Berita Live Scores
Bundesliga

Kenapa Bayern Munich Membuat Kesalahan Besar Dengan Menjual Mats Hummels Ke Borussia Dortmund?

16.28 WIB 20/06/19
Mats Hummels Bayern Munich 2018-19
Hummels kembali ke mantan klubnya dengan biaya transfer €38 juta, tapi tampaknya itu akan membuat Bayern menyesal.

OLEH   NINO DUIT   PENYUSUN  M. RHEZA PRADITA

“Apakah itu masih mungkin?” CEO Bayern Munich Karl-Heinz Rummenigge bertanya kepada para wartawan pada konferensi pers khusus Oktober lalu, di mana raksasa Bundesliga itu menyerang balik pemberitaan yang mereka anggap berpolemik dan keterlaluan.

Pada saat itu, Bayern sedang menjalani rentetan empat pertandingan tanpa kemenangan dan turun ke urutan keenam di Bundesliga, dan melihat saingannya Borussia Dortmund memimpin klasemen dengan performa yang sangat baik di bawah pelatih baru Lucien Favre.

FC Hollywood berada dalam krisis, tetapi para pemimpin klub merasa berkewajiban untuk membela pemain mereka dari semburan kritik media.  Kritik yang lebih banyak ditujukan kepada dua bek tengah berpengalaman Mats Hummels dan Jerome Boateng, yang membuat Rummenigge gusar sehingga menunjukkan kekesalan pada media. “Tampaknya jelas bahwa Anda bahkan tidak peduli dengan nilai-nilai seperti martabat dan kesopanan,” katanya.

Pasangan bek tengah itu meneruskan penampilan buruk yang ditampilkan bersama Jerman di Piala Dunia 2018, dan kesulitan mereka untuk tampil baik di level klub telah membuat para pakar memperkirakan bahwa keduanya akan tidak akan lama lagi bermain di level tertinggi.

Tetapi Hummels, Rummenigge, dan Bayern yang pada tertawa di akhir ketika mereka berhasil bangkit untuk mengejar Dortmund di paruh kedua musim, dan berhasil mempertahankan gelar mereka dengan perbedaan dua poin.

Hummels menjadi bagian penting dari kebangkitan itu, ketika dia merebut kembali tempatnya sebagai pemain inti bersama Niklas Sule pada pergantian tahun. Di antara banyak penampilan apiknya, Hummels menunjukkan yang terbaik dalam pertandingan paling penting saat Bayern menghancurkan Dortmund 5-0 April lalu. Dia mencetak gol pembuka dan solid dalam bertahan, bermain dengan kecerdasan dan keinginan yang jelas untuk menang.

Namun, Bayern sudah memilih untuk menjual pemain timnas Jerman itu kembali ke Dortmund dalam kesepakatan €38 juta. Transfer ini cukup mengejutkan karena Hummels masih memiliki dua tahun tersisa di kontraknya, dilepas dengan harga yang tampak kecil jika dibandingkan biaya transfer modern, dan berisiko membiarkan saingan mereka bertambah kuat.

Diketahui bahwa hubungan antara Hummels dan Kovac tidak terlalu baik, tetapi klub sukses seperti Bayern membutuhkan budaya diskusi yang sehat dengan para pemain berpengalaman, terutama setelah kepergian Franck Ribery dan Arjen Robben.

Tentu saja, Bayern ingin menyegarkan skuad mereka, tetapi mengorbankan Hummels pada tahap ini bisa menjadi kesalahan strategis yang sulit dijelaskan. Terlepas dari usianya, Hummels bisa mempertahankan peran kunci sampai setidaknya akhir kontrak dengan Bayern.

Kekuatan Hummels selama ini adalah dalam membaca dan memahami permainan dibandingkan dari aspek fisiknya, yang berarti permainannya tidak akan banyak menurun seiring bertambah usia seperti rekan bek tengahnya Boateng.

Akan lebih masuk akal jika Bayern membiarkan Boateng pergi tahun ini. Bagaimanapun, penampilannya belum membaik sejak Piala Dunia, sedangkan dia tampaknya tidak menjadi bagian dari tim, sehingga presiden Uli Hoeness menyarankan agar dia meninggalkan klub.

Jika Boateng menerima saran Hoeness dan pergi, Bayern hanya akan memiliki tiga pemain berusia 23 tahun, yang kurang berpengalaman untuk mengisi posisi bek tengah musim depan: Sule dan dua pemain baru Benjamin Pavard dan Lucas Hernandez.

Pavard dan Hernandez tidak diragukan lagi bakatnya, tetapi nama pertama sering tampil mengecewakan pada laga besar, sedangkan yang kedua musim lalu lebih banyak mengalami cedera dan hanya tampil 22 kali bagi Atletico Madrid di semua ajang. Seberapa cepat mereka beradaptasi dengan lingkungan baru masih belum jelas, dan itu juga berlaku bagi perekrutan baru lainnya.

Tekanan pada pemain baru dan keharusan mereka untuk menjadi yang terbaik sejak awal musim akan sedikit terbantu dengan kehadiran Hummels. Dia bisa mempertahankan peran penting dalam tim. Tetapi yang terjadi justru sebaliknya, dia akan memainkan peran itu di rival terbesar mereka.