Arema FC Temui Jalan Buntu Rekrut Pemain Asia

Komentar()
Abi Yazid
Di lain sisi, manajemen Arema berhasil mengamankan sejumlah pemain lokal dari incaran klub lain.


LIPUTAN  ABI YAZID  DARI MALANG    Ikuti di twitter


Manajemen Arema FC mengaku sudah melakukan pendekatan dua pemain asing yang akan direkrut untuk musim 2019. Namun salah satu dari pemain itu kemungkinan besar gagal diboyong ke Malang.

Arema hanya memburu dua pemain asing di sektor tengah dan depan, karena Arthur Cunha kemungkinan besar akan dipertahankan. Menurut manajer umum Ruddy Widodo, komunikasi sudah dilakukan untuk memboyong dua legiun asing, namun mereka enggan mengumumkannya kepada publik.

“Tinggal pembicaraan sedikit saja. Memang kami simpan rapat siapa pemain itu, sebab tidak ingin pengalaman musim lalu terulang. Sudah deal dengan pemain, tapi kemudian ada pembatalan. Sementara untuk pemain Asia masih menemui jalan buntu, karena mungkin dia dipertahankan klub lamanya,” jelas Ruddy.

Sementara itu, Arema bergerak cepat mengamankan kontrak sejumlah pemain lokal. Walau sebagian besar akan habis pada bulan Januari, manajemen tidak ingin menggantung masa depan pemain, dan mereka memberikan prakontrak.

“Sebelum melawan Sriwijaya FC, kami mengumpulkan hampir semua pemain untuk bicara. Mereka akhirnya kami ikat prakontrak dengan durasi bervariasi. Jayus Hariono menjadi yang terpanjang, karena dia kami ikat selama tiga tahun. Dia asli malang dan masih berusia 21 tahun,” beber Ruddy.

“Tidak ada negoisasi yang alot, karena pemain memang ingin bertahan di tim ini lagi, sehingga kami tidak mengalami kesulitan untuk mengikatnya kembali di Arema.”

Ruddy menambahkan, ada lima pemain yang belum melakukan tanda tangan prakontrak dengan berbagai alasan, yakni Sunarto, Nasir, Hanif Sjahbandi, Bagas Adi Nugroho, dan Hamka Hamzah.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Sunarto dan Nasir terkendala komunikasi, sementara Bagas dan Hanif mungkin akan langsung ke agennya. Sementara Hamka meminta yang terakhir terikat. Bagas sempat pamitan kepada kami, karena mungkin klub dari daerahnya sudah naik ke Liga 1 [PSS Sleman]. Tapi setelah kami beri penjelasan bersama kapten Hamka Hamzah akhirnya sang pemain luluh, dan tetap bertahan,” tutur Ruddy. (gk-48)

 

View this post on Instagram

Komisi disiplin (Komdis) konfederasi sepakbola Asia (AFC) menjatuhkan sanksi denda kepada PSSI setelah dianggap lalai meminta pemain timnas Indonesia U-19 berjabat tangan di Piala Asia U-19 Oktober lalu. . Komdis AFC menilai PSSI telah melanggar pasal 50 kode disiplin dan etik terkait jabat tangan pascalaga antara Indonesia dan Qatar pada 21 Oktober. Kala itu, Qatar memetik kemenangan 6-5. Akibat kelalaian tersebut, AFC menjatuhkan denda sebesar 1.000 dollar AS, atau sekitar Rp14 juta. . “Terdakwa gagal memastikan semua pemainnya melakukan jabat tangan fair play setelah pertandingan,” demikian pernyataan Komdis melalui laman resmi AFC. . Selain kepada PSSI, AFC juga menjatuhkan denda serupa kepada Thailand dan Qatar. Tim terakhir mendapat denda dua kali, karena pemain mereka juga tidak berjabat tangan saat melawan Thailand. . Sementara itu, pelatih Tajikistan Ergashev Mubin dikenakan denda sebesar 5.000 dollar AS, atau sekitar Rp71,5 juta, karena memberikan komentar yang buruk saat menghadapi Korea Selatan di laga perempat-final.

A post shared by Goal Indonesia (@goalcomindonesia) on

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. Agenda Sepakbola Nasional 2019
2. Pemain Indonesia Jadi Starter Di Kompetisi Muda Spanyol
3. Cristiano Ronaldo: Datanglah Ke Serie A, Messi!
4. Laga Piala Indonesia PS TIRA Versus PSIM Rusuh
5. Peserta 16 Besar Liga Champions
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

 

Footer - Liga 1

Tutup