Dihajar Shakhtar Donetsk, Sekarang Waktunya Real Madrid Merasa Cemas

Komentar()
Zinedine Zidane Real Madrid Shakhtar Donetsk GFX
Getty/Goal
Kekalahan 2-0 di Ukraina membuat posisi Zidane terus tersudut.

Zinedine Zidane dikenal kalem saat menjalani salah satu tugasnya sebagai pelatih di konferensi pers, tetapi tidak seperti biasanya, dimulai pertengahan bulan lalu.

"Kalian jangan khawatir," ujar Zidane setelah Madrid bermain imbang 1-1 lawan Villarreal di LaLiga. "Lanjutkan pekerjaan kalian dan begitu juga saya."

Rasa Frustrasi yang menerpa pelatih asal Prancis itu dipahami. Zidane membawa Real Madrid juara Liga Champions tiga kali beruntun. Dia layak mendapat waktu dan respek. 

Tetapi media di Madrid juga pantas cemas, apalagi fans. Sejak memastikan para jurnalis tidak perlu mengkhawatirkan timnya pada 21 November lalu, performa El Real memburuk. 

Madrid memang sukses menghajar Inter pekan lalu, tetapi permainan bodoh Arturo Vidal yang berujung kartu merah di babak pertama punya peran besar. 

Akhir pekan lalu Madrid dipermak tim papan tengah Alaves di kandang sendiri yang membuat juara bertahan LaLiga tersebut gagal menang di tiga pertandingan liga terakhir. 

Sekarang situasinya semakin buruk, mereka ditumpas Shakhtar Donetsk 2-0, melempar El Real ke petingkat tiga Grup B Liga Champions, dan terancam gagal ke babak gugur untuk pertama kalinya sepanjang sejarah.

Soal penguasaan bola dan tembakan, Madrid lebih baik sehingga Zidane pantas mengklaim jika timnya tidak pantas kalah, tetapi itu bukan alasan. 

Real Madrid Shakhtar 2020

Eden Hazard dan Sergio Ramos absen, namun klub seperti Real Madrid tidak seharusnya bersembunyi di balik absennya mereka. Jangna lupa, raksasa Ukraina itu tidak mencetak gol Liga Champions sejak menang di Madrid di matchday pertama dengan skuad yang dihantam virus corona. 

Mereka juga dipermalukan di dua pertandingan terakhir, kalah 6-0 dan 4-0 kandang dan tandang dari Borussia Monchengladbach. Tetapi, Madrid, meskipun punya Karim Benzema di lini depan gagal mengancam di Kiev Olympic Stadium. 

Setelah pertandingan Toni Kroos mengakui jika Real kesulitan mencetak gol musim ini. Memang begitulah kenyataannya, Los Blancos seperti tidak pernah bisa bangkit setelah tertinggal terlebih dahulu.

Keberhasilan Madrid merajai LaLiga pada musim lalu diyakini berkat ketangguh di lini belakang, tetapi benteng pertahanan mereka pada musim ini begitu rapuh. Setelah lima pertandingan Liga Champions, tim ibu kota Spanyol ini kebobolan sembilan gol. 

Catatan ke belakang juga membuktikan, ketika Serio Ramos ditarik dari empat bek sejajar, Madrid cenderung tumbang. 

Raphael Varane selalu kebingungan tanpa duetnya. Visi bermainnya hilang dan kurang waspada terhadap situasi yang sedang terjadi seperti yang terlihat ketika Detinho mencetak gol pada menit 57.

Shakhtar Real Madrid Champions 011220

Dimainkannya Lucas Vazquez sebagai bek kanan juga berhasil dieksploitasi oleh pemain pengganti Manor Salomon, yang mudah bergerak ke tengah untuk menaklukkan Thibaut Courtois. 

Kelemahan Vazquez sebetulnya bukan lagi sebuah kejutan. Dia memang tidak cocok di sektor itu seperti yang dinilai oleh legenda Madrid Pedrag Mijatovic setelah kekalahan dari Alaves. 

"Zidane harus memperbaiki situasi ini, tetapi ini semua dimulai ketika mempersiapkan tim menuju pertandingan," ujarnya di Cadena SER. "Anda seharusnya tahu jika tiga penyerang Alaves adalah kekuatan tim."

"Jadi jika Anda punya Lucas Vazquez yang didorong ke depan lawan Inter dan bermain bagus, maka Anda tidak bisa memainkannya sebagai full-back, karena ada Eder Militao yang dapat memainkan peran itu."

"Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi, karena Militao juga tidak diturungkan sebagai bek tengah atau full-back. Jadi, mau tidak mau Anda harus melihat Lucas Vazquez sebagai full-back sementara Marco Asensio di depannya tidak bisa membantu banyak seperti pemain lainnya."

Suka atau tidak, Zidane bakal mendapat sorotan tajam dari publik, yang berarti Madrid harus meraih hasil yang lebih baik dari yang diperoleh di Ukraina untuk lolos ke babak gugur. 

Pada akhir pekan lalu Zidane mengaku tidak punya penjelasan apapun terkait performa timnya yang terus memburuk. Tetapi dia harus mencari jalan keluar secepat mungkin atau sorotan akan semakin tajam. 

Setelah kekalahan di Kiev Zidane menegaskan tidak akan mundur dari posisinya, dan itu sikap tepat namun dia tidak boleh lupa; jurnalis akan terus melakukan pekerjaannya, sekarang waktunya untuk Zidane bekerja!

Tutup