Berita Live Scores
Transfer

Bos AS Roma Kecam Manuver Barcelona & Bordeaux Soal Malcom

15.58 WIB 27/07/18
malcom barcelona
Tim ibu kota Italia tersebut siap menampung Leo Messi sebagai gestur positif dari Barcelona yang menyambar Malcom dari genggaman mereka.

Presiden AS Roma James Pallotta, hanya akan memaafkan Barcelona yang menyambar Malcom andai Lionel Messi dibiarkan terbang ke ibu kota Italia.

Tim papan atas Serie A ini nyaris mendapatkan salah satu winger yang paling diburu di Eropa namun Barca dengan mahar €41 juta datang menikung di detik-detik terakhir.

Bordeaux menerima tawaran itu dan jadwal penerbangan bintang berusia 21 tersebut langsung berubah dari Italia menuju Spanyol. 

Pallotta mengklaim kesepakatan dengan Bordeaux sudah tercapai, demikian juga dengan Malcom yang siap berkostum Roma, namun hanya dalam hitungan jam situasinya berubah. 

Pebisnis Amerika Serikat tersebut kemudian mengecam sikap Barca dan Bordeaux. 

"Terkait Barcelona, dalam beberapa tahun ke belakang sudah seperti menjadi kebiasaan. Dengan reputasi klub yang besar mereka seharusnya tidak melakukan itu," kata Pallotta di laman resmi klub.

"Faktanya, mereka sudah meminta maaf tetapi saya tidak menerima permohonan maaf tersebut."

"Hanya ada dua cara yang bisa membuat saya memaafkan mereka. Pertama, berikan Malcom pada kami dan ini pasti tidak akan terjadi. Kedua, sebagai niat baik, setidaknya mereka mengirimkan Messi ke sini."

"Pada kasus ini, sang pemain telah bersedia bergabung dengan kami. Saya pikir banyak klub yang tertarik, tetapi mereka enggan mengganggu karena tahu dengan situasi yang ada dan peluang mereka kecil."

"Kami memiliki perwakilan yang berbicara dengan pemain secara langsung. Kesepakatan telah terjadi."

"Saya sendiri tidak mempersoalkan kompetisi dalam perburuan pemain karena semua menjalankan proses yang sama. Begitulah cara kerjanya."

"Tetapi ketika kesepakatan telah terjadi, semua orang tahu bagaimana seharusnya terjadi. Pemain kemudian akan datang untuk menjalani tes medis lalu meneken kontrak."

"Tim yang lain tahu diri untuk tidak datang dan melakukan apa yang telah dilakukan Barcelona. Bordeaux juga seharusnya tidak mengambil sikap demikian. Terkait legalitas di urus belakangan tetapi langkah itu tidak bermoral dan tidak etis," tandasnya.

Insiden ini menandai babak baru rivalitas antara Barcelona dan Roma. Tim italia itu sebelumnya menciptakan kejutan besar di Liga Champions musim lalu dengan menghentikan Azulgrana di babak perempat-final.

 

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Cristiano Ronaldo Divonis Penjara Dua Tahun
2. RESMI: Sriwijaya FC Rekrut Mantan Pemain Inter
3. Pelatih Persebaya Kecam Pelemparan Kepada Pemain
4. DEBAT: Leonardo Bonucci Kembali Ke Juventus
5. Jersey Baru Klub-Klub Serie A Italia 2018/19
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia