Dejan Antonic Nilai Pemain Sudah Kalah Sebelum Bertanding

Komentar()
Paul Baka
Dejan menyatakan, kekalahan dari Perseru disebabkan faktor mental bertanding pemain.


LIPUTAN   PAUL BAKA     DARI   SERUI   

Pelatih Borneo FC Dejan Antonic menilai tim besutannya layak mendapat kekalahan 3-1 dari Perseru Serui di Stadion Marora, Sabtu (17/11) sore WIB, pada pertandingan pekan ke-31 Liga 1 2018.

Dejan mengaku kecewa dengan performa yang diperlihatkan beberapa pemain. Mereka terlihat seperti sudah kalah sebelum bertanding, sehingga permainan Borneo FC tidak berjalan sesuai harapan.

“Tentu saja kami kecewa, karena kami kalah. Saya sebetulnya tidak pernah mempermasalahkan kekalahan. Tapi kalau kalah seperti ini, saya tidak setuju. Saya sangat kecewa melihat [performa] beberapa pemain,” cetus Dejan.

“Mungkin ini berkaitan mentalitas yang tidak siap untuk hari ini [kemarin], atau mungkin mereka juga sudah pasrah dengan [hasil] pertandingan ini. Masih ada beberapa pertandingan lagi, dan sekarang kami harus fokus ke pertandingan melawan [Persela] Lamongan.”

Kekecewaan atas kegagalan mendapatkan poin juga disampaikan penjaga gawang Gianluca Pandeynuwu. Apalagi duel melawan Perseru menjadi debut kiper berusia 21 tahun ini di Liga 1.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Ini pertandingan pertama saya di Liga 1. Hasil mengecewakan, tapi saya harus belajar dari ini agar lebih baik ke depan. Saya minta maaf kepada masyarakat Samarinda belum bisa kasih yang terbaik di pertandingan ini,” ucap Gianluca. (gk-72)

 

View this post on Instagram

Witan Sulaeman Akan Main Di Eropa Tahun Depan Keinginan Witan Sulaeman, bermain di Eropa akan segera terwujud. Deputi III Bidang Pembudayaan Olahraga Kemenpora, Raden Isnanta, mengatakan bintang timnas Indonesia U-19 bakal memulai petualangannya di Benua Biru pada tahun depan. Menurut Isnanta, sudah ada beberapa tim dari Eropa dan Asia yang ingin memboyong Witan. Hanya saja ia tak mau melepasnya sampai pesepakbola berusia 17 tahun tersebut lulus dari Sekolah Khusus Olahraga Ragunan (SKO). Keputusan tersebut karena Isnanta enggan pendidikan Witan yang sudah memasuki masa akhir jadi terganggu. Saat ini pria kelahiran Palu itu masih berstatus siswa kelas 3 SKO Ragunan. "Sejak tahun lalu sudah banyak lamaran-lamaran ke sana. Negara mana? Tidak bisa disebutkan takut berubah. Saya tidak mau bicara," kata Isnanta. "Semuanya baru lewat komunikasi non-formal. Dari Asia juga ada. Lebih banyak agen-agen yang menawarkan dua-tiga negara. Jadi saya tidak bisa berbicara yang mana yang dipilih. Saya juga belum bisa mengatakan sesuatu yang final," tambahnya. Lebih lanjut Isnanta, menginginkan Witan langsung diberi kontrak profesional dengan klub Eropa yang dipilihnya nanti. Hal ini seperti Egy Maulana Vikri yang telah bergabung dengan klub asal Polandia, Lechia Gdansk. Egy merupakan senior Witan di SKO Ragunan. Mereka berdua sudah berteman akrab sejak dipertemukan pada seleksi timnas Indonesia U-16 tiga tahun lalu. "Kami berharap klub yang dipilih, yang tidak trial. Memang ada yang menawari yang model trial tapi kami maunya yang seperti Egy dapatkan," ucapnya. #witansulaeman

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persija Tantang Persib Di Final Liga 1 U-19 2018
2. Menguat, Rencana Penjualan Man United Ke Arab Saudi
3. Chelsea Terancam Dua Tahun Embargo Transfer?
4. Donnarumma Malu Bicara Dengan Ronaldo
5. 10 Pemain United Yang Habis Kontrak Musim Ini
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup