Maurizio Sarri Bersimpati Untuk Kalidou Koulibaly Soal Rasisme

Komentar()
Emilio Andreoli
Maurizio Sarri bersimpati dengan perlakuan rasial yang didapat Kalidou Koulibaly ketika Napoli melawan Inter Milan.

Manajer Chelsea Maurizio Sarri berharap sepakbola Italia lebih memerhatikan perihal isu rasisme yang kerap kali terjadi.

Baru-baru ini, mantan anak didik Sarri, Kalidou Koulibaly, menjadi sasaran rasisme ketika Napoli bentrok dengan Inter Milan, yang berakhir kemenangan bagi tim terakhir 1-0.

Sarri pun ikut bersimpati dengan kondisi yang dialami Koulibaly baru-baru ini. Ditegaskan sang juru taktik, Serie A harus memberantas rasisme di dalam kompetisi.

"Kalian tahu, di Italia ada beberapa masalah dalam sepakbola," buka Sarri.

"Saya kira terutama untuk Naples. Ketika saya di sana, kami menghentikan dua pertandingan [karena rasisme], satu melawan Lazio di Roma dan Sampdoria di Genoa."

"Saya sangat kecewa dengan kasus Kalidou, karena dia adalah pemain yang luar biasa. Saya benar-benar kecewa atas kejadian yang menimpanya."

"Saya menilai, kami bisa berbuat lebih banyak untuk mengatasi masalah ini di sepakbola Italia," tambah eks pelatih Napoli tersebut, yang didatangkan Chelsea pada musim panas kemarin.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Komdis PSSI Hukum Bambang Suryo Seumur Hidup
2. Ole Gunnar Solskjaer: Ini Baru Manchester United!
3. Persebaya Dipastikan Kehilangan David Da Silva
4. Cristiano Ronaldo Ukir Rekor Gol Tandang Serie A Italia
5. 25 Pemain Remaja Termahal Dunia
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup