AFC Pertanyakan Keseriusan ASEAN Jadi Tuan Rumah Piala Dunia 2034

Komentar()
Dato Windsor AFC General Secretary
AIFF Media
Windsor ingin mempelajari keinginan pemimpin negara di ASEAN mengenai keinginan menjadi tuan rumah Piala Dunia 2034.

Konfederasi sepakbola Asia (AFC) mempertanyakan keseriusan keinginan sejumlah pemimpin Asia Tenggara (ASEAN) yang ingin menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034, dan akan mempelajarinya terlebih dulu.

Selepas ASEAN Summit di Bangkok pada akhir pekan kemarin, Perdana Menteri Thailand Prayuth Chan-ocha menyatakan, sepuluh negara ingin menjadi tuan rumah bersama Piala Dunia 2034. Kesepuluh negara itu adalah Thailand, Malaysia, Indonesia, Vietnam, Singapura, Filipina, Laos, Myanmar, Kamboja, dan Brunei Darussalam.

Keinginan menjadi tuan rumah bersama juga disambut positif Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohammad. Menurut Mahatir, peluang sebuah negara di ASEAN menjadi tuan rumah akan sulit bila dilakukan sendiri. Namun ia melihat kans itu lebih besar jika diajukan secara bersama.

Sekjen AFC Datuk Windsor John mengutarakan, saat ini pihaknya masih berusaha menyukseskan penyelenggaraan Piala Dunia 2022 di Qatar. Sedangkan Tiongkok sudah mengajukan diri menjadi tuan rumah 2030.

 

 

“Kami sama sekali tidak tahu tentang hal ini. Saya hanya membacanya di media, dan masih berusaha mencerna keinginan itu. Kami ingin tahu apakah itu serius atau tidak, sehingga saya belum bisa komentar apapun,” ujar Windsor diwartakan laman New Straits Times.

“Ini disebabkan penyelenggaraan di Qatar belum berlangsung, dan masih ada tiga Piala Dunia lagi yang harus dilalui. Kami harus memastikan Piala Dunia 2022 berlangsung baik, karena ini mewakili Asia.”

Artikel dilanjutkan di bawah ini

“Saya belum menerima proposal, atau diberitahu [tentang bidding 2034]. Seperti yang kalian tahu, Tiongkok sudah meluncurkan bidding [untuk Piala Dunia 2030], dan tidak bisa ada dua pihak dari Asia mengajukan berturut-turut.”

Windsor menjelaskan, FIFA mempunyai kebijakan rotasi tuan rumah Piala Dunia yang melibat enam konfederasi. Jika Tiongkok terpilih menjadi tuan rumah 2030, peluang ASEAN dipastikan tertutup. Mereka harus menunggu hingga 2038 untuk mengajukan bidding.

 

Tutup