REVIEW Liga Europa: Adu Penalti Loloskan Olympique Lyon
Olympique Lyon harus bersusah payah hingga babak adu penalti untuk mendepak Besiktas dalam leg kedua perempat-final Liga Europa.


OLEH   ANUGERAH PAMUJI     Ikuti di twitter

 

Olympique Lyon harus bersusah payah mengeliminasi Besiktas, yang di leg kedua menang 2-1. Artinya, laga harus dilanjutkan ke extra-time mengingat di perjumpaan pertama utusan Prancis juga menang dengan skor identik atas duta Turki tersebut.

Gol Talisca membuka pertandingan saat memasuki menit ke-27 sebelum Alexandre Lacazette menyeimbangkannya tujuh menit berselang. Besiktas mampu kembali memimpin pertaningan berkat gol kedua Talisca saat laga berjalan 58 menit. Skor ini bertahan sampai 90 menit berlalu dan laga diteruskan via babak extra-time. Di fase ini, tak ada gol tercipta dari masing-masing pihak.

Dengan demikian, tiket semi-final pun dipertaruhkan lewat adu penalti. Sangat sengit, butuh sampai delapan penendang untuk memastikan kemenangan. Sang ekeskutor terakhir, Gonalons, menjalankan tugasnya dengan sempurna bagi Lyon sementara sepakan Mitrovic gagal menembus jala. Lyon pun memenangkan adu tos-tosan dengan skor 7-6.

Laga tak kalah melelahkan pun dilalui Ajax saat menyingkirkan Schalke 04. Di pertemuan pertama, Ajax menang dua gol tanpa balas. Namun di perjumpaan kedua, wakil Jerman ini tampil spartan, memenangkan 90 menit pertandingan dengan skor 2-0 melalui aksi-aksi Goretzka dan Burgstaller di menit ke-53 dan 56. Dengan begitu, laga pun dilanjutkan ke tahap extra-time.

SIMAK JUGA - Laporan Pertandingan: Manchester United 2-1 Anderlecht (Agregat 3-2)

Segalanya tampak berjalan positif bagi Schalke saat memasuki menit ke-101. Caligiuri membalikkan keadaan. Agregat kini 3-2 untuk keunggulan balik Schalke.

Nahas, di menit ke-111 Viergever menyamakan agregat sebelum Younes mencuat secara superdramatis beberapa detik sebelum wasit meniup peluit panjang untuk membuat seisi Veltins Arena diam seribu bahasa. Wakil Belanda ini pun berhak ke babak empat besar dengan kemenangan agregat 4-3.

Sementara di tempat lain, hasil imbang 1-1 antara KRC Genk dan Celta Vigo sudah cukup untuk membuat utusan Spanyol ini melenggang ke babak semi-final.

Pasalnya, Vigo berhasil menang tipis 3-2 di leg kesatu. Artinya, mereka menang secara agregat 4-3. Pertandingan ini baru berjalan seru ketika menginjak babak kedua.

Setelah bermain buntu di paruh pertama, Sisto membuka keunggulan bagi Vigo di menit ke-63. Hanya berjarak empat menit, Genk membalasnya melalui aksi Trossard. Alih-alih Genk mengejar defisit, waktu yang tersisa tidak memungkinkan mereka mengejar ketertinggalan agregat dari Vigo.

 

 

Komentar ()