Berita Live Scores
Putra Sinar Giri

Atta Halilintar Santai Tanggapi Perekrutan Duo Pemain Bengal

04.14 WIB 15/06/21
Atta Halilintar, Putra Siregar, Saiful Arifin - PSG Pati / AHHA PS Pati FC
Atta meyakini Nurhidayat dan Yudha akan mengharumkan nama Indonesia setelah bergabung dengan PSG Pati.

Chairman PSG Pati Atta Halilintar melakukan pembelaan terhadap kebijakan klub Liga 2 tersebut yang merekrut dua pemain muda bermasalah, Nurhidayat Haji Haris dan Yudha Febrian.

PSG Pati merekrut Nurhidayat dan Yudha untuk menambah kekuatan tim dalam persaingan merebut tiket promosi ke Liga 1. Hanya saja, kebijakan merekrut dua pemain tersebut mendapat komentar miring dari publik sepakbola nasional, karena berkaitan dengan masa lalu mereka.

Ketika PSG Pati mengumumkan perekrutan Nurhidayat dan Yudha, komentar miring pun ditujukan kepada Atta yang telah mengakuisisi klub, dan mengubah namanya menjadi AHHA PS Pati. Atta tidak terlalu merisaukan komentar miring itu.

“Sebenarnya, kalau anak muda itu dirangkul, bukan dipukul. Kami ingin buktikan ke Indonesia, bahwa mereka ini masih bisa menjadi andalan,” tegas Atta dikutip laman kantor berita Antara.

“AHHA PS Pati ini ingin mendidik anak-anak muda yang ke depannya semoga bisa menjadi punggawa besarnya timnas Indonesia. [Sekarang] Tinggal kita bagaimana menuntun untuk memotivasi mereka terus untuk benar-benar menjadi pemain bola yang besar karena prestasinya.”

Pernyataan tak jauh berbeda disampaikan co-chairman Putra Siregar. Putra mengatakan, pihaknya menyimpan keyakinan perangai Nurhidayat dan Yudha bakal berubah setelah bergabung dengan PSG Pati.

“Saya yakin, dengan kerja keras, Yudha Febrian dia akan buktikan satu hingga dua tahun ini dia akan menjadi anak bangsa yang akan membanggakan dan memperjuangkan di timnas Indonesia,” kata Putra.

Seperti diketahui, Nurhidayat ditendang dari pemusatan latihan (TC) timnas Indonesia di Dubai ketika sedang mempersiapkan diri menghadapi lanjutan Grup G kualifikasi Piala Dunia 2022 zona Asia, karena dianggap melakukan tindakan indisipliner.

Keputusan Shin Tae-yong itu membuat karteker pelatih PSM Makassar Syamsuddin Batola berpikir ulang untuk mempertahankan Nurhidayat. Ketika dipanggil mengikuti TC, Nurhidayat berstatus pemain PSM di turnamen pramusim Piala Menpora.

Sedangkan Yudha terlibat perbuatan tidak terpuji. Setelah dugem di tengah TC timnas U-19 pada akhir tahun lalu, Yudha dituding melakukan pelecehan seksual terhadap seorang wanita. Manajemen Barito Putera yang menaungi Yudah akhirnya melepas sang pemain akibat sikap tak terpujinya tersebut.