Cerita Di Balik Kegagalan Arsenal Datangkan Jadon Sancho, Christian Pulisic & Jude Bellingham

Sancho Pulisic Bellingham
Steve Morrow, mantan kepala perekrutan pemain muda di Arsenal memberi tahu kepada GOAL tentang beberapa kesepakatan yang nyaris terjadi di bursa trans

Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Zlatan Ibrahimovic, Kylian Mbappe, merupakan nama-nama bintang yang sudah masuk daftar target Arsenal selama bertahun-tahun.

Klub-klub top di seluruh dunia memiliki target pemain yang gagal didatangkan untuk menambah amunisinya, dan di Arsenal tidak ada bedanya. Arsene Wenger telah berkali-kali berbicara tentang pemain yang hampir didatangkan olehnya selama 22 tahun masa baktinya di klub London tersebut.

Dengan perekrutan yang sama kompetitifnya dengan pertandingan, pencari bakat di seluruh dunia selalu siap siaga, dan begitu mereka melihat pemain yang menurut mereka bisa naik kelas, peringatan akan diberikan.

Steve Morrow sering menerima nama-nama para pemain itu selama hampir satu dekade menjadi kepala perekrutan pemain muda di Arsenal sebelum pergi pada 2019.

Jadi ketika ada pemain yang datang ke Arsenal, tidak ada orang yang lebih tahu selain pria 50 tahun asal Belfast tersebut.

“Setiap klub papan atas akan mengatakan nyaris terjadi kesalahan,” kata Morrow dalam wawancara eksklusif bersama GOAL.

“Jadon Sancho tentu saja salah satu dari mereka. Kami kehilangan dia sekali ketika dia pindah dari Watford dan pergi ke Manchester City, dan lagi ketika dia mencapai usia tertentu di City, para pemain muda harus membuat pilihan.”

“Jadon merasa masa depannya tidak di Manchester dan kami sangat, bahkan sangat dekat untuk mengontraknya. Tetapi keluarganya merasa pada saat itu bahwa peluang terbaik baginya ada di Dortmund dan dia pun pergi.”

Morrow menambahkan: “Ada yang lain. Jude Bellingham merupakan salah satu pemain yang mirip dengan Sancho.”

“Ketika dia sampai pada akhir kontraknya di Birmingham dan sedang berdebat apakah akan tinggal di sana dan menandatangani beasiswa atau pindah ke tempat lain, kami juga sangat dekat dengan itu.”

Tapi terkadang itu tidak terjadi begitu saja dan Anda harus menerimanya.”

Jadon Sancho Borussia Dortmund GFX

Nama bintang lain yang berada di radar Morrow selama waktunya di Arsenal adalah Christian Pulisic.

Faktanya, pemain internasional Amerika Serikat itu bahkan melakukan perjalanan ke Inggris dan menghabiskan waktu bersama The Gunners saat remaja sebelum akhirnya pindah ke Borussia Dortmund.

“Melalui koneksi kami di Amerika, Christian adalah salah satu yang saya miliki di London Colney saat berusia 14 tahun,” kenang Morrow dari pemain sayap Chelsea tersebut. “Dia datang dan melakukannya dengan cukup baik, tetapi dia kecil dan terlihat kecil secara fisik ketika datang kepad kami.”

“Saya memang melihat potensinya tapi dia pasti tertinggal secara fisik di kelompok usia yang sama dengan pemain lain.”

“Saya ingin membawanya kembali, tetapi tidak berhasil dan sayangnya dia pergi ke Jerman.”

Tapi sementara ada banyak pemain yang lolos dari jala Arsenal, ada banyka juga yang terlihat dan dibawa masuk.

Ada beberapa area yang sekompetitif London dalam hal merekrut talenta muda, dengan beberapa klub berjuang keras untuk meyakinkan bintang-bintang terbaik ibu kota bahwa akademi mereka adalah tempat terbaik untuk berkembang.

Dan sekilas ke skuad tim utama Mikel Arteta sekarang menunjukkan bahwa Arsenal menikmati banyak kesuksesan dalam hal itu berkat Morrow.

“Ketika Andaa berada di klub besar seperti Arsenal, Anda harus waspada terhadap semua orang di luar sana, dan itu adalah tugas saya untuk memastikan kami kompetitif dan mencari pemain terbaik di sekitar kami.”

“Sejak usia sembilan tahun, ketika Anda pertama kali memulai akademi sepak bola, itu adalah kelompok usia yang sangat kompetitif.”

“Mencoba untuk mengidentifikasi para pemain muda terbaik di area London yang dilihat oleh klub lain seperti Chelsea, Tottenham dan West Ham dan memasukkan mereka ke dalam klub Anda serta mempertahankan mereka sepanjang perkembangannya adalah tantangan terbesar, sangat besar.”

“Kami harus menempatkan struktur terbaik dan memastikan kami tahu apakah yang dapat kami tawarkan kepada pemain muda.”

“saya sangat bangga denga semua pekerjaan yang kami lakukan untuk itu dan Anda melihat hasilnya hari ini dengan pemain-pemain seperti Emile (Smith Rowe) dan Bukayo (Saka) yang membantu memajukan tim utama saat ini.”

smith rowe saka arsenal

Morrow menambahkan: “Mereka berdua adalah pemain yang selalu saya nilai sangat tinggi, pastinya dari usia 14 keatas.”

“Bukayo selalu menonjol secara fisik karena dia berkembang dengan baik. Dia memiliki kekuatan dan daya tahan tubuh yang meningkat dengan pesat. Tetapi Anda dapat melihat bahwa dia juga memiliki kemampuan teknis yang hebat dan merupakan pemain yang sangat cerdas.”

“Yang juga sangat mengesankan tentang Bukayo adalah kedewasaannya sejak usia muda dan mentalitas serta ketenangannya. Tidak ada yang benar-benar mengganggunya. Apa pun yang Anda taruh di depannya, dia bisa menghadapinya.”

“Emile mirip. Bagian yang tidak menguntungkan baginya adalah saat dia tumbuh, dia menghadapi beberapa cedera yang sedikit menghambat perkembangannya, kalau tidak saya pikir dia akan berkembang lebih cepat.”

“Dengan Emile Anda bisa melihat bahwa tekniknya luar biasa meskipun di area yang sempit. Yang mengesankan tentang dia sejak usia muda adalah pengambilan keputusannya. Di area yang sempit, dia tahu kapan harus berhenti dengan cepat dan mengirim operan sederhana yang terarah.”

“Dia selalu menunjukkan kecerdasan yang luar biasa sejak usi muda dan Anda benar-benar dapat melihatnya sekarang.”

Anak muda lain yuang berkembang melalui akademi Arsenal di periode Morrow adalah Folarin Balogun.

Striker diatas rata-rata ini telah mencatatkan namanya di tim utama musim ini, mencetak dua gol dalam enam penampilannya sebagai pemain penganti. Tetapi sepertinya dia terlihat akan pergi di musim panas ini.

Kontrak pemain berusia 19 tahun itu berakhir pada akhir musim ini, dan meskipun ada negosiasi untuk perpanjangan kontrak, kesepakatan itu masih belum tercapai.

Ini adalah situasi yang membuat frustasi bagi The Gunners yang menginginkan Balogun bertahan, tetapi bagi Morrow, ini adalah masalah yang dihadapi klub-klub saat ini dalam hal mempertahankan talenta muda terbaik mereka.

“Saya duduk bersama Balogun dan keluarganya sebelum dia menandatangani beasiswa dan kontrak profesional pertamanya, serta meyakinkan dia bahwa itu adalah hal yang benar untuk dilakukan,” kata Morrow. “Dia dinilai sangat hebat dan saya tahu dia masih di dalam klub. Dia adalah seseorang yang memiliki potensi untuk terus maju dan bekerja dengan sangat baik.

“Tapi para pemain, mungkin lebih sekarang daripada sepuluh tahun lalu, lebih memikirkan tentang peluang di mana mereka bisa bermain di Eropa dan apakah mereka akan mendapat lebih banyak peluang di sana untuk bermain.”

“Syukurlah, kami tidak kehilangan terlalu banyak. Hanya satu atau dua yang benar-benar tidak berkomitmen untuk masa depan mereka ke Arsenal, tetapi itu adalah pekerjaan yang sulit. Ini tentang pekerjaan yang Anda lakukan untuk mengembangkan mereka yang membuat mereka ingin tinggal dan menandatangani kontrak dengan Anda.

Morrow menambahkan: “Itu adalah sisi perekrutan dan akademi yang sulit.”

“Ini tidak hanya menemukan pemain di luar, tetapi juga melakukan pekerjaan yang cukup baik untuk mempertahankan pemain Anda sendiri. Itu adalah bagian besar dari pekerjaan dan tanggung jawab saya.”

“Ini tentang membangun hubungan dengan pemain dan keluarga mereka sehingga ketika harus menandatangani beasiswa dan kontrak profesional, Anda akan berada dalam posisi yang kuat dan para pemain itu ingin tetap bersama Anda.”

Serge Gnabry Arsenal  11102013

Sementara London dapat dimengerti sebagai area kunci bagi Arsenal dalam hal perekrutan pemain muda, mereka selalu dikenal karena kemampuannya untuk menemukan bakat dari luar negeri dan membawa mereka ke klub lebih awal.

Ada banyak kisah sukses selama bertahun-tahun, mulai dari Nicolas Anelka hingga Cesc Fabregas dan Hector Bellerin.

Salah satu pemain Morrow yang dia datangkan ke London utara dari Eropa adalah Serge Gnabry, yang pindah ke Arsenal dari Stuttgart pada 2012.

Tetapi meskipun memaksa masuk ke tim utama pada usia dini, Gnabry akhirnya pergi pada 2016 setelah memilih untuk tidak menadatangani kontrak baru dan sekarang dia menjadi bintang Bayern Munich dan dikenal luas serta diakui sebagai salah satu bakat terbaik dalam sepak bola dunia.

“Sungguh membuat frustasi,” kata Morrow, saat membahas keputusan Gnabry untuk pergi. “Dia telah bersama kami sejak dia berusia 15 tahun. Kami membuat kesepakatan dengan klubnya di Jerman untuk datang dan bergabung dengan kami.”

“Serge menunjukkan sekilas potensi dan kemampuannya bersama kami dan memainkan sejumlah pertandingan di tim utama. Tetapi dia tidak benar-benar berkembang seperti yang kita inginkan dan cedera jelas mempengaruhi hal tersebut.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

Morrow menambahkan: “Dia sangat dihargai dan dipikirkan dengan baik oleh semua orang di seluruh klub. Semua orang ingin mempertahankannya dan saya berjuang sangat keras, sampai akhir, untuk melakukan itu.”

“Tetapi begitu dia kembali ke Jerman, dia benar-benar pergi, jadi saya rasa itu adalah tanda bahwa dia membuat keputusan yang tepat. Mungkin dia tidak akan mencapai apa yang saat ini dia rasakan di Jerman jika dia tetap tinggal di London.”

“Tapi itu sangat menyedihkan ketika kehilangan, terutama saat Anda melihat seberapa baik dia melakukannya.” (*/Yos)

Tutup