Final Liga Champions 2016/17: Pertahanan Terbaik Versus Raja Gol

Komentar()
Goal Indonesia/Rido Alamsah
Pemilik pertahanan terbaik versus penyerangan terbaik bakal saling berduel. Siapa paling berhak mengangkat Si Kuping Lebar?

OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di twitter

Final Liga Champions 2016/17 di Cardiff, Minggu (4/6) dini hari WIB, boleh dikatakan sebagai final ideal. Sang pemilik pertahanan terbaik Juventus bakal dipertemukan dengan raja gol kompetisi Real Madrid. Ketangguhan pertahanan Italia melawan agresivitas sepakbola Spanyol. Statistik kedua tim di sepanjang gelaran Liga Champions musim ini menyajikan fakta menarik tersebut.

Keberhasilan Juventus melaju ke partai puncak -- yang kedua dalam tiga musim terakhir -- tentu tak bisa dilepaskan dari solidnya lini belakang mereka. Bukannya mengecilkan peran para pemain depan seperti Gonzalo Higuain atau Paulo Dybala, namun kekuatan utama Si Nyonya Tua memang terletak pada pertahanan tangguh mereka.

SIMAK JUGA: Membedah Kelemahan Juve & Madrid

Betapa tidak, dari 12 partai yang sudah dijalani, gawang Juventus hanya bergetar tiga kali! Bahkan trio MSN milik Barcelona, yang disebut-sebut sebagai tiga penyerang paling mematikan di dunia, gagal menciptakan sebiji gol pun di dua laga perempat-final saat melawan anak asuh Massimiliano Allegri.  

Gianluigi Buffon tentu sangat bersyukur memiliki kumpulan bek tangguh yang melindunginya, seperti Giorgio Chiellini dan Leonardo Bonucci. Namun, Buffon sendiri sebetulnya juga sangat jago secara individu, karena mampu membukukan delapan clean sheet. Total, Juventus mengukir sembilan clean sheet di Liga Champions musim ini, terbanyak di antara tim lain.

GFXID Vaseline Juve Madrid Cover

Benteng sekukuh itulah yang coba diruntuhkan oleh Madrid, sang juara bertahan musim lalu. Mampu melakukannya, maka Los Blancos akan menjadi tim pertama yang sanggup mempertahankan gelar sejak format Liga Champions bergulir pada 1992.

Dengan Cristiano Ronaldo sebagai juru gedor andalan di lini depan, maka aka nada jaminan permainan menyerang Madrid seperti di laga-laga sebelumnya. Ronaldo telah mencetak sepuluh gol, namun jumlah itu hanya sekitar kurang dari sepertiga dari total gol Madrid di Liga Champions musim ini.

Armada Zinedine Zidane sudah menggelontorkan 32 gol dari 12 partai alias mencatatkan 2,67 gol per laga. Jumlah ini tidak tertandingi oleh klub mana pun. Madrid juga telah melepas 185 tembakan, yang juga menjadi catatan terbaik di kompetisi ini.

SIMAK JUGA: Ketika Madrid Menjinakkan Si Perkasa Juve

Oleh karena itu, sah-sah saja jika Madrid hanya sanggup sekali menjaga gawangnya perawan dari 12 laga, sebab produktivitas gol dan agresivitas lini depan mereka mampu menutupi kekurangan itu dengan sempurna.

Daya dobrak Madrid yang amat ofensif itu bakal mendapat ujian tersulitnya kala menghadapi pertahanan alot Juventus pada akhir pekan ini. Tentu tidak terbayangkan betapa serunya jika dua kutub yang amat berseberangan ini diadu dalam satu arena.

Apakah akan ada treble untuk Juventus atau justru La Duodecima buat Madrid?

 

Performa optimal di atas lapangan bisa membuat kusam wajah para pemain, tapi mereka tak perlu lagi cemas soal penampilan. Pasalnya ada Vaseline Men Active Bright Oil Expert Gel Wash yang mengandung Micro-Droplets of Vaseline Jelly yang dapat digunakan usai pertandingan untuk mengembalikan wajah tetap cerah dan #GantengMaksimal walau habis bercucuran keringat.

Tutup