Berita Live Scores
Ligue 1

Chelsea Bisa Menunggu - Inilah Calon Bintang Ligue 1, Joris Gnagnon

22.23 WIB 01/11/17
Joris Gnagnon Rennes
Bek Rennes berusia 20 tahun ini menolak glamornya Liga Primer Inggris untuk mengukir performa impresif di Ligue 1 Prancis.

OLEH   TEGAR PARAMARTHA     Ikuti di twitter

Hal besar diharapkan untuk Rennes musim ini, tetapi awal buruk membuat skuat asuhan Christian Gourcuff tersungkur di papan bawah.

Bagaimanapun juga, bek muda Joris Gagnon menawarkan alasan langka untuk tetap positif di Roazhon Park, di mana kontribusinya dari tengah jantung pertahanan memainkan peran penting dalam kesuksesan Rennes meraih tiga kemenangan beruntun.

Dalam pertandingan ini, mereka menjaga clean sheet di Ligue 1 melawan Lille dan pekan lalu menghadapi Montpellier - tim yang menimbulkan kehebohan dengan menjalani serangkaian laga tak terkalahkan termasuk saat berhadapan dengan tim tiga besar musim lalu. Dan Gnagnon menjadi bintang. 

Untuk beberapa bulan ini, dia disebut sebagai calon pemain masa depan yang lahir di tim akademi klub, yang menelurkan pemain berbakat seperti Abdoulaye Doucoure, Tiemoue Bakayoko dan Ousmane Dembele hanya dalam beberapa tahun belakangan.

Memang, jika itu belum cukup bagus sebagai asal-usulnya, pemain berusia 20 tahun tersebut lahir dan berkembang di Bondy, tempat lahir Kylian Mbappe.

Tetapi, sementara Mbappe sudah meledak di Ligue 1 saat berusia 18 tahun, Gagnon baru saja menandatangani kontrak profesional pertamanya di Rennes, setelah menghabiskan banyak waktu di berbagai klub amatir sekitar Paris.

Namun itu tidak menghambat perkembangannya dan sekarang dia dipandang sebagai salah satu bek muda terbaik di Ligue 1, disandingkan dengan pemain Paris Saint-Germain Presnel Kimpembe.

Kemampuan dan kualitas Gagnon bahkan sangat mirip dengan pemain asal Prancis tersebut.

"Dia menggunakan fisiknya dengan bagus, tetapi dia juga membaca permainan dengan baik dan tekniknya membuat dia mampu membawa bola keluar dari pertahanan secara bersih. Bagi saya, dia bek ideal," ungkap pelatih Gourcuff awal tahun ini.

"Dia memaksimalkan kesempatan yang datang, dia berkembang setiap waktu, dan dia memiliki masa depan yang besar."

Masa depan itu bisa saja di Stamford Bridge, dengan Chelsea mendekatinya saat musim panas. Tetapi bujukan juara bertahan EPL itu tidak cukup untuk membuatnya meninggalkan Rennes, di mana salah satu tempat terbaik di Eropa untuk pengembangan pemain muda. Bukan kebetulan Ismaila Sarr menolak Barcelona untuk memilih Rennes.

"Dia sangat rendah hati dan memiliki segalanya yang dibutuhkan untuk sukses," komentar Gourcuff mengenai sikap Gagnon. "Kami memperpanjang kontraknya, kami tahu dia tipe pemain yang harus kami pertahankan jika Rennes ingin berkembang dalam beberapa tahun ke depan.”

Sementara Rennes mungkin sedang terpuruk, Gagnon menikmati kesempatan bermain reguler dan performanya tidak terpengaruh buruknya hasil akhir klub. Rennes sedang dalam kesulitan terlepas performa apiknya, dan pengalaman bermain di sebuah klub yang berada dalam kondisi kurang bagus akan menjadi pengalaman berharga dalam perkembangan karirnya