REVIEW Serie A Italia: Palermo Degradasi, Olimpico Roma Hujan Gol
Palermo dipastikan terdegradasi, sementara Olimpico Roma secara luar biasa hadirkan drama sepuluh gol!


OLEH    AHMAD REZA HIKMATYAR       Ikuti @rezahikmatyar di twitter

Minggu (7/5) malam WIB, Serie A Italia musim 2016/17 sudah memasukit giornata ke-35. Konstelasi klasemen akhir pun semakin jelas, seiring Palermo yang terdegradasi dan Lazio yang pastikan mentas di kompetisi Eropa musim depan.

Namun mari kita mulai dari duel ketat di Dacia Arena, tatkala Udinese sukses menahan tamunya, Atalanta, lewat skor 1-1. Jadi unggulan berdasar performa musim ini, La Dea berhasil memenangi babak pertama lewat skor 1-0 berkat gol Bryan Cristante di menit ke-41.

Namun Udinese yang enggan malu dihadapan pendukungnya sendiri, sukses membalas lewat aksi bomber mudanya, Stipe Perica, pada menit 53. Kedudukan imbang 1-1 bertahan hingga laga usai. Hasil ini membuat Le Zebrette tak beranjak dari peringkat 11 pun dengan Atalanta di peringkat lima klasemen sementara.

SIMAK JUGA: Inter Telan Tiga Kekalahan Beruntun

Pindah ke Stadio Marc Antonio Bentegodi, Chievo Verona mengirim Palermo ke Serie B Italia musim depan setelah bermain imbang 1-1. Unggul lebih dahulu melalui penalti Sergio Pelissier di menit 63, I Rosanero mampu membalas melalui tandukan Edoardo Goldaniga di pengujung laga.

Sayang gol pemain lulusan Juventus itu tetap tak mampu hindarkan fakta bahwa Palermo dipastikan terdegradasi. Mereka mustahil mengejar defisit 12 poin dari Empoli di batas aman klasemen dengan Serie A yang tinggal sisakan tiga giornata. Sementara Chievo awet duduki peringkat 12.

Empoli sendiri terus bertahan di zona batas aman degradasi -- peringkat 17 klasemen -- setelah menang 3-1 hadapi Bologna. Gol-gol Daniele Croce, Manuel Pasqual, dan Andrea Costa, cuma mampu dibalas satu oleh tim tamu berkat aksi Simone Verdi.

Meski begitu Empoli belum aman, karena Crotone yang berada satu tingkat di bawah terus menjaga defisit empat poin usai taklukkan Pescara 1-0. Gol tunggal kemenangan Il Pitagorici dicetak oleh gelandang internasional Bulgaria, Aleksandar Tonev.

Beranjak ke Olimpico Roma di mana secara fantastis terjadi drama sepuluh gol, tatkala Lazio melumat Sampdoria lewat skor 7-3! Pesta gol I Biancocelesti sudah tampak ketika mereka menutup babak pertama lewat skor 5-1. 

SIMAK JUGA: Trio Raksasa Dambakan Donnarumma

Gol-gol Balde Keita, Ciro Immobile, Wesley Hoedt, Felipe Anderson, dan Stefan de Vrij, cuma dibalas satu oleh Karol Linetty. Di paruh kedua, Lazio dan Sampdoria sama-sama sukses menambah sepasang gol lewat gol. Skor akhir pun terpampang 7-3! Satu hasil yang membawa Gli Aquilotti dipastikan mentas di kompetisi Eropa musim depan, sementara Il Samp awet di peringkat sepuluh.

Terakhir duel dramatis tersaji di Mapei Stadium, dengan Sassuolo yang bermain imbang 2-2 melawan Fiorentina. Tertinggal lebih dahulu akibat gol Federico Chiesa, il Neroverdi bangkit dan sempat balikkan kedudukan jadi 2-1 berkat Matteo Politano dan Pietro Iemmello.

Namun kemenangan tuan rumah lenyap akibat gol pangeran Fiorentina, Federico Bernardeschi, di detik pamungkas laga. Hasil ini membuat asa Fiorentina lolos ke Eropa musim depan tetap terjaga, sementara Sassuolo bertahan di peringkat 14 klasemen sementara.

 

Komentar ()