Nasib Si Anak Hilang Chelsea: Bagaimana Masa Depan Ruben Loftus-Cheek, Ross Barkley, Lewis Baker, & Malang Sarr?

Terakhir diperbarui
Getty Images

Ross Barkley, Malang Sarr, dan Lewis Baker sama sekali tidak diprediksi masih berseragam Chelsea begitu bursa transfer musim panas ditutup pada 31 Agustus.

Plus Ruben Loftus-Cheek, mereka dianggap 'beban' yang tak dibutuhkan musim ini. Tiga dari empat nama di atas memang diturunkan di laga Piala Liga semalam kontra Aston Villa, tetapi paling banter itulah peran mereka, menjadi figuran belaka di kompetisi kelas dua.

Situasi Loftus-Cheek agak berbeda. Ia ingin bertahan di Stamford Bridge setelah menjalani masa peminjaman yang kurang sukses di Fulham musim kemarin.

Yang paling mengejutkan adalah Barkley. Ia seharusnya tidak kesulitan mendapat peminang, mengingat ia pemain yang mengoleksi 33 penampilan bagi timnas Inggris dan pernah disandingkan dengan legenda Tiga Singa, Paul Gascoigne.

Namun, klub seperti Burnley dan West Brom emoh membayar gajinya yang mencapai £120.000 per pekan meski hanya sebagian kecil sekalipun, setelah Barkley tampil mengecewakan saat dipinjamkan ke Aston Villa musim lalu.

Sementara itu, Sarr malang bukan kepalang. Ia sudah siap untuk melambungkan kariernya dengan menyebrang ke klub promosi Bundesliga, Greuther Furth.

Bek 22 tahun itu bahkan melewatkan kesempatan membela Prancis di Olimpiade Tokyo demi mengamankan masa depannya.

Namun saat terbang ke Jerman untuk merampungkan kontrak, kesepakatan transfernya malah kolaps di detik terakhir, dan Sarr harus gigit jari.

Karenanya, saat jendela transfer ditutup rapat-rapat, Sarr, Loftus-Cheek, Barkley, dan Baker masih terdampar di Stamford Bridge.

Mereka mendapatkan nomor seragam musim 2021/22 dan didaftarkan masuk skuad Liga Primer dan Liga Champions.

Menjawab pertanyaan dari Goalbos Chelsea, Thomas Tuchel, bersikeras tak masalah keempat pemain itu tetap di London barat, selama mereka memperlakukan kampanye tahun ini dengan profesional.

"Dengar, ini mudah saja," jelas Tuchel. "Jika Anda didaftarkan, maka sudah menjadi kewajiban Anda untuk siap. Saat Anda berganti di ruang ganti, dan datang ke sini, ke Chelsea, setiap hari, Anda wajib siap. Itulah dasar dari segalanya."

"Begitu menginjakan kaki di gedung ini dan di lapangan, Anda harus siap. Anda harus berlatih setiap hari untuk bermain. Ini dasarnya. Tak ada yang dapat 'durian runtuh' di sini."

"Kami punya skuad yang erat, yang berkualitas, jadi sekarang mereka sudah mengambil langkah pertama. Entah apa alasannya, mereka tidak mendapatkan atau menerima klub lain."

"Apa pun itu, tidak penting lagi. Kini mereka pantas melangkah dan menjadi bagian skuad ini. Dan di skuad ini, Anda harus bisa berekspektasi tinggi pada diri Anda sendiri. Sesederhana itu."

Situasi Baker mungkin yang paling mengkhawatirkan. Ia bahkan tak ikut latihan skuad utama menjelang melawan Zenit di Liga Champions pekan lalu.

Ia bakal kesulitan mendapatkan menit bermain gara-gara kurang pengalaman di level tertinggi, tak seperti Barkley atau Loftus-Cheek.

Tetapi setidaknya, Tuchel sudah menunjukan ia bisa menjaga kebahagiaan skuad yang menggemuk. Man management-nya piawai saat mengurusi Emerson Palmieri, Willy Caballero, dan Billy Gilmour musim lalu.

"Ide bermain dan latihannya sangat bagus bagi para pemain," jelas Caballero kepada Goal dalam sebuah wawancara musim lalu. "Mereka bahagia ikut latihan, dan ini biasanya sulit dicapai di klub besar."

"Anda bisa menghabiskan musim tanpa atau dengan bermain; bisa gagal mencapai target dan itu berat bagi beberapa nama besar di klub karena semuanya punya ego yang amat tinggi!"

"Caranya mengelola skuad, menjelaskan segalanya, saya sangat menyukainya dan sangat menikmati berada di bawah arahannya."

Kualitas skuad Chelsea, sebagaimana mestinya, kian menguat musim ini, berkat kedatangan Romelu Lukaku dan Saul, serta Trevoh Chalobah yang dipromosikan ke tim utama.

Untungnya The Blues tetap mampu merampingkan skuadnya, dengan Tammy Abraham, Olivier Giroud, Tino Anjorin, Emerson, Kurt Zouma, dan Gilmour diizinkan pergi.

Total 29 pemain yang dijual atau dipinjamkan, dan itu tak mengejutkan amat mengingat persiapan pramusim Tuchel sempat terhambat gara-gara skuad yang kegemukan.

Karenanya, Barkley, Loftus-Cheek, Sarr, dan Baker akan menjadi figuran mumpuni bagi klub yang mengikuti ajang Piala Dunia Antarklub Desember nanti, serta bersaing di Liga Primer, Liga Champions, Piala FA, dan Piala Liga musim ini.

Perlu diingat juga bahwa Chelsea akan terdampak oleh kualifikasi Piala Dunia dan Piala Afrika, pun pemain masih berisiko positif Covid-19 selama musim dingin.

Maka Tuchel sadar betul bahwa ia butuh skuad yang lumayan besar jika ingin menyintas jadwal yang padat dan menguras, dan itulah mengapa pihak klub tak jadi meminjamkan Callum Hudson-Odoi ke Borussia Dortmund.

Tentunya menjaga kebahagian seluruh skuad bukan tugas mudah, tetapi mantan pemain ikonik Chelsea dan pandit BT Sport, Joe Cole, yakin The Blues berada di posisi yang mendingan daripada pesaing mereka, Liverpool, yang kekuatan kedalamannya jadi pertanyaan besar.

"Di Chelsea akan ada banyak pemain yang kecewa karena tak dipilih, dan menjadi tantangan bagi Tuchel untuk menjaga kebahagiaan semua orang," ujar Cole kepada Goal"Ia harus bekerja keras, tetapi ya memang sudah semestinya."

Artikel dilanjutkan di bawah ini

"Saya mending pusing [kebanyakan pemain] daripada pusing gara-gara masalah Liverpool, mengingat pelapis mereka agak tipis."

Barkley, Loftus-Cheek, Sarr, dan Baker jelas butuh keberuntungan untuk dilirik Tuchel musim ini. Namun tiga dari mereka sudah merumput meski hanya di ajang kelas dua.

Seperti kata-kata sang bos sendiri: "Tidak janji, tetapi segala hal bisa terjadi."