Sugiantoro Nilai Permainan Khas Persebaya Surabaya Sudah Kembali

BagikanTutup Komentar
Meski begitu, Bejo mengakui kemenangan timnya tak lepas dari kondisi Persela yang tanpa banyak pemain pilar di lini serang.


LIPUTAN   ADITYA WAHYU PRATAMA     DARI   SURABAYA    

Pelatih caretaker Persebaya Surabaya, 'Bejo' Sugiantoro, menilai permainan khas tim Bajul Ijo yang terkenal tidak mau kalah sudah kembali, saat Rendi Irwan dan kawan-kawan menaklukkan Persela Lamongan dalam lanjutan Liga 1 di stadion Gelora Bung Tomo, Minggu (5/8) petang. Namun, Bejo merasa masih banyak hal yang bisa diperbaiki untuk pertandingan ke depan.

"Bisa terlihat di pertandingan ini. Saya kira di mana momen 90 menit itu kita tidak harus menekan karena situasional. Bisa diubah rencana bermainnya seperti menunggu di tengah kecuali kalau kita mampu tekan di area lawan. Di saat kita berani melakukannya terjadi gol. Itu yang kami lakukan, kami harus cetak gol cepat. Tetapi bagi saya yang penting memberikan yang terbaik untuk tim ini," buka Bejo, selepas pertandingan.

Eks juru taktik Persik Kediri ini juga senang pendekatan personal yang dilakukannya kepada setiap anak asuhnya, mampu membuat tim bermain lebih baik. Meski berhasil memutus tren kekalahan Persebaya di tiga laga sebelumnya, dirinya tak lupa mengucapkan terima kasih kepada Angel Alfredo Vera yang telah membangun tim dengan sangat baik sebelumnya.

"Kami bermain secara kolektif dan saya berterima kasih kepada anak-anak bisa menerima instruksi dengan baik. Coach Alfredo pelatih yang bagus, secara statistik kami setiap bermain selalu di atas tim lain. Tetapi ada momen di mana kami harus prioritas untuk passing ke depan dan itu bisa dicerna, karena kami punya kecepatan di winger dan David Da Silva," jelasnya.

"Rencana permainan bisa berubah, melihat situasi. Kali ini kami manfaatkan bermain di kandang sendiri dengan tekanan yang sebisa mungkin mengejutkan lawan supaya secepatnya bisa mencetak gol," tambah mantan bek timnas Indonesia tersebut.

Namun, Bejo juga menilai kemenangan ini sedikit banyak terbantu dengan kondisi tim lawan yang tampil dengan keadaan compang-camping. Menyusul, Persela harus tampil tanpa empat pilar mereka di lini serang, yaitu Diego Assis, Loris Arnaud, Fahmi Al-Ayyubi, dan Saddil Ramdani. 

"Itu salah satu keuntungan saya. Seandainya pertandingan ini dengan komposisi Persela yang komplet, terutama pemain asingnya yang tidak bermain, mungkin ceritanya akan lain. Tetapi saya respek kepada pemain yang bisa menerjemahkan apa yang saya mau di lapangan," pungkas pelatih berlisensi B AFC itu.(gk-62)

 

 

Artikel dilanjutkan di bawah ini

 

ARTIKEL TOP PEKAN INI I
1. RESMI: Barcelona Umumkan Transfer Arturo Vidal
2. Suso Ungkap Alasan Leonardo Bonucci Tinggalkan Milan
3. REVIEW Piala AFF U-16: Vietnam & Myanmar Tuai Kemenangan Telak
4. Paul Pogba Inginkan Nomor Andres Iniesta Di Barcelona
5. Higuain, Bonucci - Barisan Pemain Yang Pernah Bela Juventus & Milan
Selengkapnya:
Daftar Artikel Terlaris Goal Indonesia

  Footer - Liga 1

Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Chievo 2-3 Juventus
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Guingamp 1-3 Paris Saint-Germain
Artikel Selanjutnya:
REVIEW Liga Primer Inggris: Everton Bungkam Southampton
Artikel Selanjutnya:
Panjat Pinang Bikin Mario Gomez Terkesan
Artikel Selanjutnya:
REVIEW DFB-Pokal: Bayern Munich Susah Payah Tundukkan Tim Divisi IV, Juara Bertahan Tersingkir
Tutup