Cristiano Ronaldo Bukan Yang Terbaik Dalam Sejarah Real Madrid

Komentar()
Cristiano Ronaldo
Getty Images
Manolo Sanchis menolak menyebut Cristiano Ronaldo sebagai pemain terbaik dalam sejarah Real Madrid.


WAWANCARA OLEH ALVARO LAMELA & ALBERTO PINERO PENYUSUN AHMAD REZA HIKMATYAR  |   GOAL SPANYOL 

Meski masih bermain dan tentunya masih jadi andalan, Cristiano Ronaldo tak diragukan sudah jadi legenda Real Madrid. Kontribusinya untuk Los Galacticos sejak datang pada musim panas 2009 lalu terbilang spektakuler.

Selain persembahan gelar kolektif yang melipui seluruh trofi di level klub, bersama Madrid Ronaldo juga empat kali terpilih sebagai pemain terbaik dunia. CR7 pun tercatat sebagai top skor sepanjang masa El Real lewat torehan 446 gol dari hanya 431 penampilan.

Tak heran bila kemudian banyak pihak memandang Ronaldo sebagai pemain terbaik dalam sejarah Madrid. Namun satu legenda mereka, Manolo Sanchis, dengan tegas menolak anggapan tersebut, walau mengakui jika CR7 merupakan salah satu yang terbaik.

Manuel Sanchis captains Real Madrid during the UEFA Champions League quarter-final first leg match against Dynamo Kiev 1999

"Bayangkan berapa banyak pemain hebat yang pernah saya lihat [selama membela Madrid]. Dan sekarang kita berpikir bahwa satu pemain hebat lebih baik dari pemain hebat lainnya [di Madrid]?" buka Sanchis pada Goal Spanyol.

"Jelas bahwa Ronaldo adalah salah satu yang terbaik dalam sejarah klub ini dan olahraga ini. Namun mengapa kita harus katakan bahwa satu peman lebih baik atau buruk ketimbang Alfredo Di Stefano, Emilio Butragueno, atau Amancio Amaro?

"Semua pemain punya tempatnya sendiri dan tempat itu tak bisa diambil alih oleh pemain lainnya," tuturnya bijak.

Cristiano Ronaldo Juventus Real Madrid UCL 02032018

Pengoleksi 710 penampilan untuk Madrid itu kemudian mengomentari gol salto spektakuler Ronaldo ke jala Juventus, pada leg pertama babak perempat-final Liga Champions lalu.

"Pertama, teknik menendang bola dari ketinggian macam itu sangatlah besar dan terkoordinasi, membuat gol tersebut menjadi sesuatu yang istimewa," ujar sosok berusia 52 tahun tersebut.

"Namun itu juga dinilai berdasar kapan dan di mana momen itu terjadi: melawan Juventus, menghadapi Buffon, dan dengan situasi di mana Juve tengah menekan untuk mengejar ketertinggalan 1-0.

"Itu adalah gol yang krusial pada momen penting, dan di tempat terbaik untuk mencetaknya," sanjungnya.

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini
LIMA ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Barcelona Jadi Pemenang Dalam Derbi Madrid
2. Ander Herrera Ludahi Lambang Manchester City?
3. Mimpi Buruk Derbi Bisa Berbuntut Panjang Buat Manchester City
4. Bek Johor Darul Takzim Ingin Pindah Ke Persija Jakarta Atau Persib Bandung
5. Marko Simic & Ismed Sofyan Pimpin Statistik Ini Di Piala AFC

Tutup