Bikin Gol Ajaib Ala Diego Maradona, Dries Mertens Merendah

Komentar()
Getty Images
Gol cantik Mertens ke gawang Lazio membuatnya kembali disamakan dengan sang legenda Argentina.

OLEH    SANDY MARIATNA     Ikuti di Twitter

Bintang Napoli Dries Mertens meminta semua pihak agar tidak menyamakan dirinya dengan Diego Maradona. Ia mengaku lebih ingin menjadi diri sendiri ketimbang dijuluki sebagai titisan Maradona.

Mertens kembali disandingkan dengan legenda terbesar Napoli itu menyusul performa gemilangnya di awal musim ini. Terbaru, ia menciptakan gol lob spektakuler dari sudut sempit saat Napoli menghantam tuan rumah Lazio 4-1, Kamis (21/9) dini hari WIB.

Gol tersebut mengingatkan publik pada gol menawan Maradona, juga saat Napoli menghadapi Lazio pada 1985 silam. Namun penyerang mungil Belgia ini memilih merendah dan tak terlalu menggubris perbandingan tersebut.

SIMAK JUGA: Napoli Permak Lazio

“Saya melihat kiper bergerak lambat kembali ke gawangnya dan saya langsung berpikir untuk menembak. Saya gembira dengan gol ini, tapi yang terpenting adalah kami menang,” kata Mertens kepada Mediaset Premium.

“Soal kemiripan dengan gol Maradona, tentu saja apa yang dilakukannya lebih sulit. Jadi saya tidak memedulikan perbandingan tersebut. Gol ini berkat bantuan rekan setim saya, terima kasih untuk mereka.”

“Saya bukan Lionel Messi, saya bukan Maradona. Saya hanyalah Dries dan saya bahagia dengan itu,” seru Mertens, yang di musim ini sudah mengemas enam gol dari lima partai Serie A Italia.

Dries Mertens Napoli Serie A 20092017

Lebih lanjut, pelatih Napoli Maurizio Sarri turut melemparkan sanjungan kepada Mertens menyusul performa gemilangnya melawan Lazio. Mertens, yang di musim lalu mampu mengemas 34 gol setelah diposisikan sebagai penyerang tengah, dinilai Sarri berpotensi menjadi pemain terbaik di dunia.

“Mertens mencetak sebuah gol kelas dunia, gol yang ajaib. Dia makin baik dan makin baik dan bisa menjadi yang terbaik. Saya ingin Mertens menjadi seorang ‘binatang’ yang selalu lapar gol,” kata Sarri kepada Sky Sport Italia.

“Saya beruntung mengubahnya menjadi penyerang tengah, yang terjadi karena Arek Milik cedera, tetapi kami tidak menyangka dia bisa sebagus ini. Di satu sisi, saya juga menyesal karena baru menemukan potensi besar Mertens sebagai seorang striker di usia 28 tahun,” imbuhnya.

 

Tutup