KILAS BALIK Piala Dunia 1998 Prancis

Sepuluh Fakta Piala Dunia 1998:
  1. Untuk kali pertama, Piala Dunia diikuti 32 tim peserta. Jumlah ini mengalami pertambahan delapan tim sejak edisi sebelumnya. Berkat pertambahan tersebut, penentuan tim yang lolos ke babak 16 besar lebih sederhana. Seluruh 32 tim dibagi ke dalam delapan grup, lalu juara dan peringkat kedua grup lolos ke babak gugur. Berbeda ketika turnamen masih diikuti 24 tim, harus ada perhitungan tersendiri untuk menentukan tim peringkat ketiga dari enam grup yang tersedia.
  2. Maskot turnamen adalah seekor ayam jantan bertubuh biru dan diberi nama Footix. Akhiran "-ix" diberikan sesuai komik Asterix asal Prancis yang sangat populer di dunia.
  3. Penyelenggaraan turnamen terhitung sukses karena tercipta 171 gol sepanjang turnamen. Mulai dari gol sundulan Cesar Sampaio pada pertandingan perdana antara Brasil dan Skotlandia hingga tendangan Emmanuel Petit saat final Prancis versus Brasil. Jumlah ini merupakan rekor terbanyak sepanjang sejarah Piala Dunia.
  4. Dunia merasakan demam Piala Dunia, baik penonton yang datang langsung maupun tidak. Usai pertandingan antara Skotlandia dan Maroko di Saint-Etienne, 125 ribu liter dihabiskan sekira 8000 fans Skotlandia yang bermabuk-mabukan. Mungkin mereka ingin melupakan kekalahan 3-0 tim kesayangannya. Di Bangladesh, sebuah kawasan mengalami pemadaman listrik empat malam berturut-turut akibat melonjaknya pemakaian karena orang-orang menyaksikan sepakbola lewat televisi.
  5. Namun, fans juga berulah. Pada pertandingan perdana melawan Tunisia, fans Inggris melakukan keributan di penjuru kota Marseille. Para pemilik kafe dilanda kekhawatiran sebelum akhirnya lebih dari ratusan fans diciduk karena mabuk-mabukan. Aksi kekerasan fans juga membawa korban. Seorang polisi Prancis bernama Daniel Nivel koma setelah diserang fans Jerman yang hendak menyaksikan pertandingan melawan Yugoslavia di Lens. Para pelaku diduga berasal dari kelompok Neo-Nazi dan setelah sadar dari koma, federasi Jerman memberikan santunan kepada Nivel yang harus menyandang cacat seumur hidup.
  6. Salah satu bentuk penghormatan kepada Nivel, pelatih Miroslav Blazevic selalu menenteng topi polisi setiap mendampingi Kroasia sepanjang turnamen. Tak hanya sikap tersebut yang membuat Kroasia mendapat pujian, tapi juga penampilan mereka di atas lapangan. Tampil untuk kali pertama di Piala Dunia, Kroasia melaju jauh dan akhirnya sukses menggaet medali perunggu setelah mengalahkan Belanda 2-1 pada perebutan tempat ketiga.
  7. Masih dari Kroasia, Robert Prosinecki mencetak rekor tersendiri dengan menjadi pemain yang pernah tampil untuk dua negara yang berbeda di Piala Dunia. Prosinecki memulai kiprah di Piala Dunia dengan kostum timnas Yugoslavia pada Italia '90 dan delapan tahun kemudian tampil untuk negara pecahannya, Kroasia.
  8. Kalau Blazevic memiliki jimat keberuntungan berupa topi polisi, tim Prancis lain lagi. Setiap sebelum bertanding, Laurent Blanc selalu mencium kepala Fabien Barthez. "Kemesraan" bek dan kiper tim Ayam Jantan ini menjadi pemandangan tersendiri sepanjang Piala Dunia. Percaya atau tidak, Prancis tak pernah mengalami kekalahan dan akhirnya sukses menaklukkan Brasil 3-0 di final.
  9. Blanc juga mencatatkan diri dalam sejarah Piala Dunia. Turnamen kali ini memberlakukan sistem gol emas dalam babak gugur. Tim yang pertama kali mencetak gol pada perpanjangan waktu akan langsung dinyatakan sebagai pemenang. Pada babak 16 besar melawan Paraguay, Blanc membobol gawang Jose Chilavert pada menit ke-113 untuk membawa Prancis lolos ke babak berikutnya. Otomatis, gol kemenangan Blanc tersebut menjadi gol emas pertama sepanjang sejarah Piala Dunia. Sistem gol emas sendiri hanya dipertahankan hingga Piala Dunia berikutnya di Jepang-Korea Selatan.
  10. Terakhir, Prancis '98 menyisakan cerita yang menarik dibahas sepanjang masa. Brasil mengalami kekalutan sebelum pertandingan final dimulai. Dinihari sebelum final, Roberto Carlos terbangun karena mendengar suara gaduh di kamar hotelnya. Carlos ternyata mendapati rekan sekamarnya Ronaldo mengerang kesakitan. Panik, Carlos langsung memanggil dokter tim, Lidio Toledo, yang langsung memberikan obat penghilang rasa sakit. Paginya, pelatih Mario Zagallo mempertanyakan kesiapan Ronaldo tampil di final. Setelah serangkaian konsultasi dengan pelatih dan dokter, sang pemain akhirnya memutuskan untuk tetap bermain. Dalam susunan tim yang diterima wartawan, terjadi perubahan mendadak. Awalnya, Edmundo dimainkan dalam tim inti. Tapi, mendadak Ronaldo dimasukkan lagi. Ronaldo tampil melempem di final dan ketika dimasukkan sebagai pemain pengganti, Edmundo terlihat marah-marah. Hingga kini, tak ada yang tahu persis penyakit yang sebenarnya diderita Ronaldo.
 
  Juara:

Prancis

 
  Runner-Up: Brasil
 
  Skor Tertinggi:

Spanyol vs. Bulgaria 6 - 1 (Grup D)

  Total Gol:

171

  Rata-Rata Gol: 2.67
 
  Topskor:

Davor Suker, Kroasia - 6 Gol

  Pencetak Gol Terbanyak Satu Pertandingan: 3 Gol:
Gabriel Batistuta, Argentina
 
  Penonton Terbanyak:
80.000 (Brasil - Skotlandia, Grup A)
  Total Penonton:
2.774.891
  Rata-Rata Penonton: 43.357
 
  Penampilan Perdana: Afrika Selatan, Jamaika, Kroasia, Jepang
 
  Nama-Nama Stadion: Stade De Prancis Parc Lescure
    Municipal La Mosson
    Geoffroy-Guichard La Beaujoire
    Velodrome Gerland
    Felix Bollaert Parc Des Princes
 

Grup A
   
 
Brasil  -  Skotlandia  2-1    (Jun 10, Stade De Prancis)
Maroko  -  Norwegia  2-2    (Jun 10, La Mosson)
Skotlandia  -  Norwegia  1-1    (Jun 16, Parc Lescure)
Brasil  -  Maroko  3-0    (Jun 16, La Beaujoire)
Skotlandia  -  Maroko  0-3    (Jun 23, Geoffroy-Guichard)
Brasil  -  Norwegia  1-2    (Jun 23, Velodrome)
 
Tim GP W D L GS GC P
Brasil 3 2 0 1 6 3 6
Norwegia 3 1 2 0 5 4 5
Maroko 3 1 1 1 5 5 4
Skotlandia 3 0 1 2 2 6 1
 

Grup B
   
 
Italia  -  Cili  2-2    (Jun 11, Parc Lescure)
Kamerun  -  Austria  1-1    (Jun 11, Municipal)
Cili  -  Austria  1-1    (Jun 17, Geoffroy-Guichard)
Italia  -  Kamerun  3-0    (Jun 17, La Mosson)
Italia  -  Austria  2-1    (Jun 23, Stade De Prancis)
Cili  -  Kamerun  1-1    (Jun 23, La Beaujoire)
 
Tim GP W D L GS GC P
Italia 3 2 1 0 7 3 7
Cili 3 0 3 0 4 4 3
Austria 3 0 2 1 3 4 2
Kamerun 3 0 2 1 2 5 2
 

Grup C
   
 
Prancis  -  Afrika Selatan  3-0    (Jun 12, Velodrome)
Arab Saudi  -  Denmark  0-1    (Jun 12, Felix Bollaert)
Prancis  -  Arab Saudi  4-0    (Jun 18, Stade De Prancis)
Afrika Selatan  -  Denmark  1-1    (Jun 18, Municipal)
Prancis  -  Denmark  2-1    (Jun 24, Gerland)
Afrika Selatan  -  Arab Saudi  2-2    (Jun 24, Parc Lescure)
 
Tim GP W D L GS GC P
Prancis 3 3 0 0 9 1 9
Denmark 3 1 1 1 3 3 4
Afrika Selatan 3 0 2 1 3 6 2
Arab Saudi 3 0 1 2 2 7 1
 

Grup D
   
 
Paraguay  -  Bulgaria  0-0    (Jun 12, La Mosson)
Spanyol  -  Nigeria  2-3    (Jun 13, La Beaujoire)
Nigeria  -  Bulgaria  1-0    (Jun 19, Parc Des Princes)
Spanyol  -  Paraguay  0-0    (Jun 19, Geoffroy-Guichard)
Spanyol  -  Bulgaria  6-1    (Jun 24, Felix Bollaert)
Nigeria  -  Paraguay  1-3    (Jun 24, Municipal)
 
Tim GP W D L GS GC P
Nigeria 3 2 0 1 5 5 6
Paraguay 3 1 2 0 3 1 5
Spanyol 3 1 1 1 8 4 4
Bulgaria 3 0 1 2 1 7 1
 

Grup E
   
 
Korea Selatan  -  Meksiko  1-3    (Jun 13, Gerland)
Belanda  -  Belgia  0-0    (Jun 13, Stade De Prancis)
Belanda  -  Korea Selatan  5-0    (Jun 20, Velodrome)
Belgia  -  Meksiko  2-2    (Jun 20, Parc Lescure)
Belgia  -  Korea Selatan  1-1    (Jun 25, Parc Des Princes)
Belanda  -  Meksiko  2-2    (Jun 25, Geoffroy-Guichard)
 
Tim GP W D L GS GC P
Belanda 3 1 2 0 7 2 5
Meksiko 3 1 2 0 7 5 5
Belgia 3 0 3 0 3 3 3
Korea Selatan 3 0 1 2 2 9 1
 

Grup F
   
 
Yugoslavia  -  Iran  1-0    (Jun 14, Geoffroy-Guichard)
Jerman  -  Amerika Serikat  2-0    (Jun 15, Parc Des Princes)
Jerman  -  Yugoslavia  2-2    (Jun 21, Felix Bollaert)
Amerika Serikat  -  Iran  1-2    (Jun 21, Gerland)
Jerman  -  Iran  2-0    (Jun 25, La Mosson)
Amerika Serikat  -  Yugoslavia  0-1    (Jun 25, La Beaujoire)
 
Tim GP W D L GS GC P
Jerman 3 2 1 0 6 2 7
Yugoslavia 3 2 1 0 4 2 7
Iran 3 1 0 2 2 4 3
Amerika Serikat 3 0 0 3 1 5 0
 

Grup G
   
 
Rumania  -  Kolombia  1-0    (Jun 15, Gerland)
Inggris  -  Tunisia  2-0    (Jun 15, Velodrome)
Kolombia  -  Tunisia  1-0    (Jun 22, La Mosson)
Rumania  -  Inggris  2-1    (Jun 22, Municipal)
Rumania  -  Tunisia  1-1    (Jun 26, Stade De Prancis)
Kolombia  -  Inggris  0-2    (Jun 26, Felix Bollaert)
 
Tim GP W D L GS GC P
Rumania 3 2 1 0 4 2 7
Inggris 3 2 0 1 5 2 6
Kolombia 3 1 0 2 1 3 3
Tunisia 3 0 1 2 1 4 1
 

Grup H
   
 
Jamaika  -  Kroasia  1-3    (Jun 14, Felix Bollaert)
Argentina  -  Jepang  1-0    (Jun 14, Municipal)
Jepang  -  Kroasia  0-1    (Jun 20, La Beaujoire)
Argentina  -  Jamaika  5-0    (Jun 21, Parc Des Princes)
Jepang  -  Jamaika  1-2    (Jun 26, Gerland)
Argentina  -  Kroasia  1-0    (Jun 26, Parc Lescure)
 
Tim GP W D L GS GC P
Argentina 3 3 0 0 7 0 9
Kroasia 3 2 0 1 4 2 6
Jamaika 3 1 0 2 3 9 3
Jepang 3 0 0 3 1 4 0
 

16 Besar
   
 
Brasil  -  Cili  4-1    (Jun 27, Parc Des Princes)
Italia  -  Norwegia  1-0    (Jun 27, Velodrome)
Nigeria  -  Denmark  1-4    (Jun 28, Stade De Prancis)
Prancis  -  Paraguay  1-0 A.E.T    (Jun 28, Felix Bollaert)
Jerman  -  Meksiko  2-1    (Jun 29, La Mosson)
Belanda  -  Yugoslavia  2-1    (Jun 29, Municipal)
Argentina*  -  Inggris  2-2 A.E.T    (Jun 30, Geoffroy-Guichard)
Rumania  -  Kroasia  0-1    (Jun 30, Parc Lescure)
   
 

Perempat-Final
   
 
Italia  -  Prancis*  0-0 A.E.T    (Jul 3, Stade De Prancis)
Brasil  -  Denmark  3-2    (Jul 3, La Beaujoire)
Jerman  -  Kroasia  0-3    (Jul 4, Gerland)
Belanda  -  Argentina  2-1    (Jul 4, Velodrome)
   
 

Semi-Final
   
 
Brasil*  -  Belanda  1-1 A.E.T    (Jul 7, Velodrome)
Prancis  -  Kroasia  2-1    (Jul 8, Stade De Prancis)
   
 

Peringkat Ketiga
   
 
Belanda  -  Kroasia  1-2    (Jul 11, Parc Des Princes)
   
 

Final
   
 
Brasil  -  Prancis  0-3    (Jul 12, Stade De Prancis)