Krzysztof Piatek Menuju Reinkarnasi Andriy Shevchenko

Komentar()
Getty Images
Tujuh gol di lima laga dipersembahkan Krzysztof Piatek. Publik San Siro mulai memupuk asa menggapai kembali kekuatan layaknya era Andriy Shevchenko.

Namanya memang tidak sebesar Gonzalo Higuain. Namun soal potensi? Fans AC Milan boleh mulai menaruh harapan di pundaknya. Krzysztof Piatek, rekrutan anyar Rossoneri dari klub rival, Genoa, di bursa transfer Januari.

Bila mengingat investasi jor-joran Milan di musim panas 2017, di mana mereka menggelontor fulus hingga €200 juta lebih dengan mengangkut sepuluh pemain baru, rasanya jauh panggang dari api menyebut Milan telah kembali ke habitatnya sebagai kompetitor Scudetto. Termasuk saat mendatangkan Gonzalo Higuain di musim panas lalu dengan maksud menjadikan tim lebih kompetitif demi bersaing di pacuan juara. Ujung-ujungnya, striker Argentina itu direlakan hijrah ke Chelsea sebelum masa peminjamannya berakhir di Milan.

Kini, hanya dengan melepas €35 juta untuk seorang striker berusia 23 tahun bernama Piatek, publik San Siro tampak lebih memiliki kepercayaan diri dalam menatap masa depan klub kesayangan mereka ini untuk kembali meraksasa di belantika sepakbola Italia.

Wajar jika animo fans Milan melonjak drastis belakangan ini setelah menyaksikan bagaimana atraksi Piatek dalam lima pertandingan terakhir. Melakoni debut sebagai starter melawan tim tangguh Napoli di Coppa Italia, Piatek langsung membintangi Milan dengan mencetak sepasang gol untuk membawa tim menang 2-0. Performa moncer ini berlanjut ketika dia kembali menodai gawang tim raksasa lainnya, AS Roma, dengan laga berakhir seri 1-1.

GFX - Piatek

Berturut-turut, di tiga duel berikutnya, Piatek membawa Milan meraup poin sempurna dengan menjebol gawang Cagliari [3-0], Atalanta [3-1] dan teraktual gawang Empoli yang jadi korban [3-0]. Lima golnya di empat laga terakhir Serie A ini membuat Piatek menyamai rekor legenda Oliver Bierhoff, yang selalu mencetak gol di empat penampilan pertamanya sebagai starter bagi Milan.

Secara keseluruhan, dari enam penampilannya [sekali tampil dari bench] sejak berbaju Milan di seluruh kompetisi, Piatek telah mengemas tujuh gol! Sebuah pencapaian yang kiranya pantas diapresiasi.

Piatek datang menawarkan kualitas teknikal yang selama ini dibutuhkan Milan. Kemampuannya membuat penyelesaian akhir dengan rapih bak meruncingkan kembali tombak yang telah lama tumpul. Sudah lama klub tak memiliki sosok-sosok tajam nan berkelas macam Andriy Shevchenko atau Kaka, yang masing-masing merupakan protagonis tim di masa keemasan keduanya.

Krzysztof Piatek Milan Empoli Serie A

Shevchenko pernah mempersembahkan Milan Scudetto Serie A di musim 2003/04 dan raihan juara Liga Champions 2003, juga legenda Ukraina ini semakin mengharuman nama klub ketika didapuk sebagai pemenang Ballon d'Or 2004.

Kaka juga merupakan bagian penting dari keberhasilan klub meraih gelar domestik di musim yang sama sebelum legenda Brasil ini memenangkan dua titel prestisius: Liga Champions dan Ballon d'Or di tahun 2007.

Sah-sah saja menilai Milan telah membuat binsis jitu di musim dingin ini. Buahnya dapat dicermati dalam lima pertandingan terakhir mereka di seluruh kompetisi, dengan empat di antaranya berakhir kemenangan dan satu seri. Kabar bagusnya, di seluruh laga itu Piatek tak berhenti mendonasi gol dan sekarang Milan berada di posisi empat besar klasemen sementara Serie A!

Andriy Shevchenko Milan

Tren positif Milan sejak bersama Piatek juga jadi berkah tersendiri bagi pelatih Gennaro Gattuso. Setidaknya, tekanan yang kerap kali menggelayuti Gennaro Gattuso perihal desas-desus pemecatan dirinya, pelan-pelan mulai padam.

Masih dibutuhkan kerja keras dan usaha lebih besar lagi untuk mengulangi prestasi Scudetto terakhir Milan di musim 2010/11 di bawah rezim Massimiliano Allegri. Juga saat terakhir kali memenangkan Liga Champions di tahun 2007 bersama Carlo Ancelotti. Tapi kehadiran Piatek bisa menjadi jaminan yang menjanjikan di masa yang akan datang. 

Sekarang tinggal melihat konsistensi Piatek dalam 13 pertandingan tersisa di Serie A. Bila mampu mempertahankan level penampilan seperti saat ini, terus menjadi mesin gol dan membantu tim mengamankan tiket mentas di Liga Champions, Milan boleh bermimpi untuk kembali menguasai kancah domestik, bahkan Eropa di musim berikutnya.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Ini Susunan Lengkap Exco PSSI 2016-2020
2. Acungkan Lima Jari, Ronaldo Balas Ejekan Fans Atletico
3. Demi Jadon Sancho, Man United Harus Penuhi Dua Syarat
4. Piala AFF U-22: Kamboja Lolos Semi-Final
5. Paul Pogba & Gelandang Tengah Terproduktif Di 2019
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer Banner Serie A

 

Tutup