Laporan Pertandingan: Indonesia 1-4 Islandia
Sempat unggul lebih dulu, timnas Indonesia harus menelan pil pahit saat melawan Islandia di SUGBK, Minggu (14/1) malam.


OLEH   MUHAMAD RAIS ADNAN

Timnas Indonesia harus menelan pil pahit pada laga uji coba melawan Islandia di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, Minggu (14/1) malam. Pada laga itu, Indonesia takluk dengan skor telak 4-1.

Babak pertama

Kedua tim saling menampilkan permainan menyerang. Peluang pertama didapatkan Islandia, namun masih bisa digagalkan barisan belakang skuat Garuda.

Indonesia juga memberikan tekanan. Memanfaatkan kecepatan para pemain sayap, skuat yang dilatih Luis Milla Aspas itu mampu membuat lini pertahanan Islandia kewalahan.

Namun upaya kedua tim masih belum bisa membuahkan gol hingga pertandingan berjalan 20 menit. 

Jual-beli serangan terus terjadi di antara kedua tim. Hingga akhirnya, Indonesia berhasil unggul pada menit ke-29 lewat sontekan Ilham Udin Armaiyn, yang memanfaatkan kesalahan kiper Islandia, Runar Alex Runarsson, yang gagal menangkap dengan sempurna umpan silang dari Febri Hariyadi. Skor pun berubah 1-0.

Tertinggal satu gol, Islandia yang dilatih Heimir Hallgrimson mencoba meningkatkan intensitas serangan mereka. Namun masih bisa diredam Fachrudin Wahyudi Aryanto dan kawan-kawan.

Indonesia pun tak mengendurkan serangan. Peluang didapatkan Muhammad Hargianto, tapi sayang sepakannya masih melenceng dari gawang.

Islandia akhirnya berhasil menyamakan kedudukan pada masa injury time, lewat gol Albert Gudmundsson. Skor 1-1, bertahan hingga babak pertama berakhir.

Babak kedua

Kedua tim tetap menampilkan permainan menyerang di babak kedua. Namun Islandia yang justru mampu mencetak gol lagi sekaligus membalikkan kedudukan menjadi, 2-1, pada menit ke-59. Adalah Arnor Smarason, yang berhasil membobol gawang Andritany Ardhiyasa, setelah memanfaatkan bola muntah di depan gawang.

Unggul satu gol, membuat para pemain Islandia makin percaya diri. Tekanan terus mereka lakukan. Serangan yang dibangun Indonesia pun berhasil mereka redam.

Hingga akhirnya pada menit ke-66, mereka berhasil mencetak gol lagi lewat sepakan penalti Albert Gudmundsson. Skor kembali berubah 3-1.

Tertinggal dua gol, Luis Milla memasukkan Boaz Solossa menggantikan Ilham Udin Armaiyn, untuk menambah daya gedor. Tapi Islandia juga tetap tampil menekan.

Bahkan, mereka kembali mendapatkan peluang emas, namun sepakan Ottar Magnus Karlsson di dalam kotak penalti masih menyamping di sisi kiri gawang Indonesia.

Skuat yang dilatih Heimir Hallgrimsson itu pun mampu menambah gol kembali pada menit ke-72. Lagi-lagi Gudmunsson yang berhasil membobol gawang Andritany, sekaligus mencatatkan hat-trick di laga ini.

Di sisa waktu yang ada, tim Merah Putih mencoba terus memberikan tekanan. Tapi upaya yang dilakukan Hansamu Yama Pranata dan kawan-kawan gagal mencetak gol lagi hingga pertandingan berakhir. Skor 4-1 untuk keunggulan Islandia mengakhiri laga ini.

Susunan Pemain

Indonesia
Pelatih:
Luis Milla Aspas

26 Andritany Ardhiyasa; 2 I Putu Gede Juni Antara, 23 Hansamu Yama Pranata, 16 Fachrudin Aryanto, 28 Rezaldi Hehanussa; 19 Bayu Pradana, 8 Muhammad Hargianto, 29 Septian David Maulana; 25 Osvaldo Haay, 13 Febri Hariyadi, 20 Ilham Udin Armaiyn

Cadangan: 1 Satria Tama Hardianto, 30 Awan Setho Raharjo, 3 Henhen Herdiana, 4 Victor Igbonefo, 5 Bagas Adi Nugroho, 6 Evan Dimas, 10 Egy Maulana Vikri, 7 Boaz Solossa, 11 Gavin Kwan Adsit, 12 Lerby Eliandry, 21 Andik Vermansah, 22 Hanif Sjahbandi

Islandia
Pelatih:
Heimir Hallgrimsson

1 Runar Alex Runarsson; 6 Holmar Orn Eyjolfsson, 5 Jon Gudni Fjoluson, 18 Felix Orn Fridriksson; 23 Samuel Karl Fridjonsson, 21 Arnor Ingwi Traustason, 16 Olafur Ingi Skulason, 8 Arnor Smarason; 11 Kristjan Floki Finnbogason, 7 Aron Sigurdarson, 15 Andre Runnar Bjarnasson

Cadangan: 12 Frederik August Albrecht Schram, 13 Anton Ari Elnarsson, 20 Mikael Neville Anderson, 14 Bodvar Bodvarsson, 10 Albert Gudmundsson, 3 Vidar Ari Jonsson, 19 Hilmar Arni Halldorsson, 22 Tryogvi Hran Haraldsson, 2 Haukur Heioar Hauksson, 9 Ottar Magnus Karlsson, 17 Orri Sigurdan Omarsson

Komentar ()