Berita Live Scores
Liga 1

Dejan Antonic: Jangan Hanya Jadi Pendukung Di Media Sosial Saja

08.02 WIB 06/10/18
Dejan Antonic - Borneo FC
Juru taktik Borneo FC ini menginginkan bisa merayakan kemenangan bersama suporter.

Pelatih Borneo FC Dejan Antonic menyatakan, kehadiran suporter sangat dibutuhkan ketika mereka menjamu Persipura Jayapura, Senin (8/10), dan berharap Stadion Segiri dipadati fans Pesut Etam.

Pertandingan ini dinilai sangat penting dalam upaya Borneo FC merangsek ke papan atas klasemen sementara. Karena itu, Dejan mengharapkan kehadiran suporter secara langsung di tribune stadion.

“Jangan hanya menjadi pendukung di media sosial saja. Kami sangat perlu dukungan langsung untuk meraih kemenangan bersama. Stamina pemain semua sudah bagus, karena selama jeda kompetisi kami tetap berlatih. Sekarang fokus pada taktik dan strategi,” ujar Dejan.

Sementara penjaga gawang Nadeo Argawinata menegaskan, kondisinya sudah bugar setelah sempat absen di laga sebelumnya akibat cedera. Nadeo optimistis Borneo FC bisa mendulang angka penuh.

“Saya mau main bagus, dan tentu ingin mendapat kemenangan. Semoga semua bisa terwujud. Sekarang sudah dalam kondisi baik, tinggal memantapkan persiapan saja bersama pelatih dan teman-teman kiper lainnya,” imbuh Nadeo.

 

View this post on Instagram

PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) telah mengumumkan secara resmi sanksi apa yang diberikan terkait insiden berdarah yang menewaskan satu suporter Persija Jakarta, Haringga Sirla, di Stadion Gelora Bandung Lautan Api, Bandung, 23 September lalu. Dari deretan sanksi yang ada, hukuman terberat memang didapatkan Persib Bandung selaku tuan rumah. . Salah satunya, mereka hanya boleh bermain di luar pulau Jawa pada sisa kompetisi musim ini dan setengah musim pada 2019, plus tanpa penonton. Sanksi tersebut menuai pro dan kontra. . Sayangnya, oknum yang tidak bisa menerima sanksi tersebut, mulai melakukan tindakan di luar kewajaran. Kabar terbaru, para pengurus PSSI malah mendapatkan teror yang berlebihan. . Teror itu bukan hanya lewat media sosial, tapi juga langsung ke telepon genggam pribadi pengurus PSSI. "Ya, pengurus PSSI menerima ribuan teror lewat alat komunikasi pribadi. Dari sekadar olok-olok, hingga ancaman pembunuhan atas hukuman yang dijatuhkan Komisi Disiplin tersebut. Tentu kami sangat menyayangkan teror itu dilakukan lewat nomor telepon pribadi hingga mengganggu proses kerja mengurusi sepakbola nasional," kata Gatot Widakdo, head of Media Relation and Digital Promotion PSSI ketika dikonfirmasi. . Dengan menerima ribuan teror, lanjut Gatot, alat komunikasi menjadi terganggu. Padahal, pengurus masih harus terus menjalin komunikasi dengan stakeholder sepakbola di Tanah Air, begitu juga dengan pihak-pihak kolega federasi di luar negeri. . Sejumlah pengurus PSSI juga berharap seluruh pihak bisa menahan diri untuk melihat perjalanan sepakbola nasional yang lebih tenang dan damai guna membangun jalan menuju prestasi tim nasional. . "Kami juga heran, bagaimana mungkin nomor telepon pribadi pengurus bisa disebarluaskan hanya untuk mengirimkan teror-teror yang berbau kebencian dan ancaman pembunuhan. Sebaiknya hal ini dihentikan dan mari kita berpikir positif. Kami pun belum berencana melaporkannya ke pihak Kepolisian, meski ini bisa kami perkarakan," tambah Gatot.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on Oct 4, 2018 at 4:56am PDT

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Polisi Las Vegas Usut Kasus Dugaan Pemerkosaan Cristiano Ronaldo
2. Jurgen Klopp: Kekalahan Ini Adalah Kesalahan Saya
3. Imbas Sanksi Insiden Berdarah Di GBLA, Pengurus PSSI Dapat Teror
4. Timnas Spanyol Coret Duo Real Madrid
5. Lawan Favorit Lionel Messi Di Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia