Debat Mohamed Salah Vs Kevin De Bruyne: Siapa Terbaik Musim Ini?

Komentar()
Getty/Goal
Siapa yang layak untuk menyandang predikat sebagai pemain terbaik di Liga Primer musim ini? Simak adu argumen antara dua koresponden Goal berikut ini.


OLEH    ERIC NOVEANTO      Ikuti di twitter

Sejak awal musim ini, Kevin De Bruyne menampilkan performa menawan hingga membawa Manchester City dekat ke titel Liga Primer Inggris dan sang pemain difavoritkan meraih penghargaan individu terbaik.

Gelandang asal Belgia tersebut menjadi salah satu komponen vital dalam skema Pep Guardiola dan apabila konsisten dengan kinerjanya untuk beberapa bulan ke depan, bukan tak mungkin namanya akan ada di jajaran perebutan Ballon d'Or.

Namun, perdebatan kini muncul dengan adanya Mohamed Salah yang semakin menunjukkan kematangan dari pekan ke pekan. Kedatangan bintang Mesir itu di Liverpool awalnya tak disorot, tapi belakangan menjelma sebagai salah satu pemain 'mengerikan'.

Jadi, siapa yang sebenarnya layak untuk menyandang predikat sebagai pemain terbaik di Liga Primer musim ini? Simak adu argumen antara dua koresponden Goal berikut ini.


MOHAMED SALAH


Mohamed Salah Liverpool

Oleh Neil Jones

Saya mulai dengan penafian: saya suka Kevin De Bruyne, saya pikir ia adalah pemain fantastis dan mungkin layak mendapatkan penghargaan apa pun yang Anda sebutkan.

Tapi, Mohamed Salah mengemas golnya yang ke-37 (di semua kompetisi) musim ini saat melawan Crystal Palace pada akhir pekan lalu. 37 gol, dan kami baru mencapai April! Ia masih punya delapan laga lagi untuk dimainkan. Ia bisa meraih 50 gol dan saya cukup serius akan hal tersebut.

"Gol membayar koyakan," ujar David Coleman suatu waktu, dan Salah sudah melakukan bagiannya sejak berada di Anfield. Setiap pekan ada rekor terpatahkan, tonggak sejarah baru tercapai, rekor baru muncul. Itu tanpa henti, mesmerik, hampir tidak bisa dipercaya. Fans Liverpool memang menduga ia akan bagus, lebih baik dari kesempatan yang didapatnya saat di Chelsea, tapi sebagus ini?!

Salah melakukannya di laga-laga besar, baik kandang mau pun tandang melawan Arsenal, membobol gawang Manchester City dan Chelsea, serta di Derbi Merseyside - juga beberapa laga kecil lainnya. Ia mencetak gol dengan sontekan mudah secepat kilat, juga ada gol serupa dengan gaya dribel [Lionel] Messi.

Ia mencetak gol secara cepat dan juga kadang terlambat. 11 dari golnya datang dalam 15 menit akhir permainan, momen krusial dan besar, sama seperti yang ditampilkannya di Selhurst Park, markas Palace.

Piawai dengan kaki kiri, namun sekarang ia juga mulai mencetak beberapa gol dengan kaki kanan. Anda tak akan bisa menghentikannya. Ia bahkan juga melakukan sundulan seperti ketika lawan Leicester City. Hanya satu golnya datang dari penalti. Ia bermain melebar, tapi, seperti yang dikatakan Jurgen Klopp, ia merupakan 'striker yang tepat'. Dan ia juga memiliki sembilan assist di liga.

Dengannya, Liverpool memiliki pemain yang berada di level permainan tertinggi, seorang pemain yang menepis teori bahwa Liga Primer memerlukan periode adaptasi tertentu. Dari momen pertama kali ia tersenyum ketika keluar dari lorong Anfield, Salah sudah menunjukkannya.

Mungkin Salah akan mengakhiri musim ini tanpa raihan trofi - tanpa mengesampingkan kans di Liga Champions - tapi jika menilai berdasarkan performa individu sepanjang musim ini, dari pekan pertama hingga akhir, maka layak. Seorang rekrutan yang besar, pemain hebat.


KEVIN DE BRUYNE


Kevin De Bruyne Manchester City

Oleh Sam Lee

Seperti Neil, saya juga ingin mengakui bahwa saya menikmati performa Salah musim ini dan saya sepenuhnya paham mengapa banyak orang mendambakannya sebagai pemain terbaik. Total 37 gol dan sembilan assist adalah hal lain, tapi ada faktor x, yakni penyelesaian akhir indah, dribel apik, kedua hal itulah yang membawanya ke dalam perdebatan dengan De Bruyne (dan juga Messi serta Cristiano Ronaldo, meski sedikit berlebihan).

Dari semua yang dikatakan, De Bruyne adalah pilihan saya. Bintang asal Belgia tersebut bermain sangat luar biasa dalam kampanye City sejauh ini, memproduksi banyak momen mengesankan sama seperti Salah. Secara krusial, ia melakukannya dengan banyak cara yang berbeda.

Sederhananya, ia merupakan pemain yang paling lengkap di Liga Primer, kekuatan utama di belakang pasukan Pep Guardiola yang menampilkan permainan atraktif.

Ia mencetak beberapa gol krusial dan impresif dalam laga-laga besar - melawan Chelsea, Tottenham dan Arsenal - yang semuanya datang dari kaki kiri, sisi lemahnya. Hal yang sama dilakukannya ketika melawan Leicester City dan bahkan lebih baik, gol-gol seperti itu membuat Anda bertanya-tanya apa yang bikin dirinya kesal.

Tapi jika kaki kirinya ibarat palu godam, maka kaki kanannya adalah kuas. Ia bisa saja membuat akurasi umpan kaki kanannya dari sisi ke sisi menjadi sebuah merk dagang, namun itu tak perlu karena tak ada pemain lain yang secara realistis mampu meniru hal tersebut. Dari tengah, ia sama-sama 'mengerikan', mampu memecah pertahanan lawan dan mencapai tujuannya.

De Bruyne biasanya berada di ruang kosong wilayah tengah karena punya intelegensi tinggi, tapi ketika masuk ke area lawan ia bisa lolos dari kawalan lawan dengan sebuah tipuan. Dan jika situasi menghimpitnya, ia sama sekali tak takut untuk terjebak di dalamnya.

Ia juga bisa menerima sebuah terjangan. Faktanya, dua pemain Crystal Palace yang mencoba untuk melayangkan tekel keras padanya pada laga pergantian tahun kemarin harus mengakhiri musim mereka karena cedera yang justru menghampiri.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

De Bruyne adalah pemain terbaik dari tim terbaik di negeri ini, dan ada satu hal yang menyimpulkannya sebagai pemain terbaik: kapan pun Guardiola memperkenalkan konsep baru saat latihan atau mengubah taktik di tengah pertandingan, adalah De Bruyne yang menjadi penyalur pesan ke rekan-rekannya. Ia seperti paham betul yang diinginkan, tahu apa yang harus dilakukan dan itu sudah sering dilakukannya musim ini.

 

LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Persib Bandung Kembali Kedatangan Pemain Seleksi
2. Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Lagi Di Liga Champions
3. PSMS Medan Disomasi, Sponsor Apparel Tarik Diri
4. Kawan Dan Lawan Kagumi Gol Cristiano Ronaldo
5. Deretan Pemain Yang Dapat Tepuk Tangan Dari Suporter Lawan

Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Atletico Madrid 3-3 Girona
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: AS Monaco 1-1 Nice
Artikel Selanjutnya:
Hasil Pertandingan: Juventus 1-0 AC Milan
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Piala Asia 2019: Vietnam Buka Asa Lolos
Artikel Selanjutnya:
Hansamu Yama Berharap Lebih Lama Di Persebaya Surabaya
Tutup