FANS BICARA: Java Cup, Cerminan Sepakbola Indonesia

Redaksi GOAL.com menampilkan analisa dan pendapat dari seorang Evertonian Bandung mengenai batalnya penyelenggaraan Java Cup 2012.
Analisa oleh Bima Prawira*

Ketika pertama kali dengar Everton mau main di Jakarta, saya cukup excited. Saya sendiri baru menjadi Evertonian dalam 2-3 tahun ke belakang, tapi berita tentang Everton yang datang ke Indonesia benar-benar membuat hati saya berdebar. Saya senang, karena untuk pertama kalinya, saya mendapatkan kesempatan untuk menonton tim luar negeri favorit saya secara langsung. Saya langsung mengontak teman-teman saya yang pecinta bola. Kita semua sadar, kalau Everton bukanlah tim semahsyur Manchester United, AC Milan atau Barcelona, tetapi Everton memiliki daya tarik tersendiri. Jujur, banyak teman saya penggemar bola sejati yang menaruh respek tinggi pada Everton.

Momentum kedatangan Everton ini, kebetulan terjadi dalam momen 'musiman' (Indonesia banget yah), mendatangkan klub/pesepakbola luar negeri. Ya, kita bisa lihat kalau sepak bola adalah olah raga yang paling populer di Indonesia. Mendatangkan klub dari luar negeri, tentunya akan menyedot banyak penonton, apalagi kalau klubnya terkenal atau punya bintang dengan nama besar, sebut saja LA Galaxy.

Jika ada David Beckham, siapa yang tahu dan mau tahu LA Galaxy? Kita juga disuguhi pertandingan-pertandingan dengan melibatkan klub besar Internasional lainnya. FC Internazionale misalnya, walaupun mereka tidak membawa semua anggota skuatnya, mereka tetap menurunkan beberapa pemain inti dari tim mereka. Namun, sebagai 'balas budi' dari apa yang mereka lakukan, sebagai sebuah tim besar yang datang ke Indonesia untuk membantu mengembangkan sepak bola Indonesia, apa yang kita berikan? Pertandingan melawan Timnas Garuda. Atau apapun itu, kalian namakan sendiri. Jujur, ini membuat saya muak. Sebenarnya, pertandingan yang paling ideal adalah klub melawan klub dan tim nasional melawan tim nasional. Pertandingan antara Indonesia vs Uruguay dan QPR vs Persebaya JAUH LEBIH ENAK DITONTON daripada pertandingan LA Galaxy melawan timnas Indonesia yang dihuni oleh 'pemain-pemain terpilih', yang dihasilkan dari kisruh persepakbolaan Indonesia. Kenapa demikian? Sederhana saja. Sepak bola adalah permainan tim. Apa mungkin kalian bisa bikin tim hanya dalam satu minggu dan menghasilkan sebuah tim yang enak ditonton? tidak tentunya. Sepak bola jauh lebih kompleks daripada hanya mengumpulkan pemain-pemain terbaik yang ada di suatu negara.

Lebih konyol lagi ketika ada pertandingan bertajuk Fabregas and friends atau Pepe and Arbeloa and friends. Saya suka dengan Barca, dan jujur saja, Fabregas diperlakukan seperti badut di sini. Sepak bola itu olah raga tim, bisa dinikmati apabila mereka datang dalam satu tim. Apalah artinya seorang Fabregas bermain dengan orang-orang yang bukan timnya, hanya demi menghibur fans-fans yang haus akan wajah gantengnya, bukan skillnya.

Kembali ke Everton. Ketika berita resmi muncul tentang datangnya Everton membawa tim inti ke sini, saya makin excited. Namun, ketika melihat lawan resminya, saya agak kecewa karena Everton harus menghadapi dulu Indonesia selection, dan Galatasaray harus menghadapi Malaysia selection dulu sebelum (dan saya harap) mereka bertemu di final. Ketika mereka bertemu di final, saya yakin mereka akan menyajikan pertandingan kelas Eropa, mungkin bukan sekelas Liga Champions, tetapi yaaah, Liga Europa juga masih seru untuk ditontonkan? Saya sendiri berencana untuk menonton pertandingan finalnya saja, dengan asumsi Everton dan Galatasaray bakal menang mudah melawan Indonesia dan Malaysia.

Rencana sudah dibuat sedemikian rupa, namun apa daya, Tuhan berkata lain. Kabar batalnya Galatasaray bagai saya sudah cukup mensinyalir bahwa turnamen yang disebut dengan Java Cup ini bakal batal. Coba dipikirkan baik-baik, bagaimana caranya mencari tim sekelas Galatasaray dengan hanya waktu kurang lebih satu minggu untuk datang ke negara terpencil seperti Indonesia. Galatasaray batal datang karena urusan transportasi. Di sini saya sudah yakin, ada yang gak beres dengan panitia. Panitia sendiri 'mengkambinghitamkan' Galatasaray dalam kasus ini, menuduh kalau Galatasaray tidak bisa mengurus masalah transportasi dan logistik untuk datang ke Indonesia, kenapa saya bilang menuduh? Karena dari Galatasaray sendiri sampai sekarang belum ada pernyataan resmi tentang hal ini.

Beberapa hari kemudian, H-3 pertandingan datanglah gosip-gosip pembatalan Everton ke Indonesia. Awalnya sih saya santai-santai aja, namanya juga gosip, tidak usah langsung percaya. Tapi kesantaian saya ini berakhir setelah Connor McAleny, striker muda Everton menyatakan bahwa perjalanan ke Indonesia dibatalkan, walaupun tweet tersebut kemudian dihapus, tapi saya yakin itu tweet yang ditulis dengan spontan oleh McAleny, mungkin ia menghapusnya karena belum ada pernyataan resmi dari Everton sendiri. Yah, buyarlah sudah impian saya menonton Everton tahun ini.

Sedikit analisis tentang apa yang terjadi, kenapa Everton membatalkan kedatangan mereka ini:

1. Dalam situs resminya, Everton menyatakan baha pembatalan ini berdasarkan ketidakbisaan panitia memberi jaminan berjalannya turnamen ini, terutama setelah keluarnya Galatasaray dari turnamen ini (Following a number of recently uncovered issues, concerned Club officials asked the tournament organisers for assurances about the competition, especially following the withdrawal of Galatasaray.).

2. Masih dalam artikel yang sama, Everton menyatakan bahwa klub pengganti Galatasaray, yaitu Nacional dari Liga Uruguay juga tidak bisa dipastkan untuk hadir, sehingga tidak ada jaminan dan struktur pasti dari turnamen ini. (Initially, it was indicated that Nacional from Uruguay would replace the Turkish Champions but the identity of the participating clubs and the subsequent structure of the competition remained unconfirmed.)

sumber: http://www.evertonfc.com/news/archive/2012/07/24/java-cup-withdrawal

3. Kesimpulannya, perjalanan Everton ke Indonesia yang jauh, mahal, dan berisiko tinggi, tidak sepadan dengan apa yang akan Everton dapatkan di Indonesia.

Dari tiga poin di atas, saya bisa ambil kesimpulan kalau Everton tidak bisa datang ke sini karena alasan yang sederhana, karena kita adalah orang yang hidup di dalam naungan sepak bola Indonesia. Apa saja yang ada di sepak bola Indonesia ? Salah satunya, dan yang paling rusak, serusak-rusakna adalah, KETIDAKPASTIAN JADWAL. Musim ini, di Italia, ada beberapa pertandingan yang ditunda, pertandingan tersebut ditunda karena bencana alam, banjir yang menimpa kota Genoa di Italia. Sedangkan di Indonesia, pertandingan Persiwa vs Persib ditunda KARENA TIDAK ADA IZIN DARI POLISI. Nah, ini, INILAH yang saya sebut dengan cerminan sepak bola Indonesia. Banyak carut marut dan ketidakjelasan. Perlu diingat, yang diundang ke sini adalah klub PROFESIONAL dari INGGRIS. Sekedar gambaran saja, orang Eropa itu memegang teguh apa yang namanya PROFESIONALITAS. Mereka bukan orang-orang yang bisa menerima istilah 'gimana besok', mereka butuh jadwal yang jelas, dengan rundown yang baik. Contoh sederhana tentang profesionalitas orang Eropa, ketika kalian berkunjung ke Eropa dengan ditemani oleh local guide di sana (orang sana tentunya). Ketika ia berbicara dan kalian melakukan kegiatan lain, kalian bakalan dibentak, karena itu memang tugas mereka, membuat kalian mengerti tentang apa yang kalian kunjungi. Begitulah kurang lebih gambaran betapa profesionalnya orang Eropa.

Sedikit lagi analisis saya, nampaknya kedatangan Everton ke sini pun dilatari dengan keingingan Everton untuk menghadapi sang juara Turki, Galatasaray. Mungkin dengan mengikuti mini-tournament di negara 'kecil' yang berani membayar mahal, akan jauh lebih murah daripada mendatangkan Galatasaray ke Goodison Park. Sehingga ketika Galatasaray batal, mereka pun kehilangan nafsu untuk bertanding. Ini wajar, tim sebagus Everton jauh-jauh datang ke negara 'kecil' hanya demi bertanding dengan tim U-22 negara tersebut? Hm.

Begitulah sedikit curahan hati saya tentang kegagalan Everton untuk mendarat di Indonesia. Mungkin suatu saat, kita bisa benar-benar menonton Everton bermain di Indonesia, dengan kekuatan penuh, menghadapi lawan yang seimbang, atau yaah.. menghadapi lawan dengan status yang sama :)

------------

* Bima Prawira adalah Evertonian dari Bandung, memiliki blog dengan alamat http://bimasimastodon.wordpress.com