thumbnail Halo,

Roekito merasa, tur Papua akan jauh lebih berat ketimbang melawat ke Lamongan beberapa waktu lalu.


LIPUTAN  HAMZAH ARFAH     DARI  MADURA    
Jelang tur Papua menghadapi Persipura Jayapura dan Persiwa Wamena akhir Januari mendatang, pelatih Persepam Madura United (P-MU) Daniel Roekito memilih mengasah konsentrasi anak asuhnya.

Hal itu dilakukan karena Daniel merasa, secara pertimbangan, tur Papua akan jauh lebih berat ketimbang melawat ke Lamongan beberapa waktu lalu. Padahal, saat dijamu Persela Lamongan di Stadion Surajaya (16/1) lalu, skuat berjuluk Laskar Sapeh Kerap tersebut digelontor empat gol tanpa balas oleh Persela.

“Ya, itu karena para pemain tidak konsentrasi pada pertandingan. Saya rasa bukan masalah mental kok, asal pemain mau konsentrasi penuh selama 90 menit, mungkin kami tak akan kalah setelak itu. Mungkin hanya satu atau dua gol saja. Itu yang akan kami benahi terus, jelang berangkat ke Papua,” ungkap Daniel Roekito kepada GOAL.com Indonesia.

Mantan pelatih Persik Kediri dan Persisam Samarinda ini mengaku sedikit beruntung, karena persiapan timnya cukup panjang. Usai dijamu Persela, skuat Persepam memiliki cukup waktu sebelum berangkat ke Papua, karena mereka baru akan memainkan laga berikutnya lawan Persipura pada 31 Januari 2013. Rentang waktu ini yang akan dimaksimalkan oleh Daniel, untuk membenahi kekurangan tim saat lawan Persela sebelumnya.

“Tak ada kata minder lagi! Semua pemain harus menyadari, jika mereka sudah menjadi bagian dari ISL [Indonesia Super League]. Jadi yang harus ada dalam bayangan pikiran masing-masing pemain saat ini adalah, bagaimana berbuat yang terbaik bagi Persepam. Hal itu wajib! Karena mereka sudah dikontrak oleh klub,” jelasnya.

Daniel pun tak setuju, bila kekalahan telak tim asuhannya di laga perdananya pada kompetisi ISL musim 2012/13, lebih dikarenakan faktor absennya sang kapten Tassio Bako, yang bermain sebagai stopper. Sebab, menurutnya, siapapun yang dimainkan sebagai starter pada setiap laga, baginya itu adalah cerminan kekuatan Persepam.

Ia berharap, duet Fachrudin dan Firly Apriansyah sebagai tembok pertahanan sebelum Galih Firmansyah di bawah mistar, dapat tampil lebih kokoh dalam lawatan ke Papua nanti. Sebab, dari pengalaman pribadi selama dirinya melatih, jarang tim tamu mendapat poin di kandang Persipura maupun Persiwa.

“Tapi semua masih mungkin, asal para pemain mau konsentrasi di lapangan selama 90 menit. Memang susah cari poin di sana, tapi kalau semua mau bekerja keras demi Persepam, apa yang tidak mungkin? Semua ditentukan saat wasit meniup peluit panjang, tanda berakhirnya pertandingan,” beber Daniel menyemangati para pemainnya.

Sementara itu, saat disinggung mengenai siapa saja pemain yang bakal diboyong dalam lawatan ke Papua nanti, Daniel masih mengelak.

“Saya akan bawa para pemain yang mau konsentrasi penuh dan berjuang bagi Persepam saja. Lebih dari itu tidak, lihat saja nanti,” tutup Daniel.

Rupanya, kekalahan telak 0-4 dari tuan rumah Persela beberapa waktu lalu, masih membekas dalam ingatan para pelatih dan manajemen Persepam. Karena itu, mereka kini coba mempersiapkan timnya lebih baik, agar tidak kembali malu. (gk-43)

Ikuti perkembangan terkini sepakbola nasional di GOAL.com Indonesia. Dapatkan semua berita sepakbola Indonesia serta informasi terbaru timnas, klub-klub IPL, ISL, dan Divisi Utama, dengan jadwal, hasil, dan klasemen semua kompetisi di Indonesia.

Terkait