Sensasi Semalam Ajax Amsterdam

BagikanTutup Komentar
Leg pertama semi-final Liga Europa Ajax Amsterdam versus Olympique Lyon adalah salah satu laga paling dahsyat dalam beberapa tahun terakhir.


OLEH   AGUNG HARSYA     Ikuti @agungharsya di twitter

"Selamat pagi! Tidur enak malam tadi?", demikian bunyi posting pertama akun resmi Instagram milik Ajax Amsterdam hari ini.

Jika Anda ketinggalan menonton leg pertama semi-final Liga Europa Ajax versus Olympique Lyon, Rabu (3/5) malam, Anda telah kehilangan kesempatan menyaksikan salah satu pertandingan paling dahsyat dalam beberapa tahun terakhir.

Bagi publik sepakbola Belanda dan Prancis, pertandingan ini ditunggu-tunggu. Sudah lama tidak ada wakil mereka yang tampil di babak puncak kompetisi antarklub Eropa selama lebih dari sepuluh tahun terakhir. Feyenoord Rotterdam melakukannya untuk Belanda musim 2001/02, sedangkan AS Monaco serta Olympique Marseille mewakili Prancis pada 2003/04.

Hasil pertandingan tadi malam membuat fans Ajax bersorak gembira. Papan skor stadion yang segera bernama Johan Cruyff Arena menunjukkan kedudukan 4-1 untuk tuan rumah. Usai pertandingan, sejumlah fans tak langsung pulang. Mereka berkerumun dan meneriakkan chant di depan teras stadion tempat keluar pemain. Adrenalin larut dalam euforia.

Selama 90 menit pertandingan, Ajax memperlihatkan determinasi, nyali, dan intensitas yang mengingatkan reputasi mereka sebagai juara Eropa empat kali. Apalagi, skuat yang diturunkan Peter Bosz memiliki rata-rata usia 22 tahun 137 hari. Bek tengah Matthijs de Ligt, 17 tahun, belum lahir ketika kali terakhir Ajax tampil di semi-final pentas Eropa.

SIMAK JUGA: Laporan Pertandingan Ajax 4-1 Lyon

Ajax kesulitan pada 20 menit pertama. Lyon tim yang lebih baik daripada Schalke 04 yang mereka hadapi di perempat-final. Lini tengah Lyon yang dikomando kapten Maxime Gonalons memberi tekanan saat pemain Ajax menguasai bola.

Tim tamu memperoleh peluang pertama pada pertandingan. Namun, kesempatan Maxwell Cornet berhasil dicegah kiper Andre Onana yang menutup ruang tembak. Ajax baru berhasil lepas dari tekanan ketika Bertrand Traore menjebol gawang Anthony Lopes pada menit ke-26.

Setelah itu, Godenzonen tidak tertahankan. Dengan intensitas tinggi, saat kehilangan bola mereka mengepung pemain Lyon. Duet De Ligt dan Davinson Sanchez juga bermain tanpa kompromi. Kasper Dolberg menyarangkan gol kedua Ajax pada menit ke-34 dan tuan rumah bisa menutup babak pertama dengan gol ketiga kalau saja Amin Younes tidak membuang peluang sia-sia.

Younes membayar lunas kesalahan itu di awal babak kedua. Lyon menghidupkan perlawanan ketika Mathieu Valbuena memberi gol balasan pada menit ke-66. Tapi, Ajax mempertahankan selisih tiga gol ketika Traore mencetak gol keduanya, lima menit berselang.

Pertandingan berjalan terbuka. Banyak peluang yang tercipta, tidak ada upaya kedua tim untuk membuang-buang waktu, dan juga banyak penyelamatan mengagumkan. Benar-benar pertandingan yang menguras adrenalin.

"Begitu banyak ruang sehingga para pemain belakang kami pun terus berlari. Harusnya skor 12-5 atau 12-6, tetapi tentu 4-1 hasil yang baik buat kami," ujar Bosz setelah pertandingan.

SIMAK JUGA: Peter Bosz Bangga Kalahkan Lyon

Statistik pertandingan sungguh mencengangkan. Ajax total melepaskan 24 tembakan, 16 di antaranya tepat sasaran. Upaya ini memaksa Lopes melakukan 12 kali penyelamatan. Kerja keras Lopes di bawah mistar tidak diimbangi kualitas pertahanan Lyon. Konsentrasi para bek Les Gones sungguh buruk dalam menerapkan marking, terbukti dengan terciptanya gol kedua dan ketiga Ajax.

Kehilangan Alexander Lacazette yang tidak fit, serta Memphis Depay yang cup-tied, menyulitkan Lyon mengonversi peluang. Nabil Fekir dimainkan sebagai penyerang, tapi dia bukan ujung tombak murni. Valbuena kewalahan menandingi kelebihan fisik para pemain belakang lawan.

Lyon bukannya tidak mengancam. Mereka menghasilkan 14 tembakan, delapan di antaranya tepat sasaran. Onana dipaksa melakukan tujuh penyelamatan. Itu merupakan jumlah terbanyak yang dilakukannya sepanjang musim ini. Bukti kalau sebenarnya kualitas Lyon mampu merepotkan Ajax.

"Ajax benar-benar brilian. Lyon pun punya peluang. Kedua kiper melakukan penyelamatan hebat. Setiap pemain depan punya peluang mencetak gol lebih," tulis Daily Mail menimpali jalannya pertandingan.

Deskripsi Volkskrant melukiskan keseruan pertandingan: "Sepakbola jalanan di atas rumput."

"Pukul 2:10 pagi dan belum bisa tidur setelah kemenangan hebat di leg pertama semi-final Liga Europa malam tadi. Atmosfer yang hebat," kicau Edwin van der Sar di Twitter.

Kualitas permainan Ajax masih terus berkembang. Anda mungkin menimpali, level kompetisi Liga Europa masih lebih rendah daripada Liga Champions. Setidaknya penampilan mereka tadi malam kini membuat reputasi para pemain muda Ajax bergaung luas ke seantero dunia. Tak sabar rasanya menantikan mereka bertanding di level yang lebih tinggi musim depan.

 

Artikel Selanjutnya:
Owen Hargreaves: Lakukan Kesalahan, Victor Lindelof Kehilangan Kepercayaan Jose Mourinho
Artikel Selanjutnya:
Laporan Pertandingan: Perseru Serui 2-1 Persipura Jayapura
Artikel Selanjutnya:
Borussia Dortmund Akan Ditinggal Kiper Veterannya Di Akhir Musim
Artikel Selanjutnya:
Mauricio Pochettino Geram Lihat Cara Jose Mourinho Dekati Eric Dier
Artikel Selanjutnya:
LIVE: Persela Vs. Persib
Tutup