EuROPAN: Juara Baru Euro Semakin Terbuka

Komentar()
Getty
Tersingkirnya Inggris, Spanyol dan kejutan Islandia memberikan kesempatan besar bagi negara-negara yang tidak pernah juara meraih supremasi tertinggi tahun ini.

Lolosnya Islandia ke babak perempat-final, memberi indikasi kuat, kesempatan untuk negara-negara di luar kekuatan besar seperti Jerman, Italia dan Prancis, semakin terbuka untuk menjadi juara Eropa.

Gagalnya tim juara bertahan Spanyol untuk meneruskan langkahnya guna mempertahankan gelar juara, serta tersingkirnya Inggris, seakan membuka mata dunia bahwa saatnya para pemburu gelar seperti Polandia, Portugal, Wales, Belgia dan Islandia untuk unjuk kekuatan dan meraih gelar juara. 

Kini, persaingan menjadi lebih mengerucut saat tersisa delapan tim di Euro 2016. Lebih enak lagi karena berkurangnya dua tim kuat yang harus angkat koper lebih dulu setelah gugur di perdelapan-final seperti yang dialami Spanyol dan Inggris.

Artinya, tinggal tersisa tiga tim besar yang punya tradisi kuat di Eropa yang bertahan yakni Jerman, Italia dan Prancis. Hanya ketiga tim inilah yang boleh saya katakan sebagai tim dengan latar belakang kuat pernah menjadi juara Eropa sejak perhelatan ini dimulai 1960. 

Kemungkina terciptanya final sesama peraih gelar juara Eropa tak mungkin lagi tercipta, setelah semua jagoan berkumpul dalam satu jalur sejak di babak 16 Besar. apakah ini sudah takdir bahwa harus ada juara baru yang lahir di Euro 2016? Yang pasti satu tempat final sudah dimiliki salah satu diantara Polandia, Portugal, Wales dan Belgia yang nantinya akan bertarung di babak perempat-final. Sisanya satu tempat lagi akan diperebutkan diantara Jerman, Italia, Prancis dan Islandia.

Melihat pemetaan seperti ini, maka peluang tim besar untuk bertahan lebih jauh semakin kecil, dengan bertemunya Jerman versus Italia di perempat-final. Salah satu diantara Jerman atau Italia harus pulang, dan itu menguntungkan tim-tim yang berada di jalur sebelah seperti Polandia, Portugal, Wales dan Belgia.

Lebih dahsyat lagi bila Islandia meneruskan langkah spektakulernya dengan merusak mimpi tuan rumah Prancis di perempat-final. Berada di jalur berat, Islandia sudah melewati tantangan sulit dengan memulangkan Inggris lewat kemenangan sensaionalnya 2-1.

Tak ada yang menduga sebelumnya bahwa tim yang beerpenduduk seperti tinggal di kota Depok itu, bisa menjungkalkan Inggris. Bahkan sebelum turnamen ini dimulai, Inggris salah satu tim yang oleh pengamat sepak bola di Eropa diunggulkan menjadi juara baru. Namun langkah tim asuhan Roy Hodgson itu terhenti di perempat-final. Islandia kini jadi satu-satunya tim ''underdog'' di jalur ''neraka'' yang bertahan. mereka justru dikepung oleh tiga raksasa Eropa seperti Prancis, Jerman dan Italia.

Saya menantikan ada kejutan lagi dari Islandia dan mereka tidak terhenti sampai di babak delapan besar. Semua pasti menjagokan Prancis dengan kualitas tim yang dimiliki Didier Deschamps. Tetapi dalam sepak bola semua bisa terjadi, apalagi bila melihat perjuangan Prancis yang begitu susah payah meraih tiket ke perempat-final sebelum mengalahkan Republik Irlandia 2-1.

Dari hasil itu setidaknya Islandia bisa termotivasi bahwa Prancis pun bukan tim super yang harus ditakuti. Jika mereka main seperti ketika bertarung melawan Inggris, maka Prancis akan kesulitan.

Akan menarik bila kemudian Islandia ada di semi-final. Dengan kemungkinan tersisihnya Prancis dan salah satu diantara Jerman atau Italia gugur, maka di empat besar tinggal tersisa satu tim besar. 

Untuk memutuskan mata rantai kekuatan dalam tim-tim yang punya tradisi kuat, memang harapan itu ada di pundak Islandia. Jika Islandia kalah, maka sudah dipastikan pertarungan di semi-final akan tersaji antara dua tim yang pernah menyandang gelar juara yakni Prancis dan salah satu  antara Jerman atau Italia. Dengan dua tim seperti ini yang berada di semi-final, jelas babak final tanggal 10 Juli mendatang akan bertemu antara tim pemburu entah Polandia, Portugal, Wales atau Belgia menghadapi Prancis, Jerman atau Italia.

Untuk itulah, bila Euro 2016 ingin punya cerita unik dan menarik, maka Islandia diharapkan terus melaju bahkan sampai final. Dengan Islandia ada di final, ini akan jadi cerita bagai ''cinderella'' yang dibuat Denmark pada 1992 dan Yunani 2004. 

Jika kita melihat dari sisi gengsi final, memang seakan tak punya greget, katakanlah Islandia harus jumpa Belgia. Banyak orang mungkin menginginkan final yang lebih ''seksi'' dimainkan Belgia vs Jerman, Belgia vs Prancis atau Belgia vs Italia. Atau paling tidak Portugal vs Jerman, Portugal vs Prancis dan Portugal vs Italia.

Ini jauh lebih punya nilai jual dibanding tim seperti Islandia yang kemudian lolos dan juara. Namun apapun yang harus dikatakan, justru saya tertarik dengan kiprah Islandia untuk mengulangi cerita sensasional yang pernah dibuat Denmark dan Yunani.

Bahkan cerita saat Cekoslowakia mengalahkan Jerman Barat (sekarang Jerman) di final lewat adu penalti pada tahun 1976. 

Melihat Jerman, Italia atau Prancis juara, sepertinya sudah biasa. Namun melihat dan menyaksikan Islandia, Belgia, Portugal, Wales atau Portugal juara adalah sebuah kisah langkah yang munculnya bisa belasan tahun lamanya.

Lihatlah bagaimana setelah Denmark juara 1992, kita harus menanti  selama 12 tahun untuk menyaksikan Yunani mengukir sejarah baru di Eropa pada tahun 2004. Dan bila kita harus menghitung waktu guna melihat lahirnya juara baru lagi, maka Euro 2016 adalah tempatnya untuk lahir sang juara baru.

Rentang waktunya pas 12 tahun sejak Yunani juara 2004 di Portugal. Siapa yang paling pantas juara diantara lima kandidat yang tersisa sampai perempat-final ? Menurut saya rating tertinggi adalah: Belgia! di urutan kedua Portugal, kemudian Polandia, Islandia dan Wales.

 

Tutup