Kala Mr Liga Champions Melempem

Komentar()
Getty Images
Di Liga Champions, Ronaldo berbaju Juventus tampak berbeda 180 derajat dengan Ronaldo saat masih berseragam Real Madrid.

Pemegang lima gelar Liga Champions dan topskor sepanjang masa kompetisi ini dengan 121 gol.

Tak heran apabila Cristiano Ronaldo punya inisal kedua bernama Mister Champions League atau Mr Liga Champions.

Namun kini situasinya tak lagi sama. Dalam musim perdananya bersama Juventus, CR7 seperti kesulitan mencetak gol di Liga Champions. Lebih buruk lagi, ia belum mampu menjadi pembeda di ajang yang selama ini menjadi panggung terbesarnya.

Mr. Liga Champion

Ronaldo tercatat baru membikin satu gol, yakni sebuah voli spektakuler ke gawang Manchester United pada November lalu di Turin. Namun gol itu pun tak mampu menolong Juventus dari kekalahan 2-1 dari eks timnya itu.

Di fase grup, Ronaldo juga menderita sebuah kartu merah kontroversial kontra Valencia. Penyerang 34 tahun ini juga tak mampu menghindarkan Juve dari kekalahan melawan Young Boys di laga terakhir grup.

Juventus tetap lolos sebagai pemuncak Grup H dan Ronaldo mungkin akan bersinar di fase gugur. Akan tetapi, keraguan kembali mencuat selepas partai leg pertama babak 16 besar melawan tuan rumah Atletico Madrid, Kamis (21/2) dini hari WIB.

Kembalinya Ronaldo ke Madrid ini tidak diiringi cerita sukses yang biasa kita dengar dalam sepuluh tahun terakhir dari kota yang sama. Ronaldo dan Juventus dipaksa bertekuk lutut 2-0 di Madrid.

Cristiano Ronaldo Juventus 2018-19

Tampil sejak menit pertama, Ronaldo menjadi pemain yang paling banyak melepaskan tembakan, tapi tak ada satu pun yang bersarang ke gawang Jan Oblak. Bukan performa yang mengecewakan, tapi publik telanjur sepakat pada sebuah konsesus bahwa Ronaldo main jelek jika tidak bikin gol.

Massimiliano Allegri sampai harus pasang badan terkait penampilan sang megabintang. "Ronaldo bermain bagus di laga ini. Dia terlihat percaya diri dalam jenis pertandingan seperti ini. Dia sama sekali tidak buruk," katanya.

Singkatnya, Ronaldo baru mencetak satu gol dari enam laga Liga Champions bareng Juventus. Torehan tersebut tentu jauh berbeda jika dibandingkan dengan performanya di Liga Champions musim lalu bersama Real Madrid.

Tak tanggung-tanggung, Ronaldo mampu mengemas 11 gol dalam periode yang sama. Ia bahkan melakukannya tanpa putus di tujuh laga (dari fase grup hingga leg pertama 16 besar).

Frustrasi dengan hasil akhir, performa diri sendiri, hingga ejekan suporter di Wanda Metropolitano, Ronaldo lantas mengacungkan lima jari ke arah tribune untuk memamerkan kesuksesannya meraih lima gelar Liga Champions.

Ronaldo seyogianya tidak perlu membuat gestur semacam itu, lantaran hanya akan membuatnya seperti terjebak masa lalu. Padahal di momen yang sama, Juventus sangat mendambakan kejayaan di Eropa dengan bimbingan ahlinya: Mr Liga Champions.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Masih tersisa 90 menit di Turin pada 12 Maret mendatang. Fans Juventus tentu sangat berharap pemain sekaliber Ronaldo sekali lagi membungkam peragu untuk menggiring Juventus ke takhta Eropa yang telah lama diidamkan.

 

 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 
 

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Pelatih Myanmar: Indonesia Sedikit Arogan
2. Dua Syarat Agar Zinedine Zidane Bersedia Latih Chelsea
3. Turunkan Tujuh Pemain, Klub Italia Dibantai 20-0
4. Umuh Muchtar Sarankan Stadion GBLA Dibongkar
5. Sepuluh Pemilik Klub Sepakbola Terkaya 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

GFXID Banner Liga Champions 2018/19

Tutup