Bobotoh Serahkan Koin Untuk PSSI Kepada Persib Bandung

Komentar()
Goal / Pandu Persada
Penggalangan dana yang dilakukan Bobotoh terkumpul Rp153 juta.


LIPUTAN   PANDU PERSADA     DARI   BANDUNG    

Suporter Persib Bandung atau biasa disebut Bobotoh akhirnya menyerahkan koin senilai Rp50 juta kepada PT Persib Bandung Bermartabat, untuk kemudian diberikan kepada PSSI. Pengumpulan koin itu adalah sebagai bentuk pertanggungjawaban Bobotoh atas aksi mereka pada laga Persib kontra Semen Padang di Stadion Si Jalak Harupat, Soreang Kabupaten Bandung, 9 September lalu.

Pada laga tersebut, Bobotoh menggelar koreografi bertuliskan "Save Rohingya" yang dipandang oleh FIFA dan PSSI sebagai hal yang dilarang di dalam sebuah pertandingan sepakbola karena bermuatan politik.

Mengikuti statuta FIFA, PSSI melalui Komisi Disiplin (Komdis) akhirnya menjatuhkan sanksi kepada Persib, khususnya panitia penyelenggara atas aksi tersebut. Menyikapi sanksi itu, Bobotoh merasa bertanggung jawab dan dengan inisiatif sendiri menggalang dana untuk membayar sanksi kepada PSSI.

"Kami dari Viking tergugah untuk urunan koin untuk PSSI. Tidak muluk-muluk tadinya, tapi nyatanya sangat luar biasa sekali, semua ikut urunan," kata Yana Umar, salah satu pentolan Viking ditemui wartawan di Graha Persib, Bandung, Rabu (27/9) petang.

Yana juga mengungkapkan, total dana yang terkumpul saat ini menembus Rp153 juta. Itu berasal dari pengumpulan koin dan dari Rumah Zakat. Namun begitu, yang dibayarkan kepada PSSI melalui Persib tetap Rp50 juta sesuai sanksi yang diberikan. 

Sekadar informasi, sanksi itu sebenarnya sudah dibayarkan lebih dulu oleh Persib kepada PSSI, sebelum koin tersebut diserahkan. "Sisanya mungkin sekitar Rp100 juta akan disalurkan untuk warga Rohingya," jelasnya.

Masih di tempat yang sama, manajemen Persib menyambut baik inisiatif dari Bobotoh. Komisaris Utama PT PBB Zainuri Hasyim pun menuturkan, lantaran duit sanksi itu sudah dibayarkan, maka pihaknya tak akan menyerahkan koin tersebut ke PSSI. 

"Uang receh ini akan kami sumbangkan kepada Rohingya yang ada di Myanmar untuk kemanusiaan," ucap Zainuri.(gk-68)

 

Tutup