Antara Ramadan & Piala Dunia: Persiapan Pesepakbola Muslim Hadapi Rusia 2018

Komentar()
Getty
Dengan Ramadan akan berakhir saat gelaran Piala Dunia dimulai, bagaimana cara pesepakbola Muslim mempersiapkan diri menyambut turnamen nanti?

OLEH   CADY SIREGAR     PENYUSUN   ADHE MAKAYASA    

Untuk Muslim di seluruh dunia, Ramadan adalah waktunya berpuasa yang membatasi mereka dari makan dan minum sejak terbit fajar sampai matahari terbenam. Itu adalah bulan di mana Muslim bisa membersihkan diri dan pikiran serta lebih mendekatkan diri kepada Allah.

Salah satu yang ikut meramaikan Ramadan adalah bintang Liverpool Mohamed Salah, yang di musim ini sukses memenangkan hati pendukungnya di Anfield lewat penampilan gemilangnya di depan gawang dan cara dia untuk menunjukkan kecintaannya pada agama yang dianut. Para suporter Liverpool bahkan memiliki nyanyian untuk mengapresiasi tindakan pemain Mesir tersebut – dengan lirik yang berbunyi “I’ll be Muslim, too”.

Adapun sejumlah pesepakbola Muslim seperti Paul Pogba, Sadio Mane dan Mesut Ozil terkadang memiliki konflik ketika menyambut bulan Ramadan, mengingat mereka tidak bisa makan, dan yang paling penting, minum di sepanjang hari.

Meski Ramadan tahun ini tidak berbarengan dengan musim Liga Primer dan akan berakhir saat dimulainya Piala Dunia, itu tetap saja punya pengaruh terhadap persiapan mereka menuju Rusia pada musim panas ini.

Bulan suci ini pernah bentrok jadwalnya dengan gelaran Olimpiade 2012 di London, Piala Dunia 2014 di Brasil dan turnamen Euro 2016 kemarin di Prancis – dan dengan musim panas yang panjang serta panas, itu bisa memiliki pengaruh terhadap performa dan kesehatan para pemain.

Jadi bagaimana Salah, Pogba dan pesepakbola Muslim lainnya mempersiapkan diri menyambut Piala Dunia selama Ramdan? Goal menghadirkan informasinya buat Anda.

Di luar sana ada fenomena ketertarikan pada Salah dan musimnya yang mengesankan di Anfield. Dengan mencetak 44 gol di semua kompetisi, musim debutnya tentu di luar perkiraan banyak orang, dan impaknya bahkan jauh lebih besar.

Salah konsisten memecahkan rekor dari pekan ke pekan dan memenangkan Sepatu Emas Liga Primer. Ini menjadi musim yang berkesan bukan hanya untuk Salah, namun juga semua warga Mesir dan penganut agama Islam di seluruh dunia.

Impak Salah di persepakbolaan Inggris hampir sama dengan yang dihadirkan mantan bintang West Brom dan Inggris yakni Cyrille Regis. Regis menjadi bagian dari generasi pesepakbola non-kulit putih yang bukan hanya menunjukkan kebintangannya di lapangan, namun juga merevolusi pandangan akan kaum minoritas di negara tersebut.

Waktu itu, masalah rasisme tergolong parah dan Regis menjadi wakil untuk melawannya – dan hal yang sama tampaknya juga tengah dirintis Salah lewat penampilan gemilangnya guna mengubah pandangan akan Islam kepada seluruh dunia.

“If he’s good enough for you/ He’s good enough for me/ If he scores another few/ Then I’ll be Muslim too,” demikian salah satu lirik untuk Salah dan itu berakhir dengan kalimat: “He’s sitting in the mosque/ That’s where I want to be.”

Bisa dilihat dengan jelas bahwa agama yang dianut Salah memainkan peran besar dalam filosofinya sebagai pesepakbola. Pemain berusia 25 tahun itu memang tidak berpuasa selama tiga hari menjelang final Liga Champions kemarin, tapi dia tetap menjalankannya saat Liverpool mengadakan pemusatan latihan di Marbella.

Di Islam, Anda diperbolehkan untuk tidak berpuasa “jika memiliki kebutuhan mendesak” atau jika Anda bepergian sepanjang hari, yang juga dilakukan Salah.

Liverpool pada akhirnya kalah 3-1 dari Real Madrid di laga yang diwarnai kontroversi tersebut, dan Salah terpaksa ditarik keluar di babak pertama setelah dijatuhkan dengan brutal oleh Sergio Ramos. Meski sempat ada kekhawatiran bahwa Salah mungkin akan melewatkan Piala Dunia, diyakini sang penyerang hanya akan absen selama tiga pekan.

Pelatih Mesir Hector Cuper telah menyatakan bahwa ia perlu berhati-hati guna memastikan skuatnya berada dalam bentuk terbaik jelang Piala Dunia selagi masih berpuasa.

“Federasi Sepakbola Mesir telah menunjuk spesialis untuk membantu saya dan para pemain selama menjalani puasa di bulan Ramadan,” kata Cuper kepada wartawan.

“Kami akan mengatur dan memonitor apa yang mereka makan dan jadwal tidur mereka, dan berharap ini tidak memberi pengaruh buruk.

“Ini mungkin akan menjadi masalah untuk pelatih karena para pemain akan berhenti makan dari terbit fajar sampai matahari terbenam, jadi ini tidak mudah selama menjalani latihan namun ini menyangkut keyakinan dan saya tidak bisa mencegah mereka menjalani ibadah di bulan Ramadan.

“Kami tengah memikirkan hal ini dan mencari jalan terbaik untuk mengatasi rasa lelah dalam berpuasa dan menghindarkan para pemain dari sakit.”

Sadio Mane Real Madrid Liverpool UCL

Gerakan Salah yang bersujud setelah mencetak gol tak ketinggalan diikuti oleh rekan setimnya di Liverpool yakni Mane, yang juga menganut agama Islam.

Penyerang asal Senegal itu tidak membatalkan puasanya jelang final Liga Champions, yang mana itu terbilang impresif karena ia tetap mampu mencetak gol dan menjadi salah satu pemain paling berbahaya yang dimiliki The Reds di sepanjang pertandingan.

Jam buka puasa juga berlangsung 30 menit sebelum kick-off dilangsungkan di Kiev, dan itu berarti Mane hanya punya waktu sedikit untuk membuat dirinya terhidrasi dan memulihkan tenaga lewat berbagai makanan setelah berpuasa selama 17 jam.

Kampanye Piala Dunia bagi Mane akan dimulai pada 19 Juni saat Senegal bertemu Polandia, jadi dia hanya akan punya waktu selama empat hari untuk menyegarkan ulang dirinya sebelum kembali turun ke lapangan.

Pogba, yang merupakan pesepakbola Muslim taat lainnya, merayakan awal Ramadan tahun ini dengan bepergian ke Mekah – tempat suci bagi Islam, dengan ia menjalankan ibadah Umrah.

 

Allah u akbar .God is the greatest

A post shared by Paul Labile Pogba (@paulpogba) onMay 21, 2018 at 1:42pm PDT

Dalam unggahan video di Instagram pribadinya, gelandang Manchester United itu mengatakan: “Ini adalah tempat yang indah. Saya tidak bisa menggambarkan perasaan saya di sini. Insha Allah kalian semua juga bisa ke sini suatu hari nanti. Salam.”

Adapun kunjungan Pogba ke Mekah tersebut bukan kali pertama, karena ia juga pernah melakukannya di akhir musim kemarin, di mana ia tak lupa mengajari warga lokal untuk melakukan selebrasi ‘dab’ miliknya.

Tidak diketahui apakah Pogba tetap berpuasa pada Ramadan ini menjelang Piala Dunia.

Sementara itu, winger Leicester City Riyad Mahrez merupakan pesepakbola lainnya yang menjalankan ibadah haji ke Mekah pada tahun lahu.

Ozil adalah pesepakbola Muslim yang memilih tidak berpuasa selama Piala Dunia 2014, yang juga dilakukan oleh para pemain dari negara seperti Senegal, Aljazair dan Maroko.

Xherdan Shaqiri, Granit Xhaka dan Valon Behrami tak ketinggalan tidak berpuasa saat tampil di Brasil empat tahun lalu demi kebugaran mereka, mengingat negara tersebut memiliki temperatur yang tergolong tinggi.

Tim nasional Aljazair memutuskan berpuasa selama menjalani babak 16 besar melawan Jerman di gelaran 2014. Waktu itu mereka telah mendapat izin dari dewan negaranya untuk tidak berpuasa – namun kiper Rais M’Bolhi baru membatalkannya di babak pertama dengan makan kurma dan minum air.

Persiapan dan latihan selama Piala Dunia juga diubah jadwalnya – seperti sesi latihan malam hari setelah buka puas dan kemudian dilanjut mandi es.

Pelatih asal Belanda Pim Verbeek yang menangani Oman – menghadapi masalah serupa ketika masih menukangi tim Maroko U-23 dan dia mengubah jadwal latihannya agar lebih sesuai dengan pemain Muslimnya.

“Tentu saja ini berbeda. Anda berlatih sekali sehari, Anda idealnya ingin berlatih dua kali sehari,” katanya kepada wartawan.

“Sesi malam hari kami sudah bagus dan kami menghemat energi untuk pertandingan.”

Bisa dipahami bahwa para pelatih tim nasional tidak senang dengan keputusan pemain mereka untuk berpuasa selama bulan Ramadan, namun itu tidak bisa dipertanyakan ataupun dikritik.

Mantan pelatih Aljazair bahkan terlihat marah ketika ditanya tentang puasa para pemainnya. “Ini adalah masalah pribadi dan ketika Anda bertanya hal ini, Anda berarti kurang memiliki rasa hormat dan etika. Para pemain melakukan apa yang mereka inginkan dan saya ingin menghentikan kontroversi ini.

“Mereka yang terus mengkritik tim kami dan tindakan saya, saya pikir itu memalukan. Tapi saya akan terus bekerja dengan tim ini. Saya tidak habis pikir mengapa Anda terus mengkritik soal apa yang saya lakukan.”

Manajer Liverpool Jurgen Klopp juga menyoroti pentingnya privasi dan rasa hormat selama Ramadan ketika ditanya soal Salah jelang final Liga Champions kemarin.

“Agama itu adalah masalah pribadi, bagaimana saya memahaminya,” kata Klopp kepada wartawan.

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Tidak ada yang bisa dikatakan tentang itu, tetapi semuanya baik-baik saja, kalian akan melihatnya di lapangan. Di tempat latihan, dia [Salah] bahkan memiliki tenaga penuh.”

Piala Dunia tahun ini dimulai pada 14 Juni.

 

Tutup