thumbnail Halo,

Serigala Roma mulai mantap dengan sistem Zdenek Zeman. Sementara itu, Antonio Conte dan Robin Van Persie terus memberikan efek bagi klubnya.


OLEH  SANDY MARIATNA     Ikuti @fasandym di twitter

Efek seorang pelatih atau pemain tentu bisa sangat besar bagi keberlangsungan sebuah klub sepakbola. Kolom Statistik Berbicara kali ini akan membahas dampak hebat yang timbulkan dari seorang Zdenek Zeman, Antonio Conte, dan Robin Van Persie bagi klubnya masing-masing.

Filosofi Zemanlandia

ZEMANLANDIA
MELANDA ROMA:
10 Giornata Terakhir
4-2
Fiorentina (H)
3-1
Siena (A)
1-0
Pescara (A) 
2-0
Torino (H)
2-3 Lazio (A)
4-1
Palermo (H) 
2-3 Parma (A)
2-3 Udinese (H)
4-2 Genoa (A)
2-0 Atalanta (H)

Istilah “Zemanlandia” muncul ketika Zdenek Zeman mampu menampilkan sepakbola menyerang dan atraktif saat membawa Foggia promosi dari Serie C ke Serie A dalam dua musim berturut-turut. Gaya permainan ini terus ia lanjutkan ketika melatih Lazio (1994-1997) dan AS Roma (1997-199).

Para pemain diminta terus menekan lawan, mengejar bola, dan menyerang. Sebagai efeknya, pertahanan dinomorduakan.  Ia pernah membawa Foggia mencetak total 58 gol, namun kebobolan juga dengan jumlah yang sama.

Banyak gol, banyak kebobolan. Filosofi itu sepertinya terus dipegang teguh oleh pria asal Republik Ceko ini, yang coba ia terapkan kembali pada skuat AS Roma musim 2012/13. Hingga giornata 16, sistem Zemanlandia menjadi perbincangan menarik di sepakbola Italia.

Bayangkan saja, jumlah gol memasukkan I Lupi sebesar 38 gol sehingga memperoleh rata-rata 2,37 gol per partai. Torehan ini menjadi 'sesuatu' bagi sebuah tim Serie A. Sebab, sejarah membuktikan, hanya AC Milan pada musim 1961/62 yang mampu menandingi rekor ini dengan catatan 83 gol dalam 34 partai (rata-rata 2,44 per partai).

Tren sepakbola pada waktu itu memiliki formasi favorit 2-3-5 atau 3-2-5 yang lebih menekankan ofensif. Formasi 4-3-3 yang dibawa Zeman kini bisa berubah menjadi formasi lawas itu. Sayangnya, Gialorossi telah kebobolan 26 gol di musim ini sebagai imbas dari efek Zemanlandia dan masih bercokol di posisi lima klasemen. 

Zeman pun bersabda, “Ketika kami menyerang, tiga attacante harus berada di area penalti. Sedangkan dua dari tiga gelandang juga maju ke depan. Dengan cara itu, lawan akan sangat tertekan. Lebih banyak orang di area penalti berarti peluang mencetak gol juga lebih besar. Itulah matematika sederhana!”

Pesona The Italian Mourinho

Kemenangan 1-0 atas Palermo dan Cagliari dalam dua pertandingan terakhir Juventus menandakan kembalinya allenatore Antonio Conte di pinggir lapangan. Kasus Calcioscommese membuatnya harus absen selama 10 bulan, namun dikurangi 60 persennya sehingga hanya menjadi empat bulan saja.

Kemampuan dan kharismanya tertular ke dua staf pelatihnya sehingga performa Juve bisa seperti sekarang ini. Meski kedua stafnya, Massimo Carrera (pelatih tim utama) dan Angelo Alessio (asisten manajer) yang bekerja di technical area, namun tetap Conte sebagai mastermind-nya.

 Rapor Pengganti Conte
MASSIMO CARRERA

PERTANDINGAN: 10
MENANG:
7
IMBANG: 3
KALAH: 0
GOL MEMASUKKAN: 24
GOL KEBOBOLAN: 9
PERSENTASE KEMENANGAN: 70%
ANGELO ALESSIO

PERTANDINGAN: 12
MENANG: 8
IMBANG: 2
KALAH: 2
GOL MEMASUKKAN: 24
GOL KEBOBOLAN: 7
PERSENTASE KEMENANGAN: 67%

"Hal itu telah menyakitkan karena harus berada jauh dari lapangan untuk waktu cukup panjang meski sebenarnya bisa bekerja bersama tim setiap pekan. Saya merindukan emosi yang berkecamuk di dalam setiap laga," kata Conte.

Bersama Bianconeri Conte telah mendampingi Gianluigi Buffon dkk sebanyak 73 kali dengan raihan 47 kemenangan, 22 kali imbang, dan baru 3 kali kalah. Rataan kemenangannya pun cukup tinggi yakni 64,3 persen.

Bahkan Jose Mourinho tak segan menyamakan dirinya dengan Conte. “Para fans menyebut Conte sebagai Special OneItalia? Saya suka itu. Saya merasa terhormat. Ia memang mirip dengan saya. Sebagai sesama pelatih, saya sangat suka dengan Conte. Ia tahu apa yang ia inginkan dan ia benar-benar seorang juara. Lagipula, ia mempunyai karisma,” tutur Mou.

ROBIN VAN PERSIE
Dalam Angka
11 Gol sementara RVP di Liga Primer Inggris musim ini.
59 Gol di EPL yang dicetak sejak Januari 2011 dalam 71 kali penampilannya. 16 gol lebih banyak dari Wayne Rooney (43).
95 Jumlah gabungan gol dan assist RVP sejak musim 2009/10 dari 95 kali penampilannya.
2 Dua kali menjadi penentu kemenangan United di injury time, yakni lawan Southampton (2/9) dan Manchester City (9/12).

Babak Baru RVP di Old Trafford

Delapan tahun lebih seorang Robin Van Persie telah melalang buana di Liga Primer Inggris. Arsenal menjadi klub yang disakitinya ketika meninggalkan klub yang telah membesarkan namanya itu dan memilih hengkang ke klub rival, Manchester United.

Di Arsenal sendiri, RVP mencatatkan rekor yang mengesankan. Sejak 2004 hingga musim panas 2012 lalu, Van Persie mencetak 96 gol dari 194 pertandingannya bersama The Gunners.

Ketajaman ini ia lanjutkan di klub anyarnya. Bersama Iblis Merah, ia memperoleh 14 gol dari hanya 24 laga yang ia mainkan. Artinya, setiap dua pertandingan ia sedikitnya mencetak satu gol ke gawang lawan

Baru-baru ini, ia menjadi penentu kemenangan The Red Devils dalam derby Manchester. Gol tendangan bebasnya di injury time, yang sedikit membentur pagar betis Manchester City, mampu menjadi penentu kemenangan pasukan Sir Alex Ferguson.

Efek dari gol bomber Belanda ini membuat United kokoh di puncak klasemen EPL, berselisih enam poin dari rival sekotanya itu.

 

Ikuti GOAL.com Indonesia di twitter dan gabunglah bersama kami di facebook untuk menjadi bagian dari komunitas sepakbola terbesar di dunia maya!

Terkait