Fandi Eko Utomo Tak Terbebani Gantikan Peran Robertino Pugliara

Komentar()
Goal / Abi Yazid
Fandi hanya fokus membantu Persebaya meraih poin di tiap laga, termasuk saat menghadapi Madura United.

Gelandang serang Persebaya Surabaya Fandi Eko Utomo menegaskan, ia tidak merasa terbebani menjalani peran Robertino Pugliara yang terpaksa mengakhiri musim lebih cepat akibat cedera.

Fandi telah menjalankan peran itu dengan baik ketika menggasak Persib Bandung 4-1 akhir pekan kemarin. Bahkan, Fandi turut menyumbang dua gol di laga tersebut. Peluang tampil sebagai starter saat menghadapi Madura United, Kamis (25/10), makin terbuka lebar.

“Saya tidak terbebani harus menggantikan posisi Robertino Pugliara. Saya ingin membantu Persebaya meraih hasil positif di setiap pertandingan,” tegas Fandi dilansir laman resmi klub.

Duel melawan Madura United mempunyai arti tersendiri, mengingat Fandi pernah memperkuat Laskar Sape Kerrab. Hanya saja, Fandi tidak begitu mengetahui perkembangan terbaru calon lawan.

“Sama seperti lawan tim lain, yang pasti teman-teman sudah siap untuk kembali mempersembahkan poin penuh. Semoga kami bisa meneruskan yang kemarin,” ujar putra legendaris Persebaya Yusuf Ekodono ini.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Untuk [pemain] yang baru, tidak terlalu tahu. Tapi Asep [Berlian] dan Slamet [Nurcahyono] yang cukup kuat di lini tengah mereka.”

 

View this post on Instagram

Anggota komite eksekutif (Exco) PSSI A.S. Sukawijaya angkat bicara terkait unggahan yang diberikan Luis Milla di media sosialnya. Ia menyatakan memang ada pelanggaran kontrak terhadap sosok asal Spanyol tersebut. Dalam unggahannya itu Milla, menuliskan PSSI memiliki manajemen yang buruk. Selain itu, eks Barcelona dan Real Madrid ini menyebutkan petinggi induk sepakbola nasional tersebut kadar profesional yang rendah. Namun, pelanggaran yang dimaksud bukan tentang perpanjangan kontrak yang direncanakan PSSI. Melainkan ketika, Milla masih menjabat sebagai pelatih timnas Indonesia U-23 saat Asian Games 2018. "Jadi yang dimaksud Milla, itu adalah PSSI suka telat membayar gaji. Itu namanya mengingkari kontrak. Kontraknya Milla itu sudah habis, dan sudah selesai," ucap pria yang karib disapa Yoyok Sukawi tersebut. #pssi #luismilla #indonesia "Memang, saat pembayaran gaji itu, kita (PSSI), sering terlambat, saya akui. Makanya Milla bilang di situ, bahwa PSSI itu tidak profesional. Lalu sering mengingkari kontrak, itu bukan memutuskan kontrak sepihak," tambahnya. Lebih lanjut, Yoyok menyebutkan Milla yang tak mau diperpanjang kontraknya. Maka dari itu, PSSI menunjuk Bima Sakti sebagai juru racik strategi timnas Indonesia di Piala AFF 2018. "Lalu yang kedua, di dalam Instagram Milla itu justru menegaskan, bahwa dia yang tidak mau diperpanjang kontraknya. Coba dibaca baik-baik. Jadi intinya, dia bercerita, 'kenapa saya tidak mau diperpanjang, karena PSSI tidak profesional, PSSI suka telat bayar gaji'. Jadi dia bercerita begitu," ucapnya. "Jadi dia bercerita, 'tidak betul kalau saya itu mau datang ke Indonesia untuk memperpanjang kontrak, karena saya tidak mau diperpanjang. Karena PSSI tidak profesional, telat bayar gaji'. Maknanya seperti itu. Jadi jangan kebalik. Seolah-olah Milla mau, tapi kita tidak niat, lalu kita putus kontrak, itu beda sekali," imbuhnya.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Tumbangkan Indonesia, Pelatih Qatar Kena Kartu Merah
2. Gerutu Jose Mourinho Usai Drama Di Stamford Bridge
3. RESMI: Bima Sakti Pelatih Indonesia Di Piala AFF 2018
4. Icardi: Cara Inter Bungkam Milan Memuaskan!
5. Fabinho, Cesc Fabregas & Tim Cadangan Termahal Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup