Shinji Kagawa, Tidak Menonjol Tapi Efektif

BagikanTutup Komentar
Kendati secara keseluruhan tidak terlalu mencolok, penggawa Borussia Dortmund ini berkontribusi penting dalam kemenangan Jepang atas UEA pekan lalu.


OLEH   DEDE SUGITA     Ikuti di twitter

“Saya sadar tentang situasi saya karena saya tidak menunjukkan performa terbaik dalam laga terakhir kualifikasi, jadi tidaklah mengejutkan saya tidak dipilih menjadi pemain inti. Itu justru memberikan pandangan jelas mengenai apa yang harus saya lakukan pada Maret.”

15 November tahun lalu, Shinji Kagawa memberikan komentar di atas dengan sikap legowo, saat ia tidak dipilih mengisi susunan inti untuk pertandingan melawan Arab Saudi di Saitama Stadium pada laga penutup paruh pertama Kualifikasi Piala Dunia 2018 zona Asia babak ketiga.

Bahkan setelah 2017 dimulai Kagawa masih kesulitan di klubnya, Borussia Dortmund. “Untuk fokus menuju Piala Dunia dalam satu setengah tahun mendatang, saya pikir mengalami kesulitan sekarang adalah bagus,” ujarnya tetap mempertahankan sikap positif dan kerja keras untuk meningkatkan permainannya. Alhasil, situasi Kagawa berubah secara signifikan memasuki Maret. Jumlah penampilannya bertambah.

JADWAL PRA-PIALA DUNIA 2018 ASIA

“Tentu saja menyenangkan tampil dalam laga-laga, dan bergabung dengan tim nasional. Tetapi ini baru tiga laga sejauh ini. Dan bermain untuk klub dan tim nasional adalah hal berbeda, jadi saya harus bersiap dengan sangat baik.”

“Saat ini saya ingin berkosentrasi memenangi dua laga berikut,” tegas Kagawa dengan tatapan penuh determinasi kala tiba di Al-Ain guna mengusung misi balas dendam melawan Uni Emirat Arab, tengah pekan lalu. Dan, pelatih Jepang Vahid Halilhodzic menerapkan sejumlah perubahan dengan di antaranya menempatkan Kagawa dalam starting XI.

Namun, posisi Kagawa untuk pertandingan ini bukan sebagai penyerang lubang dalam skema 4-2-3-1 sebagaimana biasanya, melainkan di sisi kanan penyerangan dalam formasi 4-3-3. Karena Yasuyuki Konno (Gamba Osaka), yang kembali ke timnas setelah dua tahun, ditugaskan mengawal khusus andalan UEA Omar Abdulrahman, si nomor 10 alias Kagawa mesti bekerja keras dan menjalin kolaborasi harmonis saat bertahan maupun menyerang dengan gelandang veteran 34 tahun tersebut.

Kagawa tussling for the ball vs UAE

Kemudian, pada menit ke-14 babak pertama, Kagawa memperlihatkan perannya dalam gol pembuka. Ia memberikan umpan terukut kepada Hiroki Sakai (Marseille). Yuya Kubo (K.A.A. Gent) lantas menerima umpan silang dari Sakai, melewati beberapa bek lawan, dengan tenang melihat posisi kiper lalu menembak dengan kaki kanannya. Gol pun tercipta, dan memberikan kelegaan untuk tim.

Dibandingkan Konno yang banyak bergerak saat bertahan dan menyerang, juga mencetak gol kedua Jepang dalam kemenangan 2-0 tersebut, beberapa orang mungkin mengatakan “Kagawa tak terlihat”, namun sejatinya ia “mungkin tak menonjol tapi pastinya efektif”.

Ia bekerja keras, dan menunjukkan distribusi bola prima untuk memulai serangan-serangan tim. Kagawa sendiri mengakui: “Itu pekerjaan minimum. Kami harus bekerja keras, jika tidak kami tak akan dipilih untuk bermain, jadi kami mesti melakukannya.”

Ya, Kagawa menyadari ia wajib beradaptasi dengan situasinya dalam tim di bawah kepemimpinan Halilhodzic, dan menunjukkan apa yang mampu dilakukannya.

Untuk sekarang, jika ia mendapat kesempatan bermain sebagai nomor 10 menghadapi Thailand pada Selasa (28/3) ini, ia harus bekerja keras untuk memperlihatkan sentuhannya di depan gawang. Jika tercapai, itu juga kemungkinan akan membuka keran golnya untuk Dortmund.

 

Artikel Selanjutnya:
Arsene Wenger: Manchester City Berada Di Planet Lain!
Artikel Selanjutnya:
Sentilan Jenaka Emmanuel Adebayor Untuk Arsenal & Tomas Rosicky
Artikel Selanjutnya:
FIFA Atau PES? Mana Yang Anda Mainkan Dan Mengapa?
Artikel Selanjutnya:
Hugo Lloris: Lupakan Target Juara, Tottenham Hotspur Fokus Amankan Empat Besar
Artikel Selanjutnya:
Duduk Di Lapangan & Buang Bola Ke Luar Stadion, Cara Gila Tim Serbia Memprotes Keputusan Wasit
Tutup