Bebas Dari Penjara, Ronaldinho Sekarang Jadi Tahan Rumah Di Paraguay

Ronaldinho Passport split
Sebelumnya mantan bintang Barcelona itu ditahan selama 32 hari akibat menggunakan paspor palsu.

Ronaldinho dan saudaranya yang bernama Roberto de Assis telah keluar dari penjara Paraguay namun sekarang masih harus menjadi tahanan rumah.

Keduanya ditahan pada awal Maret lalu setelah tertangkap basah menggunakan paspor palsu saat masuk ke negara tersebut.

Tapi seusai menghabiskan 32 hari di penjara, hakim Gustavo Amarilla memutuskan keduanya bisa tinggal di hotel di Asuncion selagi menunggu putusan pengadilan.

Adapun kuasa hukum dari Ronaldinho dan Roberto de Assis telah membayar biaya penangguhan penahanan sebesar $1,6 juta, padahal sebelumnya pengajuan pembayaran itu sempat ditolak oleh otoritas.

Ronaldinho dan saudaranya itu awalnya ditahan karena memakai paspor palsu saat sudah di Paraguay, dengan mereka telah berkunjung ke berbagai tempat untuk kegiatan promosi.

Keduanya lantas dijebloskan ke penjara dengan tingkat keamanan tertinggi di Agrupacion Especializada, setelah sebelumnya ditangkap di Resort Yacht & Golf Club Paraguay.

"Kantor Kejaksaan Agung mengeluarkan surat perintah penangkapan mereka, menuding Ronaldinho menggunakan dokumen palsu dan meminta penahanan preventif," kata Kementerian Dalam Negeri Paraguay dalam sebuah pernyataan beberapa waktu lalu.
 
Pengacara Ronaldinho berpendapat bahwa klien mereka diberi paspor Paraguay sebagai hadiah dari sponsor setempat, dan tidak menyadari ia melakukan kesalahan dalam penggunaannya.

Selama berada di balik jeruji besi, mantan bintang Barcelona itu tetap sibuk dengan ikut serta dalam sejumlah pertandingan sepakbola di penjara. Beberapa foto dan video darinya lantas menjadi viral.

Meskipun sosok berusia 40 tahun itu tampak bahagia dalam foto dan video, teman-temannya mengatakan bahwa kurungan itu memberi dampak pada legenda Brasil tersebut.

"Ronaldinho sama sekali tidak bahagia," kata mantan pemain internasional Paraguay Nelson Cuevas kepada CNN Radio bulan lalu setelah mengunjungi temannya itu di penjara.

"Yang membedakan dia adalah senyumannya, energinya yang baik, cara hidupnya, tetapi hari ini, dengan situasi yang sedang ia alami, senyum itu hilang karena dia di penjara yang merupakan tempat yang tidak biasa bagi dia."

Pemenang Ballon d'Or 2005 itu diketahui tidak memiliki dokumen resmi untuk meninggalkan negara asalnya karena paspor Brasil dan Spanyol yang ia miliki disita oleh otoritas Brasil pada 2019 karena masalah hukum yang terpisah.

Tutup