Derbi Terbesar Sekalipun Pucat Di Hadapan Boca Juniors vs River Plate

Komentar()
Dua tim raksasa Buenos Aires ini akan bentrok dua kali di kompetisi paling penting di Amerika Selatan.

Liverpool vs Manchester United, Real Madrid vs Barcelona, Bayern Munich vs Borussia Dortmund, Milan vs Inter, dan sebutkan saja derbi-derbi lainnya karena semua duel paling besar di Eropa akan pucat dihadapan perseteruan abadi antara River Plate dan Boca Juniors yang akan bertarung dini hari nanti. 

Ya, kencangkan sabuk pengaman Anda karena Superclasico akan dimainkan di final Copa Libertadores, kompetisi nomor satu di Amerika Selatan. Dua leg pertandingan antara kedua tim tersebut akan melumpuhkan Argentina bahkan ketika bola belum disepak. 

Sulit menemukan perbandingan di Eropa soal arti derbi di Argentina. Clasico antara Barcelona dan Real Madrid di Spanyol mungkin yang paling mendekati namun jarak kedua kota jadi perbedaan mencolok. 

Argumen serupa terlihat pada duel antara Manchester United dan Liverpool sementara pertarungan si Setan Merah lawan Manchester City belum bisa dikatakan luar biasa mengingat the Citiezens tidak memiliki catatan sejarah mentereng. Bagaimana dengan derby Milan? Dalam beberapa tahun ke belakang prestasi keduanya menukik sementara duel panas lainnya seperti Chelsea vs West Ham, Madrid vs Atletico dan Benfica vs Sporting di Portugal, terkait tensi pertarungan masih di bawah Superclasico di Buenos Aires. 

Boca River La Bombonera

Mungkin hanya Old Firm derby antara Celtic dan Rangers yang bisa kita bayangkan tercipta di Final Liga Champions bakal mendekati, ditambah rivalitas intens antara tim Serbia Red Star Belgrade dan raksasa Kroasia Dinamo Zagreb tetapi pertandingan mereka tidak akan terjadi dalam waktu dekat. Yang tersaji di depan dari Amerika Selatan adalah River dan Boca sedang mempersiapkan diri menjalani dua pertarungan yang akan menentukan nasib mereka. 

Kedua tim ini sebelumnya akur, hidup bersama di lingkungan La Boca di akhir pergantian abad 20 ketika imigran dari Spanyol dan Italia menginjakkan kaki di Argentina untuk memburu kehidupan yang lebih baik. 

Benih-benih rivalitas berkembang saat River meninggalkan La Boca pada 1923 menuju area yang lebih makmur di distrik Nunez. Rivalitas kemudian membesar karena dibumbui konflik sosial-ekonomi. River dipandang sebagai Milionaires karena punya kekuatan finansial besar untuk merekrut pemain berlabel bintang sementara rivalnya mewakili sisi lain; imigran, pekerja kasar, tuna wisma dan mereka yang menjalani kehidupan sehari-hari dalam kondisi serba sulit. 

Captura Estadio Monumental River Independiente Copa Libertadores 02102018

Seiring berjalannya waktu, kedua tim juga mengukuhkan diri sebagai klub papan atas Argentina. Mereka menjadi institusi olahraga dominan di Argentina. Boca mungkin tidak menyandang status 'mitad mas uno' (setengah negara plus satu), tetapi menurut penelitian, mereka mendapat simpati tidak kurang dari 40 persen dari penikmat sepakbola di seluruh Argentina. Bagaimana dengan river? Dengan 26 persen, mereka punya total proporsi suporter Superclasico yang menyentuh angka dua per tiga seluruh negara. 

"Ini pertandingan paling indah di dunia," ujar Juan Roman Riquelme. Riquelme hanya segelintir dari sederet bintang sepakbola yang memuja pertandingan itu. Diego Maradona, Ariel Ortega, Gabriel Batistuta, Daniel Passarella, Omar Sivori, Antonio Rattin dan masih panjang deretan bintang lainnya yang pernah terlibat pada derby istimewa yang sudah dimenangkan Boca sebanyak 88 kali berbanding 81 kemenangan milik River dari 246 laga resmi. 

Jutaan orang akan menikmati keseruan dan drama di final Libertadores, mungkin termasuk Anda dan Anda harus mempersiapkan diri dengan potensi skandal. 

Di pertemuan Copa terakhir yang terjadi pada 2015, kedua tim gagal menuntaskan 90 menit pertandingan, laga 16 besar harus dibatalkan dan sejumlah pemain River masuk rumah sakit karena serangan semprotan merica dari tribun Bombonera. 

ID Juan Roman Riquelme

Sebelum duel kedua tim, headline media massa dihiasi perseteruan antara dua kelompok suporter, salah satunya adalah kabar satu rumah di Misiones dibakar setelah sebuah adu argumen yang melampaui batas. Mudah untuk dikatakan, hanya fans tuan rumah yang akan disambut di stadion pada dua leg pertandingan ini.

Dengan sejumlah perbedaan yang ada, kedua klub sepakat tidak akan mengambil risiko dengan menghadirkan fans tandang di festival sepakbola ini. 

Di atas lapangan River dipastikan bakal mengandalkan bakat Exequiel Palacios, gelandang dinamis berusia 20 ini sedang dalam buruan Real Madrid, Gonzalo 'Pity' Martinez dan Franco Armani. Sementara Boca menaruh harapan pada mantan target transfer Arsenal Cristian Pavon, lalu Nahitan Nandez dan Dario Benedetto. Di bench Boca punya duo veteran yang bisa jadi penentu hasil akhir pertandingan pada diri Fernando Gago dan Carlos Tevez. 

Libertadores dan sepakbola Amerika Selatan lainnya mungkin tidak semegah kompetisi di Eropa tetapi jelas semangat dan keseruannya tidak bisa dipanjang sebelah mata. 

Duel River dan Boca di partai final dipastikan memunculkan perasaan apapun bisa terjadi hingga fans sepakbola, tidak peduli tim mana yang didukung, Anda tidak bisa melewatkannya begitu saja. 

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Cristiano Ronaldo: Juventus Terlalu Santai
2. Terungkap, AC Milan Jual Paksa Zlatan Ibrahimovic
3. Kualifikasi Piala Asia U-23, Indonesia Segrup Dengan Thailand
4. Legenda: Liverpool Terancam Tersingkir Dini
5. Panduan Kota Tuan Rumah Piala AFF 2018
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer Video

 

Artikel Selanjutnya:
Borussia Monchengladbach Tertarik Boyong Talenta West Ham United
Artikel Selanjutnya:
Jadwal TV Siaran Langsung Sepakbola Hari Ini
Artikel Selanjutnya:
Jesse Lingard Senang Tonton Cuplikan Ronaldinho Di YouTube
Artikel Selanjutnya:
Komitmen Pemain Persija Jakarta Untuk Jadi Juara
Artikel Selanjutnya:
Manchester United Gelar Pramusim 2019 Di Australia
Tutup