Marcel Desailly: Claudio Ranieri Pelatih Sulit

Desaiily menyebut Ranieri punya sedikit kelemahan ketika harus berurusan dengan pemain, namun ia menyanjungnya sebagai sosok yang luar biasa.

GOALOLEH    ADHE MAKAYASA     Ikuti di twitter

 

Manajer Leicester City Claudio Ranieri adalah “sosok yang luar biasa” namun juga “pelatih yang sulit”, demikian ditekankan Marcel Desailly.

Desailly pernah bermain di bawah arahan Ranieri di Chelsea antara 2003 dan 2004, dengan musim tersebut mereka finis di urutan kedua di bawah Arsenal, yang memenangkan gelar Liga Primer 2003/04 tanpa kekalahan.

Ranieri punya reputasi sebagai pria baik hati dan mampu meningkatkan semangat juang timnya, meski begitu Desailly menyebut pria Italia itu punya sedikit kekurangan ketika harus berurusan dengan para pemain.

“Claudio, dia itu bukan pelatih yang mudah. Jika para pemain bersikap benar, oke, jika tidak dia siap untuk berduel,” ujar Desailly. “Dia tidak peduli siapa kamu, dia siap menantangmu. Dia adalah sosok yang kuat.

“Di kehidupannya dia adalah sosok yang luar biasa, namun sebagai pelatih dia itu sulit. Saya pernah mengapteni Chelsea, jadi saya punya sejumlah pertemuan yang bagus [dengan dia].


SIMAK JUGA
Arsene Wenger Isyaratkan Takkan Jor-Joran Beli Pemain
Arsene Wenger: Arsenal Tak Tertinggal Dari Tottenham Hotspur
Demi Dan Crowley, Arsene Wenger Siap Depak Bintang

Setelah kesulitan untuk meraih gelar besar selama kariernya, Desailly kini ingin melihat Ranieri merengkah sukses, dengan tiga kemenangan lagi akan menjadikan Leicester sebagai juara Liga Primer.

“Saya turut senang untuknya dengan akhir kariernya ini, karena dia tidak akan melatih untuk 10 tahun ke depan,” lanjutnya. “Dia adalah pelatih yang tidak memenangkan gelar. Pada [2004] kami harusnya memenangi liga, namun sayangnya ada ‘The Invicibles’ Arsenal dan dia dipecat selagi kami membangun sesuatu yang bagus.

“Kalian semua kini bisa melihat bahwa dia berbicara dengan tenang, namun setidaknya saya senang untuk Leicester yang lolos ke babak kualifikasi Liga Champions.

“Kini kami semua menantikan kepastian bahwa Leicester, seperti Blackburn [Rovers], memenangkan gelar Liga Primer, karena kita semua sudah lelah dengan juara yang itu-itu saja.”