Bagaimana Karier Lima Wonderkids Jika Disimulasikan Lewat Football Manager 2018?

Komentar()
Getty/Goal composite
Gim Football Manager mencoba menebak kelanjutan karier dari para pemain muda terbaik dunia saat ini ini serta di mana mereka akan berakhir.


OLEH   GOAL Internasional     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Justin Kluivert baru saja diumumkan sebagai pemain muda terbaik dunia lewat penghargaan Goal 2018 NxGn, dengan rekan setimnya di Ajax Matthijs de Ligt berada dua peringkat di bawahnya selagi pemenang tahun lalu Gianluigi Donnarumma finis sebagai runner-up, namun bagaimana kelanjutan karier dari sejumlah bakat muda ini? Setidaknya, Football Manager 2018 coba memprediksinya lewat simulasi.

Ajax mungkin memiliki dua pemain muda paling bertalenta di dunia, tapi dalam gim simulasi, mereka justru gagal membangun kariernya dan mendapati Kliuvert serta De Ligt hengkang dari klub di dua musim perdana. Keduanya tidak ada yang berhasil memenangkan trofi dan lantas pergi ke luar negeri untuk mencari klub yang lebih baik dan penghargaan individu.

Kluivert yang pindah ke Inter mendapati awalan yang buruk, dengan ia hanya mencetak dua gol dari 14 penampilan di musim 2019/20 sebelum dipinjamkan ke Sassuolo demi harapan memperoleh lebih banyak menit bermain.

Medali Serie A menjadi teman dia ketika meninggalkan Inter untuk kemudian merapat ke West Brom, dengan ia menjadi rekrutan termahal klub setelah ditebus di angka £22 juta. Pemain internasional Belanda itu lantas menjadi figur populer di kalangan fans The Baggies, bermain lebih dari 240 kali untuk klub Liga Primer tersebut.

Kluivert NxGn

Sementara itu, bek De Ligt memecahkan rekor transfer ketika meninggalkan Ajax sebagaimana ia menjadi penjualan termahal buat mereka dan juga berstatus sebagai rekrutan termahal Bayern Munich di angka £59 juta. Seperti halnya Kluivert, dia menghabiskan sejumlah waktunya secara pinjaman ke klub lain, merapat ke Hamburg di musim pertamanya di Jerman untuk mencoba beradaptasi.

Koleksi trofi De Ligt mulai terisi penuh di Bayern karena ia membantu mereka memenangkan enam gelar Bundesliga. Kariernya di pentas internasional juga cemerlang karena ia ditunjuk sebagai kapten Belanda pada 2022 dan mencatatkan 110 penampilan untuk negaranya.

Adapun terlepas ketertarikan dari Juventus, Donnarumma memilih setia bersama AC Milan, di mana ia terus menjadi pilihan utama di bawah mistar. Sang kiper mengemas 193 clean sheets dalam 455 penampilannya untuk Rossoneri, termasuk mencatatkan rekor clean sheet beruntun.

Terlepas kesuksesannya dalam membawa Milan sampai ke final Liga Europa 2026 dan memenangkan dua gelar Serie A, keberhasilan terbesar Donnarumma di pentas internasional terjadi di Piala Dunia 2026 di Meksiko ketika ia mengantar Italia menjadi juara dengan mengalahkan Ukraina lewat drama adu penalti.

Vinicius Junior, yang finis ketiga di 2018 NxGn, akhirnya merapat ke Real Madrid dari Flamengo pada 2018/19. Masa bulan madunya di Santiago Bernabeu hanya sebentar karena ia dipinjamkan ke klub lain untuk setahun. Sang winger kemudian pindah ke Schalke 04, di mana ia mengukir rekor gol tercepat dalam sejarah dan terpilih sebagai pemain terbaik pilihan fans dan menjadi newcomer terbaik Bundesliga.

Vinicius Junor 14032018

Awal 2020 adalah era kesuksesan buat Vinicius, karena ia mampu mengukir empat gelar La Liga beruntun bersama Madrid sebelum Manchester City memutuskan untuk memecahkan rekor transfer dengan mendatangkannya di angka £109 juta pada 2024. Meski menjadi andalan di City, Vinicius tidak pernah mendapatkan gelar Liga Primer, dengan paling banter adalah menjuarai Piala Liga pada 2028.

Adapun Phil Foden, yang menempati urutan kelima di NxGn tahun ini, punya karier yang kurang sukses di City. Ia gagal mendapatkan menit bermain di musim 2017/18 dan sebagai hasilnya, ia kemudian dipinjamkan ke Brighton & Hove Albion. Cedera dan penurunan performa membuat kariernya meredup, hingga Chris Hughton menganggapnya sebagai surplus dan dikembalikan ke City.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Foden akhirnya mendapatkan kesempatan unjuk gigi di Championship bersama Fulham dan kemudian di Ligue 1 bersama Lyon, sebelum benar-benar hengkang secara permanen dari City karena tidak pernah mampu menembus tim utama.

Southampton lantas merekrutnya dan mencoba menyelamatkan karier Foden, hingga sang pemain direkrut PSG pada 2026. Ia pun berhasil menjuarai Coupe de France setahun berselang, namun itu menjadi satu-satunya trofi yang berhasil ia menangi.

 

Artikel Selanjutnya:
Semen Padang Ikat Pemain Brasil Dengan Prakontrak
Artikel Selanjutnya:
Gonzalo Higuain Akan Tampil Lawan Arsenal?
Artikel Selanjutnya:
Jadwal Sriwijaya FC Di Piala Indonesia Diundur
Artikel Selanjutnya:
Manchester United Segera Dapatkan Noam Emeran
Artikel Selanjutnya:
Irfan Jaya Nyaman Jadi Mesin Gol Persebaya Surabaya
Tutup