala Indonesia, Kim Jeffrey Kurniawan Enggan Bahas Target 2019

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Kim tetap mempersiapkan dirinya, meski jadwal pertandingan 32 Besar belum ada kejelasan.

Gelandang Persib Bandung Kim Jeffrey Kurniawan enggan membicarakan target di Liga 1 2019, dan memilih fokus membantu Pangeran Biru meraih hasil maksimal di Piala Indonesia 2018.

Persib berhasil mengambil satu tempat di babak 32 Besar, dan mempunyai peluang tampil sebagai juara. Apalagi kampiun di ajang ini membuka pintu bagi klub Indonesia berlaga di Piala AFC 2019.

Kim mengatakan, meski jadwal 32 Besar belum ada kepastian, ia tetap mempersiapkan diri agar ketika masuk ke dalam susunan pemain dalam kondisi siap. Karena itu, Kim enggan membicarakan target di Liga 1, karena kick-off kompetisi kasta tertinggi di Indonesia ini masih terlalu lama.

“Musim depan masih di Persib, tapi masih terlalu awal buat membicarakan target. Kami saja belum tahu liga itu kapan dimulai, dibawa santai dulu. Kalau mau bicarakan target, ya fokus dulu ke Piala Indonesia,” kata Kim diwartakan laman Simamaung.

“Kalau sudah ada jadwalnya lebih enak, karena sekarang kami diliburkan tanpa batas waktu yang tentu, jadi kami menunggu kabar dari Piala Indonesia kapan main. untuk saya pribadi, siap main di situ.”

 

View this post on Instagram

Komisi disiplin (Komdis) konfederasi sepakbola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI setelah dianggap lalai meminta pemain timnas Indonesia U-19 berjabat tangan di Piala Asia U-19 Oktober lalu. . Komdis AFC menilai PSSI telah melanggar pasal 50 kode disiplin dan etik terkait jabat tangan pascalaga antara Indonesia dan Qatar pada 21 Oktober. Kala itu, Qatar memetik kemenangan 6-5. Akibat kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan denda sebesar 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp14 juta. . “Terdakwa gagal memastikan semua pemainnya melakukan jabat tangan fair play setelah pertandingan,” demikian pernyataan Komdis melalui laman resmi AFC. . Selain kepada PSSI, AFC juga menjatuhkan denda serupa kepada Thailand dan Qatar. Tim terakhir mendapat denda dua kali, karena pemain mereka juga tidak berjabat tangan saat melawan Thailand. . Sementara itu, pelatih Tajikistan Ergashev Mubin dikenakan denda sebesar 5.000 dollar AS, atau sekitar Rp71,5 juta, karena memberikan komentar yang buruk saat menghadapi Korea Selatan di laga perempat-final.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Agenda Sepakbola Nasional 2019
2. Pemain Indonesia Jadi Starter Di Kompetisi Muda Spanyol
3. Cristiano Ronaldo: Datanglah Ke Serie A, Messi!
4. Laga Piala Indonesia PS TIRA Versus PSIM Rusuh
5. Peserta 16 Besar Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
Kevin-Prince Boateng: Lionel Messi Pemain Terbaik Di Dunia
Artikel Selanjutnya:
Barito Putera Kontrak Dua Bek Asal Brasil
Artikel Selanjutnya:
Tren Negatif Home United Jelang Lawan Persija Jakarta
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Korea Selatan 2-1 Bahrain
Artikel Selanjutnya:
Jelang Piala AFF U-22, Myanmar Tunjuk Pelatih Baru
Tutup