Lupakan Cristiano Ronaldo, Phil Foden Kini Jadi Penyerang Paling Oke Di Manchester Raya

Getty Images

Untuk menegaskan pengaruh Phil Foden, bintang Manchester City yang tengah naik daun itu terlibat dalam lebih banyak gol ketimbang Cristiano Ronaldo sejauh musim ini bergulir.

Foden agaknya bakal memberikan kontribusi lebih andai ia tidak melewatkan bulan pertama musim karena cedera kaki.

Pemain berusia 21 tahun itu kini telah mengemas empat gol dan empat assist seusai mencetak dua gol dalam kemenangan City atas Brighton dengan skor 4-1, akhir pekan lalu. Ia juga memberikan operan berujung gol untuk gelontoran keempat yang dicetak Riyad Mahrez.

Ronaldo memang mencetak lebih banyak gol [enam] sejak beralih untuk kembali ke Manchester United dan masih belum ada nama yang lebih besar di kota ini sekarang.

Cristiano masih akan jadi nama terbesar jika kepindahan musim panas lalu ke Stadion Etihad kejadian, tapi dua sisi Kota Manchester akan sangat berbeda.

Ketika pemain berusia 36 tahun itu menyelesaikan kepindahannya ke United, pertanyaan menarik tentang bagaimana kinerja pemenang Ballon d'Or lima kali di bawah Pep Guardiola langsung basi.

Bos City menuntut penyerangnya bukan cuma bisa mencetak gol. Foden misalnya, ia berlari lebih banyak daripada pemain lain di lapangan dalam kemenangan atas Brighton. Sang pemain memimpin tekanan tanpa henti The Citizens yang memaksa pertahanan tuan rumah melakukan sejumlah kesalahan. Sedangkan Ronaldo, tidak melakukan hal yang sama untuk United.

Setelah Ilkay Gundogan antar City unggul, gol pertama Foden datang dari sebuah serangan balik cepat. Ia berlari cepat untuk menyambut operan Jack Grealish.

Phil Foden Manchester City GFX

Foden membelokkan sepakan Gabriel Jesus untuk gol keduanya dan nama pertama masih memiliki setengah lusin tembakan lagi untuk coba mencetak hat-trick.

Ketika peluang lain hadir pada menit tambahan, alih-alih melakukan percobaan terakhir, ia justru memilih memberikan umpan sederhana ke Mahrez untuk genapkan kemenangan. Apakah Ronaldo akan melakukannya? Itu masih bisa diperdebatkan.

Namun, jika ego Foden membesar, Guardiola harus mengeceknya hingga akhir pertandingan. Tentu, pujian harus diberikan kepada Foden. Tapi, peformanya sejauh ini adalah pengingat lain bahwa ia masih memiliki lebih banyak untuk ditawarkan.

"Ada pemain yang bermain di satu posisi dan ada pemain yang bermain sepakbola," ucap Guardiola.

“Yang dimaksud dengan bermain sepakbola adalah mereka yang bisa bermain di posisi apapun dan memahami permainannya.”

“Sayang, pada beberapa pertandingan terakhir ia menyiakan peluang di depan gawang. Di Anfield, dia tidak mengambil keputusan yang baik karena dia masih terlalu muda. Dia akan belajar banyak. Saat dia akan melakukannya, membuat keputusan lain, dia akan mencetak lebih banyak gol.”

"Tidak masalah. Tidak masalah dalam posisi apa yang dia mainkan. Dia bermain bagus. Terkadang kami membutuhkannya di sini, di sana, kanan, kiri, tidak masalah. Dia pemain penting,” pungkasnya.

Di timnas Inggris, Foden adalah pemain nomor 10 paling berpengaruh di skuat Si Tiga Singa. Di depannya, pelatih Gareth Southgate menempatkan Harry Kane, striker yang bikin kesengsem Guardiola sepanjang musim panas.

Tapi itu menunjukkan kecintaan dan pemahaman Foden tentang konsep permainan yang dimaksud Pep. Ia senang memainkan peran sebagai penyerang nomor sembilan palsu untuk timnya.

“Saya menikmatinya,” kata Foden kepada Sky Sports setelah pertandingan.

“Saya bisa turun lebih dalam dan menguasai bola, melepaskan operan. Ini peran baru dan saya menikmatinya,” tutur jebolan akademi City itu.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Itu berubah dari pertandingan ke pertandingan, terkadang saya lebih menyerang dari biasanya. Tergantung bagaimana lawan bertahan. Tujuannya adalah untuk menguasai dan mendapatkan bola sebanyak mungkin. Kami menggunakan pemain lain dengan baik ketika saya mencoba turun lebih dalam untuk mengontrol permainan,” imbuhnya.

Sementara itu, Guardiola ingin Foden lebih ganas di depan gawang, perlu juga dicatat bahwa tidak ada pemain yang mencetak gol banyak untuk City sejak awal musim lalu. Persebaran gol di tim ini terbilang merata.

Ya, false-nine tidak mungkin menjadi posisi jangka panjang Foden di City. Maklum, striker baru akan jadi prioritas pada jendela transfer mendatang. Tapi semua menunjukkan kualitas anak asli Manchester itu, tidak banyak pemain yang bisa melakukannya dengan lebih baik.