Berita Live Scores
Manchester United FC

Berita EPL - Lima Hal Yang Dipetik Dari Pramusim Manchester United

08.25 WIB 05/08/19
Harry Maguire Aaron Wan-Bissaka
United mengakhiri persiapan mereka dengan mengalahkan AC Milan lewat adu penalti di Cardiff, dan itu membuat pasukan Ole tak terkalahkan di pramusim.

OLEH  KRIS VOAKES PENYUSUN  ADHE MAKAYASA

Manchester United menyudahi pramusim mereka dengan meraih enam kemenangan dari enam laga yang dijalani, menyusul kesuksesan mengalahkan AC Milan lewat skor 5-4 di drama adu penalti setelah bermain imbang 2-2 selama waktu normal di Cardiff.

Pasukan Ole Gunnar Solskjaer mengakhiri kampanye Liga Primer Inggris musim kemarin dengan kalah 2-0 dari tim Cardiff City yang terdegradasi, namun mereka boleh optimistis untuk menatap laga pembuka musim 2019/20 ketika diharuskan menjamu Chelsea di Old Trafford.

Tapi apa yang sudah dipetik Ole selama pramusim kali ini? Goal coba menjabarkan lima hal yang menjadi kunci. Simak berikut!


Lebih Giat Dalam Pressing


Gaya baru yang diterapkan Ole pada musim panas ini terlihat lebih kuat dan bersemangat. Dengan Anthony Martial yang tampil sebagai pilihan utama untuk memimpin lini depan setelah tiga tahun berganti posisi dengan Marcus Rashford, United sekarang menunjukkan tekad untuk bertahan dari depan menggunakan pressing tinggi yang membuat tim lawan kewalahan.

Jauh dari pola bertahan dan mengundang tekanan yang sering dimainkan saat era Louis van Gaal dan Jose Mourinho, tim United arahan Ole terlihat lebih dinamis ketika mereka kehilangan bola. Mereka pun jauh lebih fit yang lantas memungkinkan mereka untuk menerapkan tempo permainan cepat.

Sekarang mulai terasa bahwa gaya bermain yang diusung United cocok untuk sepakbola modern, namun hasil imbang melawan Milan di waktu normal merupakan penurunan ritme dari laga-laga sebelumnya dan itu menjadi pelajaran.


Aaron Wan-Bissaka Pembelian Bagus


‘The Spider’ telah menunjukkan impak sebagai pemain United. Transfernya yang menyentuh angka £50 juta sempat mengundang pertanyaan soal kelayakannya mengingat bek kanan tersebut baru tampil 46 kali di level senior ketika memperkuat Crystal Palace, namun dia tidak butuh waktu lama untuk menunjukkan bakat besarnya.

Pemuda 21 tahun itu merupakan penekel hebat dan kemampuannya dalam menyerang serta menghadirkan masalah di pertahanan lawan menjadi hal yang menonjol di pramusim. Dan untuk klub yang tidak memiliki bek kanan reguler selama hampir setengah dekade, Wan-Bissaka merupakan sebuah kemewahan yang patut disyukuri.


United Butuh Harry Maguire


Ole telah memainkan enam bek sentral berbeda selama menjalani enam pertandingan di pramusim. Selagi mereka hanya kebobolan tiga gol secara total, tapi tetap ada titik lemah dalam pertahanan. Selain Victor Lindelof, tidak ada kandidat menonjol lain untuk menjadi starter di posisi sentral dalam formasi back four, belum lagi cedera yang dialami Eric Bailly juga tidak membantu.

Jadi kabar masuknya Harry Maguire yang tinggal melakukan tes medis adalah hal yang bagus. Meski banyak orang mencibir transfer besarnya di angka £80 juta, beberapa dari mereka tidak bisa mengelak bahwa ia merupakan sebuah upgrade untuk tim Ole.


Limbung Tanpa Paul Pogba


Performa stagnan saat melawan Milan menjadi bukti bahwa United tampil biasa tanpa Pogba di skuadnya. Gelandang asal Prancis itu melewatkan laga di Cardiff kemarin karena masalah punggung dan The Red Devils bermain seperti tanpa motor dan minim kreativitas. Padahal sebelumnya saat Pogba bermain, dia memberi dimensi ekstra dalam pola penyerangan.

Pogba sendiri diyakini akan bertahan di United setidaknya untuk setahun ke depan, meski namanya kerap dikaitkan dengan Real Madrid pada musim panas ini. Dan itu tentu kabar bagus untuk United, karena ketika dia berada dalam performa terbaiknya, Pogba bisa menjadi pemain yang sulit dihentikan.


Pemain Dari Akademi Siap Unjuk Gigi


United membawa Mason Greenwood, Angel Gomes, Tahith Chong dan James Garner dalam lawatan ke Australia dan Asia, dengan mereka diberi kesempatan untuk lebih terlibat bersama tim utama menyusul kedatangan Ole pada akhir Desember kemarin.

Selama pramusim, Garner, Greenwood dan Gomes berhasil mencatatkan gol selagi Chong tak ketinggalan menunjukkan potensi besarnya untuk menjustifikasi kepercayaan Ole terhadap pemain muda.

Mungkin yang paling menonjol adalah Greenwood, dengan sang pemain sukses mencetak gol ke gawang Leeds United dan Inter Milan, sebelum kemudian mencetak gol di drama adu penalti melawan Milan di hadapan 65 ribu penonton yang ada di Cardiff.

Dari enam pertandingan yang telah dijalani, barisan akademi tersebut menunjukkan bahwa United masih bisa melahirkan pemain berbakat dan para penggemar boleh bersemangat untuk menantikan masa depan.