Berita Live Scores
Liga 1

Bos PSIS Semarang: Komite Eksekutif & CEO Klub Bukan Rangkap Jabatan

08.43 WIB 07/03/19
Yoyok Sukawi - PSIS Semarang
Yoyok juga menegaskan Exco PSSI tidak pernah berniat menunda agenda KLB.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI SEMARANG    Ikuti di twitter


CEO PT Mahesa Jenar Semarang AS Sukawijaya melakukan pembelaan atas tudingan dirinya merangkap jabatan di klub dan PSSI. Ia menegaskan sudah menjalani perannya sesuai dengan aturan.

Selain menjadi CEO, Sukawijaya juga menjabat komite eksekutif (Exco) PSSI. Pria yang akrab disapa Yoyok ini menuturkan, rangkap jabatan adalah orang yang duduk pada operasional klub, dan itu diakui dilarang FIFA. Sementara dirinya tidak duduk di sisi operasional.

“Justru kami sedang menggagas bagaimana tidak terjadi rangkap jabatan. Seperti contohnya mas Iwan [Budianto] sebagai wakil [ketua umum] dan CEO Arema, atau saya sendiri dengan PSIS. Tetapi ternyata aturannya saya bukan pemimpin di operasionalnya di PSIS,” kilah Yoyok kepada Goal Indoensia.

“Kalau saya ini manajer PSIS, tidak boleh menjadi Exco. Sementara saya ini adalah Komisaris PT Mahesa Jenar, dan sebenarnya enggak ada hubungannya. Mungkin karena teman-teman menyebut saya ini identik dengan PSIS yang membuat anggapan itu ada.

Yoyok menambahkan, dua jabatan yang sedang diembannya ini tidak ada konflik kepentingan. Sebagai orang profesional, Yoyok menyatakan bisa membedakan tugas sebagai Exco dan CEO.

Terkait agenda kongres luar biasa (KLB), Yoyok menegaskan, PSSI sudah sangat siap bila klub menginginkan digelar lebih cepat, termasuk desakan dilangsungkan bulan ini. Hanya saja, menggelar KLB ini harus sesuai arahan dari FIFA.

“KLB bukan ditentukan oleh Yoyok Sukawi, Iwan Budianto, atau Joko Driyono. Semuanya diatur FIFA. Semua voter boleh bicara mempercepat atau lainnya. Jadi voter tidak perlu minta, karena Exco sudah mengajak untuk menggelar PSSI. Namun semua harus didiskusikan. Saat ini FIFA masih belum menjawab,” ucap Yoyok.

“Jangan ada persepsi pengurus PSSI atau Exco menunda-nunda digelarnya KLB. Kalau bulan Maret ada ajakan itu, ya silakan saja, karena kami Februari sudah menawarkan. Tapi kan ada FIFA. Saat ini Gusti Randa dan Ratu Tisha berkomunikasi dengan FIFA terkait dengan hal ini.” (gk-48)

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI
1. Mau Meraja, Man City Disarankan Bajak Virgil Van Dijk
2. Juventus Impikan Kedatangan Pep Guardiola
3. Real Madrid Dibantai Ajax, Santiago Solari Menolak Mundur
4. Milomir Seslija: Ruang Ganti Arema Bak Rumah Sakit
5. Deretan Kekalahan Terbesar Real Madrid Di Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia